Hujan Desember
Hujan Desember adalah deras puting
Ibu mengeluarkan air susu
Juga rengek amukku mendekap hangat
Untuk menyesapnya
Di hangat dadamu adalah surga
Bagi jiwaku yang bodoh juga cengeng
Di erat pelukmu adalah lautan doa
Kecup lembut dari getar bibir
Ibu, jika muara sunyi adalah kau
Maka aku adalah gemuruh paling
Gaduh yang ikut serta mengganggumu
Dalam pinta-pinta resah
Entah kenapa perihal tentangmu adalah
Luka, dosa dan hutang tak mampu kubayar
Tapi kasih dan cinta lunas kau tunaikan
Jadikan aku ibu, nama dan jiwa yang kau cinta
Sebelum dan setelah kematian
Madiun, 11-Desember-2020
Terkenang Jogja
Di Jogja aku terkenang
Jalan-jalan yang tak pernah tidur
Lampu-lampu tak pernah padam
Kursi-kursi selalu penuh
Di duduki pantat yang tak bisa mengeluh
Tidakkah kau ingin ke Malioboro lagi?
Canda dan tawa kita sudah kutinggalkan di sana
Pun dengan air mata sudah kusiramkan
Pada bunga-bunga
Di tepi trotoar
Di Jogja aku terkenang
Mungkin berkunjung
Ke Benteng Vredebrg
Adalah cara kita kembali
Ke masa lalu
Bukan tentang meriam jadul dan foto-foto sejarah
Tapi tentang perasaan
Yang tertinggal di sana
Kita butuh bicara untuk
Mengembalikan ingatan
Perlu berjalan bersama
Untuk mengejar
Langkah-langkah
Yang jauh tertinggal
Madiun, 15-Desember-2020
BACA JUGA SAJAK-SAJAK MOHAMAD ISKANDAR
TENTANG PENULIS
Lilis Karlina. Kelahiran, Madiun, 18 Juni 1997.
belajar di Asqa Imagination School (AIS).


Posting Komentar