SAJAK-SAJAK LILIS KARLINA

 

ilustrasi:google

Hujan Desember


Hujan Desember adalah deras puting

Ibu mengeluarkan air susu

Juga rengek amukku mendekap hangat 

Untuk menyesapnya


Di hangat dadamu adalah surga 

Bagi jiwaku yang bodoh juga cengeng

Di erat pelukmu adalah lautan doa

Kecup lembut dari getar bibir


Ibu, jika muara sunyi adalah kau

Maka aku adalah gemuruh paling 

Gaduh yang ikut serta mengganggumu

Dalam pinta-pinta resah 


Entah kenapa perihal tentangmu adalah

Luka, dosa dan hutang tak mampu kubayar

Tapi kasih dan cinta lunas kau tunaikan 


Jadikan aku ibu, nama dan jiwa yang kau cinta

Sebelum dan setelah kematian 


Madiun, 11-Desember-2020


Terkenang Jogja


Di Jogja aku terkenang

Jalan-jalan yang tak pernah tidur

Lampu-lampu tak pernah padam

Kursi-kursi selalu penuh 

Di duduki  pantat yang tak bisa mengeluh


Tidakkah kau ingin ke Malioboro lagi? 

Canda dan tawa kita sudah kutinggalkan di sana

Pun dengan air mata sudah kusiramkan

Pada bunga-bunga

Di tepi trotoar 


Di Jogja aku terkenang

Mungkin berkunjung 

Ke Benteng Vredebrg

Adalah cara kita kembali 

Ke masa lalu

Bukan tentang meriam jadul dan foto-foto sejarah

Tapi tentang perasaan 

Yang tertinggal di sana

Kita butuh bicara untuk

Mengembalikan ingatan

Perlu berjalan bersama

Untuk mengejar 

Langkah-langkah

Yang jauh tertinggal


Madiun, 15-Desember-2020


BACA JUGA SAJAK-SAJAK MOHAMAD ISKANDAR

TENTANG PENULIS


Lilis Karlina. Kelahiran, Madiun, 18 Juni 1997. 

belajar di Asqa Imagination School (AIS).

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama