Sajak-sajak Syalmiah

 


Dengan penuh kebanggaan dan rasa terharu, saya ingin membagikan puisi yang baru saja dikirimkan oleh Syalmiah. Sebuah karya yang mampu menyentuh hati, penuh dengan emosi dan makna yang dalam. Setiap kata di dalamnya mengalir dengan keindahan yang luar biasa, membawa kita ke dalam dunia imajinasi dan perasaan yang mungkin sulit diungkapkan dengan cara lain.

Mari kita bersama-sama menikmati karya ini dan merenungkan pesan-pesan yang disampaikan melalui bait-bait indah yang terangkai. Selamat membaca!


Jejak Bercerita

 

januari yang dingin

aku rangkai asa dari kata dan rasa

anak dari seorang ibu

namanya berpilin di langit doa-doaku, Manting

 

di hidupku, angka 13 adalah teman

bukan pertanda atau simbol semata

tapi, langkah urai tiap detik dalam detak waktu 

bahwa keberanian tak mengenal kebetulan

 

kini, kususur hari dalam bingkai masa

untuk asa tak pernah karam

seperti perahu kecil gigih mendayung

pada cahaya di lingkar pagi

 

langkahku hari ini

adalah jejak bercerita

 

Kodam 2, 28 Januari 2025

 

Seberkas Cahaya

 

di sudut kecil

cahaya itu nyala makin besar

jadi buku dengan berlembar-lembar halaman

pintu ke dunia luas tiada batas

 

anak-anak datang bawa mimpi mereka

katanya esok ia akan terbang menggapai bintang

ada juga yang datang dengan mimpi sederhana

sekadar melihat huruf-huruf menari di celah buku

 

rumah itu tempat mereka lepas lelah

sambil nikmati gurauan angin

membaca angan, membaca Indonesia

bahkan membaca Tuhan

 

jiwa-jiwa kanak berselimut rindu

ingin jadi pucuk-pucuk bunga yang mekar di hati

ingin jadi cahaya yang terangi nurani

ingin jadi lembaran kertas di buku semesta

 

rumah itu kini pelabuhan ilmu

maka, jika kau datang, bawalah rindu

sebab di sini, setiap sudut menyimpan waktu

hidupkan jiwa raih mimpi-mimpi besar

 

Kodam 2, 16 Januari 2025

Ibu, Rumah yang Tak Pernah Pergi

 

ada teduh tak pernah luruh

di balik senyummu yang sabar dan utuh

seperti rumah menunggu pulang

kau selalu di sana, di tiap sudut harap yang tenang

 

waktu mungkin bisa menggerus usia

tinggalkan jejak di kulit dan mata

tapi, cintamu abadi

seperti pintu yang terbuka setiap kali

 

ibu, kau adalah rumah yang tak pernah pergi

tempat kami temukan diri

dalam pelukmu, hilang segala resah

dalam dekapmu, luruh segala lelah

 

meski langkah jauh menjelajah

kau tetap jadi arah

sebab di hatimu yang lapang

ada tempat yang selalu menunggu

 

Kodam 2, 13 November 2024

 

 

Senandung Losari di Malam Minggu

 

malam minggu tiba, kotaku bercahaya

senandung Losari, diseling angin laut bercerita

anak-anak berlari sepanjang anjungan

cari bola lampu yang memancar terang

 

di pinggir jalan, pedagang sibuk tawarkan dagang

“pisang epe', pallubasa, sarabba bambang Daeng!”

wangi rempah menggoda lidah dan hati

menarik langkah, mana tahan?

 

kallolo na ana' dara tudang ri wiring tasik

berbagi kisah di antara debur ombak

resah gundah menguar seiring malam

kota ini tak pernah penat

 

dari ujung Losari hingga Kubah 99

senyum Makassar, dalam riuh yang tenang

malam minggu di sini selalu berbeda

berbalut tradisi dan cinta yang nyata

 

Kodam 2, 11 Januari 2025

 

 

Keterangan:

Pisang epe' = pisang yang dipipihkan lalu dibakar di atas bara

Pallubasa = masakan daging berkuah yang diberi kelapa sangrai

Sarabba bambang = sejenis wedang jahe panas

kallolo na ana' dara

 

Jejak Terserak

 

tahun berlalu

seperti angin tinggalkan harum

sebagian cerita tertinggal, sebagian lagi hilang

terserak di sepanjang waktu

 

ada tawa pecah di senja merah

ada air mata titik di gelap malam

jejak-jejak kecil goreskan warna-warni kenang

endap di bilik hati

 

kadang, ingin kupungut serpihan waktu

rangkai lagi jadi mimpi-mimpi indah

meski sebagian mimpi itu hilang ditelan masa

sisakan rindu-rindu yang hangat

 

2024, seperti daun-daun waktu yang gugur

daun itu ada yang singgah di ranting

lalu terempas ke tepi jalan

atau luncur ke bawah jembatan asa

 

kini, kutata langkah baru

dari ribuan kisah tersisa

bawa jejak terserak sebagai bekal

tulis cerita di tahun baru

 

Kodam 2, 10 Januari 2025

======================================================

Bionarasi

 

Syalmiah, seorang guru di SMP Negeri 34 Makassar. Dalam keseharian, ia gemar menulis puisi dan cerita pendek, menjadikan kata-kata sebagai media untuk menyuarakan kebaikan. Sejumlah bukunya dalam bentuk antologi nubar telah diterbitkan. Cita-citanya memberikan kontribusi bagi generasi masa depan. Saat ini, ia menimba ilmu di Asqa Imagination School (AIS). Ia dapat ditemui di Ig: Syalmiah_74

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama