Duka Ibu Pertiwi
Langit mengucurkan air mata cinta
Manusia menerima kabar duka
merasakan derita
Alam bersedih
telah menyerahkan jiwa raganya untuk manusia
diserahkan buah manisnya, tubuh kuatnya
Semua dibabat manusia tanpa semena-mena
Jika hujan datang tak ada lagi yang bisa menahan
Semua mengalir tak terkendali melahap ribuan rumah
menyengsarakan semua insan
Mengapa kau habiskan hutan untuk mall-mall kebanggaan
pabrik-pabrik impian
villa-villa hiburan dan
untuk perumahan
Magelang, 19 Februari 2021
Gigil Peronda
Pukul tiga dinihari
peronda tidur di pos
didekati sosok wanita telanjang
Sosok itu minta ditiduri dengan penuh birahi
Peronda menggigil tidak bisa bicara
Teringat ayat-ayat dari ustadz di musholla
terucaplah surat Annas
Pergilah sosok wanita dari pos ronda
Bersyukurlah peronda terhindar dari godaan
memang manis wajahnya hingga dilamar kuntilanak
tanpa busana
Magelang, 19 Februari 2021
Anisah. Kelahiran, Magelang, 19 Agustus 1966. Nama Pena, Annisa Merjam, Alumnus Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia - IKIP Yogyakrta, Alumnus Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia - Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta, Alumnus Magister Studi Agama Islam - Universitas Islam Indonesia Yogyakarta. Mengajar Bahasa Indonesia di Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Magelang. Penulis laporan dan berita pada Majalah Rindang, menulis artikel pada Majalah Sejahtera (2020), menulis puisi pada Surat Kabar Harian Cirebon (2020), Kompassiana.com (2020)
Terangkum dalam buku: Madah Merdu Kamadhatu (2017), Dharma Asmaraloka (2017), Tadarus Puisi (2019), Penyair Cantik dengan Karya Cantik (2019), Anak Cucu Pujangga (2019), Indonesian Journey (2019), Tadarus Puisi (2020), Puisi Sampah (2020), Corona (2020), Ibuku Surgaku (2020), Misteri Rasa dari Isyarat Semesta (2020), Bumbu Hidup (2020), Taman di Seberang Ingatan (2020), Sang Acarya (2021), Buku Antologi Cerpen, Keajaiban Waktu (2020)
Buku puisi tunggalnya, yaitu:
Tari Soreng (2019). Menjadi anggota komunitas puisi Lumbung Puisi, Komunitas dari Negeri Poci, Mas Peci, Guru-Guru Puitis, Competer Indonesia, Kepul. Jrakah

Posting Komentar