RAHASIA TULANG EKOR

ilustrasi:google

buletinkapass.com-Mungkinkarena kesibukan kita dengan urusan dunia, karena kesibukan menuntut ilmu keduniaan demi mendapatkan lembaran ijazah sehingga banyak hal terpenting dalam diri kita sendiri yang kita tidak ketahui, padahal dalam diri terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah dan tanda-tanda kekuasaan Allah itu hanya bisa dilihat oleh orang yang beriman, berakal atau berfikir, bersabar dan bersyukur. Salah satu tanda kekuasaan Allah itu adalah "Kui-kui" atau tulang ekor, atau dalam bahasa agama disebut tulang sulbi. 

Saya saja yang selama ini rajin memposting tulisan-tulisan agama belum pernah membahas dan memposting perkara "Perkui-kuian", padahal perkara ini saya sudah tahu pada tahun 2010,yaitu saat mengkaji dan meneliti tentang perjalanan hidup manusia mulai dari alam roh di atas langit, lalu ke alam rahim ibu, sampai ke surga dan neraka. Penelitian yang saya lakukan pada tanggal 25-30 Ramadhan 1421 H atau tanggal 4-9 September 2010. Subhanalah, sungguh Allah Maha tahu dan Maha kuasa atas segala sesuatu. 

Dari penelitian itu saya tahu bahwa ternyata manusia itu adalah makhluk yang berekor buktinya punya tulang ekor. Pantasan, dalam Al Quran manusiapun digolongkan sebagai makhluk melata (simak QS. Asy Syuura:29), padahal makhluk melata yang kita kenal adalah seperti cicak,  tokek, biawak, buaya dan komodo. Cuma ekor manusia tidak seperti ekor  binatang. Namun, kadang perbuatan manusia yang membuat orang lain melihat ekornya memanjang keluar sehingga menyebutnya "lelaki buaya" atau "buaya betina". Umat Islam yang ikut-ikutan melakukan tradisi Yahudi dan Nasranipun menjulur keluar ekornya sehingga disebut "Kadal Gurun" disingkat "Kadrun", cuma  karena tersinggung sehingga kadal gurun ini balik menyerang dengan mengatakan bahwa orang-orang yang benci syirik dan bid'ah yang disebut kadal gurun. Para pejabat koruptorpun menjulur keluar ekornya sehingga disebut "Tikus Berdasi". Orang yang menjadi sebab terjadinya masalahpun keluar ekornya sehingga disebut "Kambing Hitam".

Kita kembali ke tulang ekor kita. Ada beberapa hal yang wajib kita ketahui dari tulang  ekor kita, agar ekor kita tidak menjulur keluar seperti buaya, kadal gurun, tikus dan kambing hitam, antara lain:

1. Pada tulang ekor ada bibit manusia sebesar biji zarrah/bayam. Dari sinilah sumbernya bibit bayi keluar bersama sperma lalu terbang dan mendarat di rahim wanita bertemu dengan dzat  yang didatangkan Allah dari tulang dada wanita (simak QS. Al A'raaf:72 dan At Tariq: 7). Saat bibit dan dzat ini terbang maka manusia mengalami kenikmatan yang luar biasa, laki-laki merasakan kenikmatan itu di sekitar wilayah tulang ekor sedangkan wanita merasakan di sekitar wilayah tulang dada. 

2. Bibit manusia dalam tulang ekor itu akan kekal sampai kiamat, tidak akan hancur dan laput walaupun dibakar, ditumbuk dengan benda keras dan tidak akan lapuk walau direndam air sampai ribuan tahun. Karena meterinya amat kecil, dan kita tidak bisa tahu yang mana bibit manusia di antara abu manusia yang mati terbakar. Tanah bisa memakan semua bagian tubuh manusia kecuali tulang ekor,yang sebesar biji bayam, dan darinya kamu akan dibangkitkan (HR. Ahmad). 

3. Bibit manusia tersebut setelah kiamat akan direndam oleh Allah dengan air hujan selama 40, entah 40 hari atau 40 tahun,hanya Allah yang tahu, lalu tumbuhlah manusia seperti tumbuhnya sayuran dari bibit-bibitnya itu (HR. Bukhari dan Muslim). Cuma tumbuhnya manusia berada dalam kondisi yang berbeda-beda sesuai kondisi keimanan dan kerakwaannya, ada yang sempurna dan ada yang cacat. Ada yang terlindungi dari pancaran sinar matahari dan ada yang kepanasan. Dan yang paling beruntung adalah muazin masjid yang dalam sehari 5 kali memanggil umat Islam untuk shalat. Mereka akan diberi pakaian  emas, dijemput dengan kereta emas lalu ditempatkan di tempat yang tinggi lagi aman. 

4. Tulang ekor ibarat sumur yang tidak pernah kering, semakin tua semakin berisi. Bibit manusia dalam tulang ekor bila melahirkan ribuan dan bahkan bibit manusia, cuma hanya beberapa saja yang bisa menembus kuning telur wanita karena gawat bila ada 100 yang bisa menembus dan semuanya menjadi janin manusia. Bibit inilah yang menjadi manusia yang bertulang ekor, dan melahirkan lagi manusia yang bertulang ekor hingga terjadi kiamat. Seandainya manusia tidak membuang- buang bibitnya waktu remaja atau salah menyimpan bibit, maka istri bisa melahirkan sampai 100 hingga ribuan anak. Tulang ekor laki-laki akan terprodusi tanpa ada batasan, kecuali kalau sudah impoten, mati syahwat atau sakit yang merusak fungsi alat reproduksi. Berbeda dengan wanita, ada batasan kesuburan rahimnya, yaitu kalau sudah  manupause maka akan seperti tanah yang kering di musin kemarau, yang retak dan tidak mampu lagi menumbuhkan bibit, kecuali Allah memberinya keajaiban. Makanya jangan heran bila pada laki-laki, yang walau giginya tinggal dua dan sudah berbau liang lahat, masih bisa berproduksi, karena seperti keladi, semakin tua semakin jadi. 

5. Tulang ini adalah memori Allah yang disimpan ditubuh manusia yang merekam seluruh perkataan dan perbutan manusia, bagaikan kotak hitam pada pesawat terbang. Memori ini akan aktif terus sampai manusia meninggal dunia, walaupun berusaha menutup tulang ekornya dengan isolasi lakban hitam 10 lapis. Kecuali kalau manusia membuang tulang  ekornya maka memorinya pun "off" karena manusianya juga sudah "off", karena tulang ekor yang terganggu saja membuat manusia "setengah mati" apalagi kalau dipotong lalu dibuang. 

6. Tulang ekor adalah pusat kekuatan manusia yang bersambung dengan otak. Banyak masaalah yang bisa timbul kalau tulang ekor retak, memar atau bergeser, bisa membuat manusia sering sakit kepala, terasa duduk di atas bara api, dan bisa lumpuh. 

Dari informasi singkat di atas, maka kita perlu berhati-hati dalam berkata dan berbuat, karena Allah akan merekam atau mencatat seluruh perkataan manusia dan sebesar zarrahpun kelak akan diperlihatkan dan dibalas oleh Allah (QS. Al Zalzalah:7-8), karena semuanya telah terekam oleh memori Allah dalam tulang ekor. Dan Allah tidak akan pernah menzalimi seseorang sebesar zarrahpun. Kalau ada amal kebaikan manusia sebesar zarrah, Allah akan melipatgandakannya dan memberikan pahala yang besar dari-Nya (simak QS. An Nisaa:40).

Selama memori itu masih terpasang di tulang ekor kita, maka kita tidak akan bisa lari atau bersembunyi dari jangkauannya, karena CCTV buatan Allah ini jauh lebih canggih dari CCTV buatan manusia yang kameranya bisa ditutup atau dirusak. Karena merusak CCTV ini sama dengan membunuh diri sendiri. Makanya CCTV ini disembunyikan di tulang ekor, bukan dinampakkan di ubun-ubun manusia. Kalau nampak di ubun-ubun mungkin orang akan menutup akan mengganggu, tetapi kalau simpang di tulang ekor maka siapa yang berani ganggu. Allah yang lebih tahu. 

Makanya di dunia ini koruptor bisa saja bebas dari tututan jaksa di pengadilan, tetapi di depan Pengadilan Allah, kartu memori ini akan diputar  kembali. Para pelaku bid'ah dan syirik, di dunia ini bisa bebas melakukannya dan menganggapnya baik, bisa bebas menghujat, mencaci maki ulama yang mengajaknya meninggalkan syirik dan bid'ah, tetapi di Pengadilan Allah memori amalan kita ini akan diputar di layar lebar lalu dicocokkan dengan Al Quran dan As Sunnah, dihadirkan Rasulullah sebagai saksi. Allah akan selalu bertanya kepada Rasul yang diutus, "Seperti itukah yang engkau ajarkan kepada hamba-Ku atau kepada anak cucumu". Kalau Rasulullah menjawab "Ya" maka selamatlah kita, tetapi kalau menjawab "Tidak" maka celakalah kita.


||hpai

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama