This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

SAJAK HENNY WIDYANING FATMASARI


ilustrasi:google

 

Sajak Renjana


Hari ketika sampanmu bersauh ke muara,

aku kidungkan pada denyut ilalang cerita tentang kita ;

cinta yang jera merapat sebelum singgah di dermaga

Fatamorgana menggiring kita pada

kering yang belum bersua gerimis di tepian dirgantara


Dari balik julang pepohonan, aku mencuri wajahmu

Menikmati sedikit waktu yang terus membelenggu

Agar aku bisa terus mencintai dalam semu

Sebelum hilang tubuh dirajam sembilu


Kaki-kaki telanjangmu kini berlumur lumpur

Tenggelam di pelupuk rawa beraroma jamur

Peluh kau biarkan mengalir deras sekujur tubuh

Menjaring ikan-ikan dari jala yang tak lagi utuh


Kilau matahari menyengat pori-pori darahku

Bangkitkan raga dari mimpi-mimpi panjangku

Ruas-ruas jemariku masih menengadah malu

Pintaku, aku tercipta untukmu


Namun selamanya aku tiada bagimu

Sebatas belukar, di antara kepungan bakau



Cilacap, 2021





Tentang Penulis

Henny Widyaning Fatmasari. Berdomisili di Cilacap, Jawa Tengah. Mengajar bahasa Inggris di SD Al-Irsyad 01 Cilacap. Ibu dari 4 orang anak. Bergiat di komunitas COMPETER Indonesia dan KEPUL (Kelas Puisi Alit).

SAJAK-SAJAK LILIS KARLINA

 

ilustrasi:google

Hujan Desember


Hujan Desember adalah deras puting

Ibu mengeluarkan air susu

Juga rengek amukku mendekap hangat 

Untuk menyesapnya


Di hangat dadamu adalah surga 

Bagi jiwaku yang bodoh juga cengeng

Di erat pelukmu adalah lautan doa

Kecup lembut dari getar bibir


Ibu, jika muara sunyi adalah kau

Maka aku adalah gemuruh paling 

Gaduh yang ikut serta mengganggumu

Dalam pinta-pinta resah 


Entah kenapa perihal tentangmu adalah

Luka, dosa dan hutang tak mampu kubayar

Tapi kasih dan cinta lunas kau tunaikan 


Jadikan aku ibu, nama dan jiwa yang kau cinta

Sebelum dan setelah kematian 


Madiun, 11-Desember-2020


Terkenang Jogja


Di Jogja aku terkenang

Jalan-jalan yang tak pernah tidur

Lampu-lampu tak pernah padam

Kursi-kursi selalu penuh 

Di duduki  pantat yang tak bisa mengeluh


Tidakkah kau ingin ke Malioboro lagi? 

Canda dan tawa kita sudah kutinggalkan di sana

Pun dengan air mata sudah kusiramkan

Pada bunga-bunga

Di tepi trotoar 


Di Jogja aku terkenang

Mungkin berkunjung 

Ke Benteng Vredebrg

Adalah cara kita kembali 

Ke masa lalu

Bukan tentang meriam jadul dan foto-foto sejarah

Tapi tentang perasaan 

Yang tertinggal di sana

Kita butuh bicara untuk

Mengembalikan ingatan

Perlu berjalan bersama

Untuk mengejar 

Langkah-langkah

Yang jauh tertinggal


Madiun, 15-Desember-2020


BACA JUGA SAJAK-SAJAK MOHAMAD ISKANDAR

TENTANG PENULIS


Lilis Karlina. Kelahiran, Madiun, 18 Juni 1997. 

belajar di Asqa Imagination School (AIS).

PONPES ARRISALAH SURALAGA SIAP HADAPI KEJURNAS GARUDA SUCI

 


buletinkapass.com-Pondok Pesantren (Ponpes) Arrisalah menggelar latihan  kejuaraan NTB, feb 2021

"program latihan rutin Garuda Suci ini dilakukan Sasana Arrisalah guna untuk persiapan ujian dan kejuaraan se NTB" terang Yolanda selaku pelatih dalam pesan singkatnya. 

"Pada latihan kali ini kami juga mengajak beberapa orang atlet Perguruan Garuda Suci yang sedang TC kejurnas, kejuaraan senjata beladiri tingkat asia, dan turnament internasional keluar negeri" ujarnya

"kami berharap, ini dapat memberi motivasi kepada atlet-atlet sasana arrisalah karena bisa berlatih bersama orang-orang yang memiliki pengalaman dikancah nasional maupun iternasional" tegasnya

"kami berharap, nantinya bisa mengikuti acara-acara bergengsi seperti ini. karena kami juga pernah menjadi juara dalam beberapa kali lomba di tahun 2018. tentu ini menjadi modal besar bagi kami sebagai langkah awal menuju agenda yang lebih besar".


||red






SAJAK-SAJAK MOHAMAD ISKANDAR

 

ilustrasi: google


Di Puncak Nuris

        Riami


kusimpan nyala cahaya di sepanjang rerumputan dan pohon-pohon

di atas batu dan air bukit

ada sehampar harapan tereja di telaga netra


di tubuh yang terbata

satu persatu kata menjadi benih sembahyang di bumi Tuhan


di puncak Nuris

seiris bulan sabit

cahya Muharram


kidung-kidung asmara terlukis menjadi Kalam di langit malam

seorang perempuan lahir di tanah Singasari

menjaga marwah suci kehidupan para pecinta 


di puncak Nuris

sebuah puisi dan

hening mencumbu


tubuh dan ruh

gegap di malam Muharram

jarak terjaga


kujelajahi makna dari cahayamu

menjadi api semangat di renung jiwa

menjaga puisi dan persahabatan suci

semoga ke surga-


dan terjaga cinta


Pandean, 19 Agustus 2020


Di Bukit Cerme


katamu

cahaya kota memijar di bawah kaki seusai hari membawa sebiji lelah dan kerontang matahari. Pada senyummu, kota memoles dirinya dalam kacamata serta hologram malam. Selembut kabut, bayangan kekasih mengkanvaskan sederet huruf rindu. Duh!


katamu

Parangtritis serupa hamparan nirwana, tempat menanak mimpi berkali-kali sampai jenuh. Sampai terempas duka kecil para pemabuk, di laut itu sejumlah katakata mengikut angin dan cahaya bulan. Menafsirkan tubuhnya sebagai syair lantas tenggelam di palung malam. Cah ayu...


katamu 

bukit Cerme adalah segara di atas segara, tanah kelahiran paling surga dan jejak kehadiran seorang dara berwajah cahaya


luka menganga

benih kesunyian nyemplung di dalamnya


Pandean, Agustus 2020



TENTANG PENULIS

Lelaki penulis puisi kelahiran Demak, puisinya termuat di puluhan antologi bersama nasional dan internasional dalam berbagai genre. Puisinya juga termuat di beberapa media. Buku puisinya yang telah terbit yaitu Dua Mata Haiku bersama Riami (2020) dan buku puisi tunggal Lelaki Utara (2020)






SAJAK ILHAM NURYADI AKBAR

 

ilustrasi: google


Monokrom Kota Rantau


Bu, saya sedang menimang masa depan untuk besar dan mekar

seperti pohon bonsai yang dahulu Ibu tanam

akarnya dapat menggelebar

setelah Ibu memupuknya dengan sabar


kadang pula saya menimang lengang

sebab kesendirian terpasung di sekujur badan

tempat saya berpijak saat ini tak ada nuraga

penuh dengan angkara


jika nantinya saya pulang

jangan memandang uang yang saya bawa

perbaiki saja akhlak saya


Bekasi, 19 Februari 2021



Tentang Penulis


Ilham Nuryadi Akbar lahir pada 11 Februari 1995 di Banda Aceh. Menempuh pendidikan dasar, menengah dan kuliah D3 Kesehatan di Kota Langsa, Provinsi Aceh. Kemudian melanjutkan pendidikan S1 di Jakarta Selatan. Buku pertama yang diterbitkan oleh Alinea Medika Pustaka berjudul Kemarau Di Matamu Hujan Di Mataku, puisi dan cerpen yang ia tulis telah banyak terangkum pada beberapa Media seperti, Kumparan.co, Barisan.co dll. Juga terangkum di beberapa antologi puisi. Prestasi yang didapatkan mewakili Provinsi Aceh pada lomba PAI (Cerdas Cermat Agama Nasional Tingkat Tsanawiyah) di Jakarta, FLS2N cabang Tilawah di Surabaya


SAJAK-SAJAK ANISAH

 

ilustrasi: google


Duka Ibu Pertiwi


Langit mengucurkan air mata cinta

Manusia menerima kabar duka

merasakan derita

Alam bersedih

telah menyerahkan jiwa raganya untuk manusia

diserahkan buah manisnya, tubuh kuatnya

Semua dibabat manusia tanpa  semena-mena


Jika hujan datang tak ada lagi yang bisa menahan

Semua mengalir tak terkendali melahap ribuan rumah

menyengsarakan semua insan

Mengapa kau habiskan hutan untuk mall-mall kebanggaan

pabrik-pabrik impian

villa-villa hiburan dan 

untuk perumahan 


Magelang, 19 Februari 2021


Gigil Peronda


Pukul tiga dinihari

peronda tidur di pos

didekati sosok wanita telanjang

Sosok itu minta ditiduri dengan penuh birahi

Peronda menggigil tidak bisa bicara


Teringat ayat-ayat dari ustadz di musholla

terucaplah surat Annas

Pergilah sosok wanita dari pos ronda


Bersyukurlah peronda terhindar dari godaan

memang manis wajahnya hingga dilamar kuntilanak

tanpa busana


Magelang, 19 Februari 2021


Anisah. Kelahiran, Magelang, 19 Agustus 1966. Nama Pena, Annisa Merjam, Alumnus Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia -  IKIP Yogyakrta, Alumnus Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia - Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta, Alumnus Magister Studi Agama Islam - Universitas Islam Indonesia Yogyakarta. Mengajar Bahasa Indonesia di Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Magelang. Penulis laporan dan berita pada Majalah Rindang, menulis artikel pada Majalah Sejahtera (2020), menulis puisi pada Surat Kabar Harian Cirebon (2020), Kompassiana.com (2020)

Terangkum dalam buku: Madah Merdu Kamadhatu (2017), Dharma Asmaraloka (2017), Tadarus Puisi (2019), Penyair Cantik dengan Karya Cantik (2019), Anak Cucu Pujangga (2019), Indonesian Journey (2019), Tadarus Puisi (2020), Puisi Sampah (2020),  Corona (2020), Ibuku Surgaku (2020), Misteri Rasa dari Isyarat Semesta (2020), Bumbu Hidup (2020), Taman di Seberang Ingatan (2020), Sang Acarya (2021), Buku Antologi Cerpen, Keajaiban Waktu (2020)

Buku puisi tunggalnya, yaitu:

Tari Soreng (2019). Menjadi anggota komunitas puisi Lumbung Puisi, Komunitas dari Negeri Poci, Mas Peci, Guru-Guru Puitis, Competer Indonesia, Kepul. Jrakah

SAJAK-SAJAK MUHAMMAD ASQALANI eNeSTe

 

ilustrasi:google


Anak-anak Hemoglobin (I)


Ada yang tertidur di detak nadiku, Tuhan berwarna merah terjaga selalu. Yang mengalir itu; ibuku.


Kubang Raya, di Febryan 2021


Anak-anak Hemoglobin II


Setangkai bayam, setungkai tulang, berendam di mataku. Secangkir darah ibu membeku, rahim adalah menu.


Kubang Raya, di Febryan 2021


Anak-anak Hemoglobin III


Anemia melata. Darah tinggi di dalam gelas. Waktu pecah, pergelangan nadi basah. Mata ibu adalah darah.


Kubang Raya, di Febryan 2021



Muhammad Asqalani eNeSTe. Youtuber di Dunia Asqa. Mentor menulis puisi. Mempelajari banyak bahasa di antaranya Belanda, Portugis, dan Spanyol. Suka mengamati yang diam diam-diam. IG: @muhammadasqalanie

RAHASIA TULANG EKOR

ilustrasi:google

buletinkapass.com-Mungkinkarena kesibukan kita dengan urusan dunia, karena kesibukan menuntut ilmu keduniaan demi mendapatkan lembaran ijazah sehingga banyak hal terpenting dalam diri kita sendiri yang kita tidak ketahui, padahal dalam diri terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah dan tanda-tanda kekuasaan Allah itu hanya bisa dilihat oleh orang yang beriman, berakal atau berfikir, bersabar dan bersyukur. Salah satu tanda kekuasaan Allah itu adalah "Kui-kui" atau tulang ekor, atau dalam bahasa agama disebut tulang sulbi. 

Saya saja yang selama ini rajin memposting tulisan-tulisan agama belum pernah membahas dan memposting perkara "Perkui-kuian", padahal perkara ini saya sudah tahu pada tahun 2010,yaitu saat mengkaji dan meneliti tentang perjalanan hidup manusia mulai dari alam roh di atas langit, lalu ke alam rahim ibu, sampai ke surga dan neraka. Penelitian yang saya lakukan pada tanggal 25-30 Ramadhan 1421 H atau tanggal 4-9 September 2010. Subhanalah, sungguh Allah Maha tahu dan Maha kuasa atas segala sesuatu. 

Dari penelitian itu saya tahu bahwa ternyata manusia itu adalah makhluk yang berekor buktinya punya tulang ekor. Pantasan, dalam Al Quran manusiapun digolongkan sebagai makhluk melata (simak QS. Asy Syuura:29), padahal makhluk melata yang kita kenal adalah seperti cicak,  tokek, biawak, buaya dan komodo. Cuma ekor manusia tidak seperti ekor  binatang. Namun, kadang perbuatan manusia yang membuat orang lain melihat ekornya memanjang keluar sehingga menyebutnya "lelaki buaya" atau "buaya betina". Umat Islam yang ikut-ikutan melakukan tradisi Yahudi dan Nasranipun menjulur keluar ekornya sehingga disebut "Kadal Gurun" disingkat "Kadrun", cuma  karena tersinggung sehingga kadal gurun ini balik menyerang dengan mengatakan bahwa orang-orang yang benci syirik dan bid'ah yang disebut kadal gurun. Para pejabat koruptorpun menjulur keluar ekornya sehingga disebut "Tikus Berdasi". Orang yang menjadi sebab terjadinya masalahpun keluar ekornya sehingga disebut "Kambing Hitam".

Kita kembali ke tulang ekor kita. Ada beberapa hal yang wajib kita ketahui dari tulang  ekor kita, agar ekor kita tidak menjulur keluar seperti buaya, kadal gurun, tikus dan kambing hitam, antara lain:

1. Pada tulang ekor ada bibit manusia sebesar biji zarrah/bayam. Dari sinilah sumbernya bibit bayi keluar bersama sperma lalu terbang dan mendarat di rahim wanita bertemu dengan dzat  yang didatangkan Allah dari tulang dada wanita (simak QS. Al A'raaf:72 dan At Tariq: 7). Saat bibit dan dzat ini terbang maka manusia mengalami kenikmatan yang luar biasa, laki-laki merasakan kenikmatan itu di sekitar wilayah tulang ekor sedangkan wanita merasakan di sekitar wilayah tulang dada. 

2. Bibit manusia dalam tulang ekor itu akan kekal sampai kiamat, tidak akan hancur dan laput walaupun dibakar, ditumbuk dengan benda keras dan tidak akan lapuk walau direndam air sampai ribuan tahun. Karena meterinya amat kecil, dan kita tidak bisa tahu yang mana bibit manusia di antara abu manusia yang mati terbakar. Tanah bisa memakan semua bagian tubuh manusia kecuali tulang ekor,yang sebesar biji bayam, dan darinya kamu akan dibangkitkan (HR. Ahmad). 

3. Bibit manusia tersebut setelah kiamat akan direndam oleh Allah dengan air hujan selama 40, entah 40 hari atau 40 tahun,hanya Allah yang tahu, lalu tumbuhlah manusia seperti tumbuhnya sayuran dari bibit-bibitnya itu (HR. Bukhari dan Muslim). Cuma tumbuhnya manusia berada dalam kondisi yang berbeda-beda sesuai kondisi keimanan dan kerakwaannya, ada yang sempurna dan ada yang cacat. Ada yang terlindungi dari pancaran sinar matahari dan ada yang kepanasan. Dan yang paling beruntung adalah muazin masjid yang dalam sehari 5 kali memanggil umat Islam untuk shalat. Mereka akan diberi pakaian  emas, dijemput dengan kereta emas lalu ditempatkan di tempat yang tinggi lagi aman. 

4. Tulang ekor ibarat sumur yang tidak pernah kering, semakin tua semakin berisi. Bibit manusia dalam tulang ekor bila melahirkan ribuan dan bahkan bibit manusia, cuma hanya beberapa saja yang bisa menembus kuning telur wanita karena gawat bila ada 100 yang bisa menembus dan semuanya menjadi janin manusia. Bibit inilah yang menjadi manusia yang bertulang ekor, dan melahirkan lagi manusia yang bertulang ekor hingga terjadi kiamat. Seandainya manusia tidak membuang- buang bibitnya waktu remaja atau salah menyimpan bibit, maka istri bisa melahirkan sampai 100 hingga ribuan anak. Tulang ekor laki-laki akan terprodusi tanpa ada batasan, kecuali kalau sudah impoten, mati syahwat atau sakit yang merusak fungsi alat reproduksi. Berbeda dengan wanita, ada batasan kesuburan rahimnya, yaitu kalau sudah  manupause maka akan seperti tanah yang kering di musin kemarau, yang retak dan tidak mampu lagi menumbuhkan bibit, kecuali Allah memberinya keajaiban. Makanya jangan heran bila pada laki-laki, yang walau giginya tinggal dua dan sudah berbau liang lahat, masih bisa berproduksi, karena seperti keladi, semakin tua semakin jadi. 

5. Tulang ini adalah memori Allah yang disimpan ditubuh manusia yang merekam seluruh perkataan dan perbutan manusia, bagaikan kotak hitam pada pesawat terbang. Memori ini akan aktif terus sampai manusia meninggal dunia, walaupun berusaha menutup tulang ekornya dengan isolasi lakban hitam 10 lapis. Kecuali kalau manusia membuang tulang  ekornya maka memorinya pun "off" karena manusianya juga sudah "off", karena tulang ekor yang terganggu saja membuat manusia "setengah mati" apalagi kalau dipotong lalu dibuang. 

6. Tulang ekor adalah pusat kekuatan manusia yang bersambung dengan otak. Banyak masaalah yang bisa timbul kalau tulang ekor retak, memar atau bergeser, bisa membuat manusia sering sakit kepala, terasa duduk di atas bara api, dan bisa lumpuh. 

Dari informasi singkat di atas, maka kita perlu berhati-hati dalam berkata dan berbuat, karena Allah akan merekam atau mencatat seluruh perkataan manusia dan sebesar zarrahpun kelak akan diperlihatkan dan dibalas oleh Allah (QS. Al Zalzalah:7-8), karena semuanya telah terekam oleh memori Allah dalam tulang ekor. Dan Allah tidak akan pernah menzalimi seseorang sebesar zarrahpun. Kalau ada amal kebaikan manusia sebesar zarrah, Allah akan melipatgandakannya dan memberikan pahala yang besar dari-Nya (simak QS. An Nisaa:40).

Selama memori itu masih terpasang di tulang ekor kita, maka kita tidak akan bisa lari atau bersembunyi dari jangkauannya, karena CCTV buatan Allah ini jauh lebih canggih dari CCTV buatan manusia yang kameranya bisa ditutup atau dirusak. Karena merusak CCTV ini sama dengan membunuh diri sendiri. Makanya CCTV ini disembunyikan di tulang ekor, bukan dinampakkan di ubun-ubun manusia. Kalau nampak di ubun-ubun mungkin orang akan menutup akan mengganggu, tetapi kalau simpang di tulang ekor maka siapa yang berani ganggu. Allah yang lebih tahu. 

Makanya di dunia ini koruptor bisa saja bebas dari tututan jaksa di pengadilan, tetapi di depan Pengadilan Allah, kartu memori ini akan diputar  kembali. Para pelaku bid'ah dan syirik, di dunia ini bisa bebas melakukannya dan menganggapnya baik, bisa bebas menghujat, mencaci maki ulama yang mengajaknya meninggalkan syirik dan bid'ah, tetapi di Pengadilan Allah memori amalan kita ini akan diputar di layar lebar lalu dicocokkan dengan Al Quran dan As Sunnah, dihadirkan Rasulullah sebagai saksi. Allah akan selalu bertanya kepada Rasul yang diutus, "Seperti itukah yang engkau ajarkan kepada hamba-Ku atau kepada anak cucumu". Kalau Rasulullah menjawab "Ya" maka selamatlah kita, tetapi kalau menjawab "Tidak" maka celakalah kita.


||hpai

DILEMA COVID19 DI INDONESIA

 

(ilustrasi:google)


buletinkapass.com-Dalam sebuah media asing bernama Bloomberg yang memprediksi jika dibutuhkan 10 tahun Covid-19 hilang di Indonesia. Hal senada juga di tulis oleh detik dan iNews

Predikisi itu kiranya tidak berlebihan ketika dihadapkan dengan realitas kondisi di Indonesia saat ini, mungkin hingga beberapa tahun ke depan. 

Penanganan pandemi membutuh keseriusan, kebersamaan dan kekompakan, dan optimasi pemanfaatan sumber daya.

Kerja pemerintah Indonesia dalam menangani pandemi masih belum bisa dibilang serius. Kebijakan berubah-ubah bersifat "coba-coba" jauh dari kategori konseptual melibatkan kajian dan pikiran sistematik (ahli/akademis). Salah satunya, diketahui bahwa ternyata pemerintah Indonesia tidak memiliki data "real time" paparan pandemi sebagai landasan utama menentukan kebijakan penanganan, oleh karena lemahnya sistem data. 

Kiranya sulit untuk mengatakan bahwa penanganan pandemi di Indonesia penuh kebersamaan dan kekompakan. Banyak faktor yang menghambat kebersamaan dan kekompakan yang dimaksud. 

Secara teknis, keluasan wilayah Indonesia mempersulit konsolidasi dan koordinasi. Hambatan yang lebih besar lagi pada ranah intensi. Perang antar geng kapital berebut kendali politik dan ekonomi membelah elitis (hingga rakyat), pikiran dan energi nyaris terkuras habis untuk mengurus kepentingan politik dan ekonomi. 

Pemilu 2024 masih jauh, tapi elitis sudah sibuk bermanuver saling serang saling jegal. Dampaknya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah makin merosot tajam. Dari mana pasal terbangun kebersamaan dan kekompakan?

Sumber daya ekonomi, lemah. Sumber daya politik, lemah. Dengan sendirinya sumber daya manusia juga ringkih. Jer basuki mawa bea. Memang dilema, tapi harus menentukan skala prioritas. Sudah bukan rahasia lagi bahwa anggaran untuk penanganan pandemi jauh lebih kecil dibanding anggaran penyelematan ekonomi (pemodal besar). Dana yang relatif terbatas pun masih dikorupsi berjamaah. Bikin kebijakan apa pun tanpa ditopang profesionalitas dan logistik (dana) yang memadai niscaya ambyar.

Itulah lebih kurang garis besar realitas yang terjadi di Indonesia. Ini bukan untuk menakut-nakuti, tapi agar kita semua siap menghadapi segala kemungkinan, ketika rakyat memang harus total memikirkan sendiri keselamatannya. 


||red

MENGENAL TRADISI ADAT DAN BUDAYA MASYARAKAT SASAK

 

(Ilustrasi:Google)

buletinkapass.com-Masyarakat Lombok yang tinggal di desa-desa masih sangat mempertahanakan adat istiadat dan sistem norma dalam kehidupan kesehaariannya. Masing-masing dusun atau desa mempunyai awiq-awiq (aturan) dusun yang diterapkan oleh para tokoh agama, tokoh mayarakat dan bagi mereka yang elanggar akan dikenakan sanksi sesuai kesepakatan.

Sisitem pelapisan sosial tradisional masyarakat berasaskan triwanangsa (asas tiga keturunan) pada masyarakat suku sasak umumnya terdiri dari:  pertama tingkat tertinggi, yang termasuk di dalamnya raden atau datu (kalangan raja). Strata tertinggi ini biasanya disebut Raden atau Dadune bagi kaum laki-laki dan dende untuk kaum perempuan. Tingkat ke dua yaitu tingkat perdana yang termasuk di dalamnya permenak dan perbaba. Sedangkan kaum perempuan dari strata kedua ini ini sering disebut Lalu atau Baiq dan jika ketika sudah menikah sering disebut Mamiq dan Bini. Ketiga tingkat kuala yang terdiri dari Jajar Karang dan Panjak Pinang (hamba sahaya). Masyarkat ini sering dipanggil lok untuk laki-laki dan lak untuk perepuan yang belum kawin. Dan jika telah kawin maka akan dipanggil amaq dan inak untuk perempuan. Penetapan pelapisan sosial berdasarkan keturunan ini kemudian diplikasikan pada tatanan yang normatif yang disebut ajikrame. Ajikrame terdiri dari dua suku kata yaitu aji dan karma . aji berarti harga atau nilai sedangkan karma berarti suci atau terkadang berarti daerah atau kesatuan penduduk dalam wilayah adat. Dengan demikian ajikrama berarti lambang adat atau nilai suci dari suatu strata sosial adat sasak berdasarkan wilayah adatnya.

Tentang Ajikramenya masing-masing strata. Masyarakat yang berasal dari strata terendah (sepangan atau penanjak) atau yang disebut strata perwangsa perbapa dengan ajikrame 66 sampai 99, dan tertinggi strata perwangsa atau datu raden dengan ajikrame 100 sampai 200.162. namun demikian. Di daerah pujut atau bon jeruk raden ajikarmanya 200 sudah tidak ada, menak ajikramenya 100, perbaba sebesar 66, perdana sebesar 50, jajar karang sebesar 33-7/400.

Asas triwangsa sebagi pelapisan sosial tradisional menentukan keturunan dari garis laki-laki. Artinya anak yang dilahirkan dari sebuah perkawinanan akan mengikuti nasab pihak laki-laki, sehingga seorang laki-laki yang berstrata Lalu menikahi seorang wanita yang berstrata jajar karang maka anak yang lahir akan mengikuti strata Lalu. Anak yang dilahirkan dapat Lalu atau Baiq. Sebaliknya laki-laki yang berstrata janjar genjang yang menikahi strata raden maka anak yang lahir tidak akan mengikuti starata ibunya melainkan akan mengikuti strata ayahnya.

Namun asas triwangsa yang dianut oleh suku sasak ini ada perbandingan antara perempuan dan laki-laki yang akan melangsungkan sebuah pernikahan, perempuan yang memiliki strata Baiq tidak diperbolehkan menikah dengan laki-laki yang memiliki strata Jajar Karang, jika seorang perempuan yang memiliki strata Baiq melanggar adat yang telah digariskan oleh orang-orang terdahulu maka ia harus rela tidak diakuai sebagai anak/keluarga si strata Perdana atau dalam adat disebut membuang anak, anak perempuan tersebut akan dibuang bhakan tidak diakui lagi sebagai anak, sebuah adat yang sangat berat dan mungkin tidak mampu dilakukan oleh sebagain orang namun sebuah adat dan budaya tesebut tetap dijalankan oleh masyarakat lombok. Tradisi membuang anak ini dikait-kaitkan dengan cerita Nabi Nuh A.S yang telah membuang anaknya karena mambangkan atua yang sulit dikasi tahu tentang kebaikan.

Salah satu untuk menikahi sesorang gadis dilombok dengan cara Melariq ”melarikan”, namun ada juga yang sering menyebutnya merariq, memaling “mencuri”, yang memiliki makna dan arti yang sama yaitu melarikan seorang anak gadis dari rumahnya untuk diajak menikah. Namun Melariq “melarikan” gadis untuk diajak meikah pada pagi hari akan dikenakan denda oleh pemuka adat dendanya dalam bentuk uang yang diserahkan pada saat menjalankan adat Sorong Serah, agar laki-laki tidak dikenakan denda maka Melariq dilakasanakan pada malam hari. Setelah seorang laki-laki melarikan pujaannya hatinya dia akan akan bersembunyi “nyeboq” diluar Desa perempuan maupun laki-laki tersebut.

Mejati atau pemberitahuan kepada pihak perempuan (bukan keluarga perempuan tapi malalui pemuka adat daerah asal gadis tersebut dan pemuka adat yang mnyampaikan ke keluaraga si gadis) bahwa anaknya telah dilarikan dan bersembunyi disalah satu desa yang dilakukan oleh pemuka adat, kadus, kepala desa dimana tempat kedua mempelai itu bersembunyi. Dan lanjutlah yang dikatakan dengan acara Nyelabar. Nyelabar merupakan adat dimana kedua orang tua dari kedua mempelai melakukan pembicaraan tentang harga adat atu sering disebut Ajikrame nah ajikrame ini dibyar oleh pihak laki-laki untuk gadis yang ia larikan dengan membayar harga sesuai ajikrame yang telah tertulis diatas dan digantikan dengan uang. Namun anda harus membedakan antara ajikramen dengan maskahwin, karena ajikrame bukan maskawin yang diberikan kepada gadis tersebut. Beda ajikrame beda maskahwin. Setalah mendapatkan mufakat dari kedua orang tua mempelai. Beralihlah kita ke adat yang namanya sorong serah.

Sorong serah dilakasanakan setelah prosesi nyelabar dilakksanakan dengan mengundang orang banyak sebagai saksi atau bahasa orang lombok nanggep. Sorong serah diartikan pihak laki-laki menyerahkan ajikrama “harga” yang telah ditentukan oleh pemuka adat daerah tersebut. Prosesi sorong serah sangat kental dengan penggabungan adat dan agama yang tidak terlepas dari hakikat menuju sang khalik. 

Kita identifikasi yang digunakan pada saat melakukan sorong serah

Sapoq (ikat kepala)

Ikat kepala dikenakan dengan ujung menunjuk keatas, yang memiliki filosofi tentang tuhan yang maha esa, maha tinggi.

Baju dalamen putih

Memiliki filosofi tenantang kesucian

Baju jas hitam

Melambangkan kekuatan jahat yang ada pada diri manusia. Karena menjadi manusia seutuhnya itu sangatlah sulit.

Kris atau temaja 

Kris ditancapkan disebelah kiri yaiti 3 jari dibawah susu yang memiliki filosofi kerendahan hati, karena hati berada 3 jari dibawah susu yang tertusuk keris 

Cara duduk

Duduk bersila dengan tangan disilangkan diantara kedua kaki dengan tangan kanan dibawah. Biasa disebut dengan nama duduk rehan (menjangka Al-Qur’an) karen seluruh bagian tubuh adalah al-qur’an yang nyata. 

Bahasa yang digunakan

Bahasa yang digunakan adalah bahasa krama inggil

Setelah semua prosesi itu dilakuakan barulah dilaksanakan akad nikah. Namun setelah akad nikah ada salah satu adat yang dilaksankan namun itu tidak wajib yaitu nyongkolan yang diiringi oleh gendang bleq. Gendang bleqpun memiliki filosofi yang kenta akan ketuhanan salah satu contoh 2 buah gendang bleq yang memiliki filosopi menyebut dua kalima sahadat, 5 buah gong yang melambang rukun agama.

LOGO NW TERLARANG, BEGINI REAKSI WARGANYA

 



buletinkapass.com-Sejumlah pemuda Nahdlatul Wathan (NW) menyatakan sikap dan menyayangkan beberapa oknum yang melarang menggunakan logo NW dalam segala bentuk kegiatan, bagi mereka. Logo tersebut merupakan perlambangan perjuangan sejak NW baru didirikan oleh TGKHM Zainuddin Abdul Majid. selong februari,2021

Bagi mereka, Nahdlatul Wathan merupakan organisasi perjuangan yang dibangun sebagai organisasi keummatan. Pendiri Nahdlatul Wathan TGKH. M. Zainuddin Abdul Madjid mendirikan organisasi Nahdlatul Wathan sebagai wadah perjuangan untuk membangun bangsa dan Negara serta agama melalui pendidikan, sosial, dan dakwah. Terkait dengan adanya klaim terhadap lambang dan logo Nahdlatul Wathan oleh pihak tertentu adalah salah satu bentuk dan upaya privatisasi Nahdlatul Wathan, karena hak penggunaan dan perlindungan Lambang Nahdlatul Wathan itu masih melekat pada pemiliknya dan/atau (semua) ahli warisnya sampai 70 (tujuh puluh) tahun setelah wafat penciptanya.

Hal itu didasarkan pada ketentuan Pasal 58 Undang-undang No 28 tahun 2014 tentang Hak Cipta. Undang-undang tersebut menegaskan bahwa hak cipta adalah hak ekslusif pencipta (dalam hal ini Al-Maghfurlahu Maulanasyaikh TGKH. M. Zainuddin Abdul Madjid) yang timbul secara otomatis berdasarkan prinsip deklaratif. Berdasarkan Undang-undang Hak Cipta tersebut, ahli waris TGKH. M. Zainuddin Abdul Madjid yang berhak atas penggunaan dan perlindungan lambang Nahdlatul Wathan adalah dua orang yakni: (1) Al-Ustazah Ummuna Hj. Sitti Rauhun ZAM, S.Ag., dan (2) Ummi Hj. Sitti Raihanun ZAM.

TONTON VIDEO LENGKAPNYA DISNI

Secara hukum, pencipta memiliki 2 hak, yakni hak moral dan hak ekonomi. Hak moral berkaitan dengan hak atas karya cipta yang melekat pada diri sang pencipta. Hak moral ini berfungsi untuk mencegah terjadinya mutilasi, debasement (penghancuran), dan destruction (pengerusakan) terhadap karya dan moralitas karya tersebut. Mengingat logo, nama, dan lambang Nahdlatul Wathan ini diabdikan untuk pendidikan, sosial,dan dakwah yang berorientasi nirlaba, maka segala pemanfaatan atau pengeksploitasian lambang, logo, dan nama organisasi Nahdlatul Wathan yang menyimpang dari tujuan mulia tadi, secara substantif merusak atau melanggar hak moral yang melekat pada penciptanya. 

Ada beberapa pernyataan sikap yang disampaikan oleh para kader NW yakni:

  1. Kami menolak Nahdlatul Wathan dijadikan sebagai milik pribadi sekelompok orang (privatisasi). Kami kader Nahdlatul Wathan akan terus bergerak menjaga organisasi Nahdlatul Wathan yang didirikan oleh guru kami Maulana Seikh TGKH. M. Zainuddin Abdul Madjid dari pembelokan-pembelokan tujuan organisasi. Gerakan penyelamatan organisasi wajib kami jalankan apapun resikonya.
  2. Kami kader Nahdlatul Wathan berkewajiban meneruskan dan mengembangkan perjuangan dengan wadah organisasi kemasyarakatan yang didirikan oleh Maulana Seikh TGKH. M. Zainuddin Abdul Madjid untuk terus dapat berperan aktif dalam pembangunan bangsa dan Negara serta agama.
  3. Kami menolak adanya pelarangan-pelarangan apalagi ancaman kriminalisasi terhadap acara peneguhan semangat juang kader Nahdlatul Wathan. Bahwa peneguhan semangat


DS

TEATER BARU YANG TAK BARU



buletinkapass.com-Peserta langganan ajang Festival Teater Pelajar Jakarta Barat yang satu ini sudah hampir sepuluh tahun eksis di program ekstra kulikuler sekolah, 'Baru Teater 56' namanya.

Berdiri sekitaran tahun 2010-2012 di Sekolah Menengah Atas Negeri 56. Tegal Alur Kecamatan Kalideres Jakarta Barat.

Bergonta-ganti sutradara bukan halangan untuk berkarya, dari Komarudin 2012-2019, diarsiteki pula oleh Yudha Rainantha sebagai sutradara, lalu diganti oleh Rizky Sihabudin beberapa bulan, dan saat ini Chabul Budiana yang menjadi sutradara. Berbagai plakat penghargaan bahkan trophy banyak dicapai oleh teater pelajar ini.


Ikatan Drama Jakarta Barat (INDRAJA) yang berkomitmen untuk mengedepankan generasi muda sebagai maskot teater.

Jakarta Barat akan terus bergerilya ke sekolah-sekolah demi mengabarkan bahwa program ekstrakulikuler teater harus menjadi kegiatan terdepan disetiap sekolah yang tentunya juga atas dukungan

Suku Dinas Kebudayaan dab Suku Dinas Pendidikan Jakarta Barat.


Semoga mempertahankan dan mengembangkan seni teater adalah kemewahan terakhir yang dimiliki pemuda.


||herry tany


Keris Mpu Gandring Jumlahnya 2


buletinkapass.com-Tulisan ini merupakan lanjutan dari tulisan sebelumnya: Keris Empu Gandring di Tangan RTGB?

Karena masih penasaran, sayapun mencoba membaca beberapa literatur tentang keris sakti mandra guna “di masanya” itu. 

Kali ini fokus saya adalah ungkapan RTGB yang menyebut bahwa keris Mpu Gandring banyaknya 2 buah. 1 di Jawa dan 1 dipegang RTGB.

“Alhamdulillah pengadek-adek maulanasyeikh masih ne arak Keris Mpu Gandring. Due luekne lek dunie. Sekek lek jawe sekek lek zainuddin tsani taokn,” ungkap RTGB dalam rekamannya di detik 0:05-0:18 yang banyak dibagikan ke berbagai platform media sosial itu soal kepemilikannya terhadap keris Mpu Gandring.

Dari semua literatur yang saya dapatkan, saya tidak menemukan satupun yang menyebut bahwa keris Mpu Gandring yang melegenda tersebut banyaknya 2 buah sebagaimana yang diutarakan RTGB. 

Entah mungkin karena para sejarawan taunya cuman 1 saja sehingga tidak ada yang mengulas keris buatan Mpu sakti itu banyaknya 2 buah. Lantas darimana sumber informasi RTGB sehingga dengan tegas berstatemen banyaknya 2 buah dan 1 saat ini berada padanya? 

Informasi dari RTGB itu sangat menarik jadi bahan penelitian ilmiah bagi para sejarawan ataupun pemerhati benda-benda pusaka. Mungkin bisa diajukan sebagai projek penelitian yang seksi untuk menambah literasi baru soal keris yang ada sejak abad ke 13 itu.


Yang bikin saya merinding ketika membaca literatur keris Mpu Gandring tersebut adalah hampir semuanya menyelipkan cerita mengerikan soal keberadaan keris ini. 

Keberadaanya dari awal telah membunuh mulai dari pembuatnya, pemesannya, dan beberapa orang penting lainnya yang bersentuhan dengan keris tersebut. Motifnyapun hampir sama: Dendam. 

Semoga kisah ini tidak terjadi juga pada yang “katanya” memegangnya saat ini. Saya pakai diksi “katanya” karena keberadaanya masih perlu dibuktikan oleh para pakar yang konsen meneliti dan mengkaji tentang benda pusaka sakti ini. Setidaknya “sakti” di zamannya.

zol

EKSTRAKULIKULER TEATER PRIMADONA DI JAKARTA




buletinkapass.com-Ikatan Drama Jakarta Barat (INDRAJA) sampai 'Hari ini' masih menjadi asosiasi setia yang memayungi masyarakatnya yaitu grup-grup teater para anggotanya.

Di era yang paling sulit saat ini seluruh pengurus Indraja tetap mengedepankan pengabdian yang sungguh luar biasa untuk memperjuangkan hak serta kewajiban para penggiat seni di dalamnya yang seluruh kegiatannya terhenti hampir dua tahun sampai sekarang.

Namun ide-ide terus diciptakan walau sedikit liar, tapi kami Indraja harus tetap eksis menjadi pelopor teater di Jakarta barat, sampailah pada ide penayangan biografi yang kami usung lewat #INDRAJAHARIINI 

memulai dengan biografi SMAN 95 salah satu langganan tetap Festival Teater Pelajar dengan Teater Semunya yang dibentuk tahun 2002 dan sebagai pendiri adalah Ibu Iin sebagai salah satu tokoh yang juga memfalitasi program ekstra kulikuler disekolah itu. 

Teater Semu sampai saat ini telah mendapatkan kurang lebih 50 sertifikat penghargaan lewat ajang yang di ikut sertakannya begitu juga trophy sebagai kebanggaan, kegiatan ekskul teater disekolah pun tidak pernah absen sampai saat ini.

Teater Semu 95 bermarkas di:
Jalan Satu Maret, Pegadungan Kalideres dengan Ridwan Arifin Naroy sebagai sutradaranya.


NEBULA
Didirikan di Jakarta pada hari Minggu tanggal 1 Mei 2016, teater ini bersifat Independent, Aspiratif, dan musyawarah.

Nebula bersekretariat di Jl. Nurdin IV No. 1 Grogol Jakarta Barat dibina oleh sutradara Umi Dian Mariana.

Ikatan Drama Jakarta Barat #INDRAJA benar-benar memperhatikan seluruh keluarganya dengan penayangan biografi grup melalui media sosial walau baru di Facebook saja. 

Ini salah satu pembuktian kerja pengurus yang tidak semata-mata hanya duduk diam menunggu program reguler berjalan, atau menunggu pihak yang punya anggaran menggelontorkan anggarannya untuk pengadaan pertunjukan.

Masyarakat teater Jakarta Barat harus hadir di tengah masyarakat umum dengan pengenalan jati dirinya walau hanya sebatas biografi agar tiada sekat kisah yang tidak terjawab.


Minggu 07 Febtruari 2021


PEMBENAHAN MUSEUM PAHLAWAN NASIONAL TGKH MUHAMMAD ZAINUDDIN ABDUL MADJID

 
‌bultinkapass.com-Pembenahan di area makam Almagfurullah TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid terus di lakukan Pasca di launching nya wisata religi Pahlawan Nasional TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid  pada kamis, 28 Januari 2021 oleh Bupati Lombok timur di Gadung Birrul Walidain mulai dari penerapan batas suci,  penentuan area parkir,  jalur keluar masuk peziarah dan juga beberapa kebutuhan pendukung yang terkait dengan Almagfurullah TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid yaitu Pelestarian Dokumentasi berupa museum. 
      Koordinator Humas tim pengembangan wisata religi Pahlawan Nasional TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, M. Irpan. M. Pd yang juga tokoh pemuda nahdlatul wathan ini mengatakan bahwa pengadaan museum Dokumentasi Pahlawan Nasional TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid adalah bagian dari master plan yang menjadi program Kerja tahap awal selain pembenahan area makam dan penataan kampung bermi yang menjadi kampung cikal bakal perjuangan beliau (red. Almagfurullah) dan juga kampung penyangga skitar bermi. Yang masuk ke grand desain. 
Di dampingi oleh Ashwan kailani yang sering di sapa kake Ashwan yang juga sebagai Tim pengelola dan pengadaan museum Pahlawan Nasional TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid pada museum Negeri nusa tenggara barat di mataram menambahkan bahwa selain museum yang di adakan di mataram tentunya di Pancor khususnya di tempat kelahiran dan titik awal perjuangan beliau (Almagfurlah) sangat perlu juga diadakan ruang/space utk memajang Dokumentasi berupa photo dan benda benda sejarah lainnya selain sebagai bukti sejarah pastinya juga sebagai ruang edukasi untuk melahirkan semangat perjuangan bagi kita generasi penerus nya. 
Lebih lanjut di katakan kake Ashwan yang adalah alumni pascasarjana institut seni Indonesia Denpasar ini bahwa pada tahap awal museum Dokumentasi Almagfurlah ini. Menampilkan beberapa photo,  dan karya tulis beliau ( Almagfurullah) juga buku buku hasil tulisan para akademisi dan peneliti lainnya.
Proses Kerja untuk mewujudkan museum yang bersertifikasi nasional adalah fokus Kerja kami. Sesuai dengan harapan dari kepala museum nusa tenggara barat di mataram. semoga secepatnya museum yang bertempat di Bangunan Birrul Walidain ini rampung dan segera akan kita Launching . Tutup nya.

jang.nusra

Adakah


 adakah rindu paling perih; selain jarak



selain waktu; selain apapun yang membuat detak jantungmu tidak mendebar di telapak tanganku


: ada harapan yang selalu berpendar; pada sisa waktu penantian


di koridor waktu itu, rindu memanjang antara gerbang juga persimpangan


Mengenaskan, Begini Kondisi Sungai Sanggeng


buletinkapass.com-Intensitas hujan deras terjadi dibeberapa wilayah Indonesia, termasuk wilayah Pancor Sanggeng Lombok Timur sejak 28 desember 2020 pagi hingga malam.

Semenjak itu, kemudian saya melakukan observasi terhadap tingkat luapan air sungai pasca 2 rumpun bambu menutupi arus sungai dan pemandangan yang mengerikanpun terlihat, daerah ini diterjang hujan yang cukup deras dengan intensitas tinggi. Sehingga menyebabkan luapan air sungai lebih tinggi dari biasanya.

Setelah itu, saya kemudian menemui ibu nur aini selaku pemilik tanaman bambu

"saya mulai khawatir, jika kondisi ini dibiarkan. maka akses jalan menuju kuburan akan terputus" ujar ibu nur aini yang sambil melotot melihat satu rumpun bambunya amblas akibat tanah yang tergerus air luapan sungai

"di depan sana juga sudah tergerus satu rumpun bambu" lanjut nur

saat ditanya, apakah kodisi ini sudah dilaporkan kepihak terdekat beliau menyatakan "kami hanya warga kecil, hanya mampu berharap dan menunggu pemerintah mengambil tindakan cepat, karena. hingga saat ini curah hujan masih lumayan tinggi" terangnya

Hingga kabar ini diturunkan, belum ada pihak terkait yang mengambil tindakan atas amblasnya pinggiran sungai yang mulai mengkhawatirkan tersebut

"kami khawatir, jika beberapa pohon dan rumpun bambu jatuh lagi sementara pihak berwenang tidak melakukan tindakan cepat dengan pembetonan pinggir sungai, mungkin akses jalan menuju kuburan akan amblas" 


||ysm