This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sasakustik Gelar Ritual Jungle Stage



buletinkapass.com-sejumlah pemuda yang tergabung dalam sasakustik menggelar acara yang bertajuk jungle stage. sabtu/26/19

Jopi selaku pendiri sasakustik saat ditanya tentang tema kegiatan menerangkan bahwa, “jungle stage memang sengaja diambil sebagai brand dari kegiatan ini. Kami ini kan lahir dari pelosok kampung dan itupun paling utara di kecamatan Sikur”. Terangnya

“kegiatan ini bertujuan untuk mencari orang-orang yang berbakat dalam musik namun tidak tahu akan mengekpresikan diri kemana, maka jungle stage adalah wadah yang mencoba menjawab keresahan tersebut. Dimana kami menyiapkan alat sederhana berupa musik dan sound, semua boleh tampil menunjukkan bakatnya. Entah itu atas nama personal ataupun grup” tegas jopi

Saat ditanya tentang agenda kegiatan, jopi menerangkan bahwa “acara ini akan dilaksanakan satu bulan sekali yaitu di ahir bulan. Tepatnya, malam minggu dengan lokasi yang berubah-ubah dari satu lokasi dan lokasi lainnya”. “insya allah ke depannya, acara ini akan kami laksanakan dalam sekala yang lebih besar. Untuk saat ini kegiatan tersebut hanya fokus ke kampung-kampung dan desa-desa” lajut jopi

Ada beberapa orang yang sempat mengisi acara malam itu, Toms & Rudy, Ruly & Friend, Dream dan dari pihak penonton yang unjuk bakat ada Jales dan Coky Fingers. Ungkap jopi saat ditanya siapa saja pengisi acaranya

||red

Cerita Pahit Ponpes Al-Hafiz




buletinkapass.com-waktu itu, saya mendapatkan cerita dari seorang teman bernama Subari tentang sebuah Pondok Pesantren (ponpes) bernama Al-Hafiz yang terletak di Gubuk (kampung) kelikit (lalat) Desa Kerongkong yang telah banyak mencetak para hapiz.

Tentang Ponpes ini sebenarnya beberapa kali sudah saya tahu dua kali dari youtube dan satu kali diacara sebuah stasiun TV swasta, dan yang paling membuat penasaran saya adalah dengan salah satu peserta didiknya yang berhasil masuk kelas dunia dalam lomba hafiz. Tentu ini adalah bukan sebuah prestasi yang bisa dianggap remeh.

Berdasar atas rasa penasaran itu pula, saya kemudian mengunjungi ponpes al-hafiz yang terletak di gubuk kelikit tersebut tepat pada tanggal 25 oktober 2019 setelah sebelumnya membuat janji untuk bertemu dengan kepala yayasan ponpes tersebut.

Saya, Azmi dan Subaripun berangkat menuju gubuk dengan mengendarai sepeda motor. Butuh waktu kurang lebih sekitar 25-30 menit untuk mencapai lokasi tersebut dari kantor redaksi buletinkapass.com dengan mengambil jalan pintas Lendang Bedurik.

Akses jalan menuju ponpes ini bisa dibilang belum terlalu bagus, karena di beberapa titik jalan Desa Kerongkong terdapat lubang dan beberapa titik jalan dengan kondisi aspal mengelupas, sungguh sebuah kondisi yang sangat memprihatinkan.

Sekitar 10 menit, saya dan azmi duduk di sebuah berugak. Sementara itu, subari menuju ruang bagian entah mana “pindah ke sana yuk” kata Subari sambil menunjuk berugak lain di dekat gerbang masuk Ponpes. Kamipun, bergegas menuju tempat yang ditunjuk. Setelah lima menit kami menunggu, datang seorang laki-laki berbadan kurus dengan menggunakan baju putih dan celana agak gelap menghapiri kami. Setelah mengucapkan salam lelaki itu kemudian berkata “bagaimana”, sayapun menjelaskan maksud kedatangan kami dan dari sinilah muasal sebenarnya cerita tentang pahit getirnya ponpes al-hafiz

“pondok ini, berdiri membawa kronologi. Dia di dalam ceritanya, umurnya sebenarnya dua tahun yang lewat umurnya sudah 23 tahun itu dalam ceritanya”
“kemudian kalau dalam fakta, hingga yang sekarang umurnya 6 (enam) tahun, nah di dalam proses menjalani sehingga dia berdiri seperti ini lama saya harus mengembara. Mengembara mencari orang yang siap untuk membantu pondok, karena ya mohon maaf. Ada yang harus saya lanjutkan untuk perjuangan pondok ini namanya Datok Tuan Guru Abdus Somad, beliau dimasa-masa maulanasyikh. Sebelum maulanasyikh datang beliau sudah mengembara ke Lombok Tengah tepatnya ada di Montong Gamang kemudian di Kuangpati, Lendang Are. Nah, wilayah-wilayah pegunungan itu. Kemudian di wilayah-wilayah Lombok Timur di Bebidas, sudah saya bertemu dengan murid beliau di sana juga. Nah beliau yang menceritakannya, kemudian cerita tersebut terus berkembang dan berkembang. Ibu saya al marhumah berpesan ‘kamu harus melanjutkan perjuangan datokmu’ itu dari tahun 1992. Dari tahun itu, sudah di doktrin ‘kamu harus melanjutkan perjuangan datokmu’, ‘iya’, kita masih kecil masih belum tahu tentang bagaimana berjuang. Saya bilang ‘iya doang’ iya, dan iya. Sampai di detik-detik beliau mau meninggal dunia pun seperti itu, tahun 2002.”


||red

Irisan antara Praktik Seni Media dan Fiksi Ilmiah

(dokumen.portalteater)


buletinkapass.com-Direktorat Kesenian Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mempersembahkan karya seni instalasi media kelas dunia pada Festival Seni Media Internasional tahun ini. dilansir media portalteater, bahwa kegiatan ini event seni media tahun kedua mengusung tajuk Instrumenta: Machine/Magic, yang bertujuan melihat irisan-irisan yang inheren dan niscaya antara seni media dengan fiksi ilmiah sebagai konsep maupun praktik. Direktur Artistik Instrumenta Agung Hujatnikajennong menuturkan, “dengan mempersoalkan sains teknologi dan budaya yang dihasilkannya, karya-karya fiksi ilmiah maupun seni media memenuhi kebutuhan manusia untuk keluar melampaui kenyataan sehari-hari dan kesadaran “normal”. Machine/Magic akan menampilkan karya-karya 28 seniman, tujuh di antaranya berasal dari luar negeri, 21 lainnya dari Indonesia. Event ini berlangsung sepanjang 23 Oktober hingga 19 November 2019 di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta. Pada saat malam pembukaan nanti, Rabu (23/10), akan ditampilkan pentas musik dari KULTse dan Monica Hapsari. Musisi terakhir ini sebelumnya melakukan show pada seremoni pembukaan Proyek Seni Perempuan Perupa di Galeri Cipta II, Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Yang paling menarik dalam festival ini adalah penampilan video performa seniman Australia, Stelarc, yang dikenal melalui eksperimen-eksperimennya dengan tubuh. Pada 2006, misalnya, Stelarc mencangkok sel daun telinga manusia yang ditumbuhkan pada lengannya. Sementara itu, salah satu karya dari Indonesia ialah instalasi kolaborasi Rega Rahman dan Bandu Darmawan yang berangkat dari riset mereka tentang Sudjana Kerton, pelukis yang secara terbuka mengaku pernah diculik alien. Tidak berhenti di situ, pengunjung juga akan disambut robot karya Dwiky KA yang dikendalikan oleh balita jenius yang terinspirasi oleh karakter dari novel Getaran, karya pelopor fiksi ilmiah Indonesia Djoko Lelono. Setidaknya, 28 seniman akan memamerkan karya-karya terbaik mereka yang bakal punya daya magis untuk mengetuk pintu hati penonton ibukota; memasuki arena penuh sensasi imajinatif, hingga akhirnya terpeseona pada keagungan mahakarya seniman.
1 2

Triana Wulandari Resmikan Pembukaan Pameran Hari Santri Nasional di Lotim



buletinkapass.com-Raturan orang santi memadati Gelanggang Olah Raga Yayasan Pendidikan Hamzanwadi Pondok Pesantren Darunnahdlatain Nahdlatul Wathan (GOR YPHPPD NW) kemarin, 22 oktober 2019.
Kegiatan yang mengusung tema Penguatan Nilai Kebangsaan di Pesantren tersebut mengangkat tajuk “merawat ingatan sejarah untuk memperkokoh keindonesiaan” dihadi oleh Ketua YPHPPD NW. H. Jamaludin, M.Kom dan ibu Dra Triana Wulandari, sebagai direktur sejarah kemendikbud.
Triana menerangkan saat konfrensi pers menerangkan bahwa pena bangsa baru tahun ini ke 5 (lima) Titik yaitu Lirboyo pada tanggal 2 oktober, yang ke dua untuk NTB di Pancor, setelah itu kita ke Aceh, Sumatra. Terus ke 4 kita ke Palu mewakili Sulawesi dan ke 5 kita ke Kalimantan di Banjarmasin.
Saat ditanya tentang target dari kegiatan, Triana menerangkan “pertama, tadi sudah saya sampaikan sesuai dengan judulnya yaitu penguatan nilai kebangsaan, kita juga ingin menyadarkan kepada seluruh masyarakat Indonesia, bahwa santri, pondok pesantren sejak dahulu dalam perjalanan sejarah punya peran memberi kontribusi yang besar untuk kemerdekaan Indonesia

Sementara itu dalam penyampainnya, HM. Djamaludin BE, M.kom selaku ketua YPH PPD NW Pancor menyampaikan rasa terimakasih kepada direktur sejarah kemendikbud atas kepercayaannya dan dari kami, kami menyampaikan sejarah dari maulana syikh dalam mendirikan pondok pesantren
Tontonton Video Lengkap disini

||red


Pemenang Nominasi Lomba Cipta Puisi Komunitas COMPETER Indonesia


buletinkapass.com-Setelah lama berkutat menunggu waktu, ahirnya para panitia lomba menulis puisi dari Comunitas Pena Terbang (competer) Indonesia merilis nominasi 3 juara dalam menulis puisi. Dua diantaranya adalah:

SEPANJANG JALAN DEMAK
MENUJU RIAU
 Oleh ; Wardah A. Z

Nyanyian Pohon-pohon dan kelokan sepanjang jalan deru bunyi mesin membising telinga
Aku kira jalan tak pernah berujung, ketika akal linglung
Cadas-cadas menggerutu karena imaji yang terus mengoyak kenang; nyanyian lanang riau menggedor pintupintu persinggahan hati

Gelak tawa burung menggema dalam ilusi, ketika bus yang kutumpangi menyusuri hutanhutan lebat; hanya ada selukis wajah dalam kubangan awan, wajahmu

Baitbait rindu kususun dalam kata yang tak teratur
Detak bunyi jarum jam seakan menyoroti wajahku dengan sinis
Mungkin ia cemburu, karena dalam lingkarannya hanya tampak wajah dengan lengkung senyum; kamu

Dari sepanjang perjalan Demak-Riau, aku merapal doa
Keinginan paling langit kubingkisi dengan tahmid
Empat mata akan beradu
Dalam pertemuan paling madu

Madura, 01/10/2019

Terbilur Kalam Rindu
: Riau-Demak

Oleh : Zhema

Riahi, di antara empat daratanmu yang terbelah,
Terbilur kalam rindu di atas nipahku,
hadir tersemai dari palung hati,
endapkan segala rasa,
saat jarak membentang
Demak-Riau.

Dhima, di depan Brown Canyon,
patutkah kecut hatiku mewabah?
Padahal, temali merah sudah tertambat; di dermagamu.
Ulurkan tanganmu, Riahi!
pastikan arah itu hanya
pada genggamanku,
kau kan damai di sana
berjalan dan berbagi kisah:
kau, aku dan benih cinta.

Duh, Gusti! Kulo angsal betuah Riahi

Selayang harapku tertiup sang bayu;
belum terkemas rapi
di bilik jantungmu.
Katakan apa yang harus kulakukan?
Serak-serak itu kan memuai menuju kehampaan.
Sudikah kau menghalau dan menjalanya?
Pun, selip ia rapat di
bejana renjana, redamlah!

Riahi, deburan hasrat hati
bukan karena elok rupa,
ia hadir murni dari anggunnya jiwa,
santun tuturan hentakkan sadarku,
"Di manakah selama ini kau tersimpan?"
Rasaku diabai dunia beribu tahun lamanya,
betapa rindu menghunjam.
Terpekur, tersudut,
batu kenaifan:
sangka engkau selamanya takkan ada.

"Demak-Riau!"

Deru rindu kita kini satu.
arungi kasih: bahagia.

(Museum Rindu, 16 Oktober 2019)

Puisi-Puisi Muhammad Asqalani eNeSTe



Katamu
: Bagus D Hananto

Katamu aku harus mengirim puisi ke Kompas, agar arah puisiku jelas, lugas, dan naik kelas. Lebih daripada itu agar aku jadi  pemikir yang tidak kebanyakan mikir, dan mangkir dari eksistensi diri sendiri.

Permintaanmu beban kawan, seperti cintaku yang kerap kali pingsan setiap kali melepas ciuman.

Katamu aku harus mengirim puisi ke Tempo, agar aku jadi penunggu yang tak sekadar menunggu, menunggu dengan sabar, berkarya dengan benar meski yang kutulis tak melulu kebenaran, tapi pengingkaran bahkan juga pertengkaran. Saat bathinku terkapar di kurusetra dan panah cinta tak kunjung meluka.

Tapi aku malu, pada bulu-bulu-bulu waktu yang menempel di hidungku, saat kuhirup rahasia terdalam kekasihku yang terbiru.

Kataku, aku ingin menulis ke mana saja, ke Afrika atau Kanada, ke semak belukar atau ke tanah lapang, ke sungai dan ke gunung, ke hidungmu yang tak mungkin mancung, ke dadamu yang kadang belatung, ke jantungmu yang degup antara jantan-betina. Ke mana saja.

Asal jangan ke rahasia majal yang tak kunjung berhasil menikam kita.

2019

Menatap Cover Bukumu Sambil Membayangkan Wajahmu yang Memuakkan
: B Dwi Hananto

Elegi jatuh
Perempuan tua jatuh
Cintaku padamu jatuh
Hatimu jatuh ke dasar tak tersentuh
Seekor anjing pembaca
Seorang lelaki tanpa nama
Memeluk anjing itu dari belakang

teori paling menggebu, bercinta


2019




AL-AZHAR MESIR BERI PENGHARGAAN KEPADA TGB M. ZAINUL MAJDI




buletinkapass.com-Ketua Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA) Cabang Indonesia, M Zainul Majdi (TGB), dijadwalkan akan bertolak ke Kairo, Mesir, pada Rabu, 16 Otober 2019 yang lalu. 

TGB terbang ke Kairo memenuhi undangan Pemimpin Tertinggi (Grand Shekh) Al-Azhar, Prof. Dr. Ahmed Al-Tayeb, untuk menerima penghargaan sebagai salah seorang tokoh alumni Al-Azhar yang menonjol dalam mengukuhkan moderasi beragama (wasathiyyah Al-Islam), nilai-nilai kebangsaan (muwâthanah), dan nilai-nilai hidup berdampingan secara rukun dan damai (ta‘âyusy silmiy) di Indonesia.

Keputusan Prof. Dr. Ahmed Al-Tayeb untuk memberi penghargaan kepada TGB itu dikeluarkan Al-Azhar pada 10 Oktober 2019, dan surat pemberitahuan sekaligus undangan ke Kairo diterima oleh TGB melalui OIAA Cabang Indonesia pada Ahad, 13 Oktober 2019.

di tegaskan oleh Sekjen Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA) Cabang Indonesiar. Muchlis Hanafi⁩, MA, bahwa Penghargaan dimaksud akan diserahkan langsung oleh Grand Shaikh Al-Azhar Ahmed Al-Tayeb di Gedung Grand Shaikh, Kairo, telah diberikan pada Kamis, 17 Oktober 2019, pukul 14.00 waktu setempat. Seremoni Penganugerahan akan dihadiri dan disaksikan oleh pejabat tinggi Al- Azhar antara lain Deputi Grand Sheikh Al-Azhar Prof. Dr. Saleh Abbas, pengurus pusat The World Organization of Al-Azhar Graduates (WOAG) Kairo seperti Dr. Abel Fadhil El-Qushi (Wakil Ketua WOAG), Dr. Abdel Dayem Nushair (Sekretaris Jenderal WOAG dan Penasihat Grand Sheikh Al-Azhar), Mayjen Osama Yasin (Wakil Sekjen WOAG), dan beberapa tokoh lainnya.

Seusai penyerahan penghargaan, TGB dijadwalkan akan menerima wawancara sejumlah media massa setempat mengenai pengalaman bangsa dan umat Islam Indonesia, termasuk peran yang dimainkan oleh ulama dan tokoh agama Indonesia, dalam menanamkan dan mengukuhkan nilai-nilai moderasi Islam, toleransi umat beragama, dan nilai-nilai kebangsaan.
Pemberian penghargaan Al-Azhar sebagai lembaga keislaman paling berpengaruh di dunia kepada salah seorang putra bangsa Indonesia di bidang moderasi beragama ini menunjukkan bahwa isu moderasi beragama merupakan isu global dan menjadi kepentingan bersama masyarakat bangsa. Al-Azhar telah cukup lama dan secara intensif mengokohkan nilai-nilai moderasi Islam dan ikut serta secara aktif bersama tokoh agama lainnya dalam menciptakan hidup berdampingan secara damai. Al-Azhar melihat Indonesia sebagai mitra strategis dalam upaya mengokohkan moderasi beragama dan menangkal fenomena ekstremisme dalam kehidupan beragama di tengah masyarakat Muslim.
Seperti diketahui, Sheikh Ahmed Al-Tayeb bersama Paus Fransiskus telah menandatangani dokumen Human Fraternity Document atau Dokumen Persaudaraan Kemanusiaan di Founder’s Memorital di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, pada Senin malam, 4 Februari 2019. Pada kesempatan itu juga hadir dan memberikan sambutan tokoh dari Indonesia Prof. Dr. M. Quraish Shihab yang juga lulusan Al-Azhar Kairo.
TGB menempuh pendidikan dasar hingga tingkat SMA di lingkungan Nahdlatul Wathan (NW) Pancor, NTB. Gelar S1 dan S2 ia peroleh di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir. Tafsir dan Ilmu- ilmu Al-Quran di Fakultas Ushuluddin adalah jurusan yang ia pilih. Ia meraih gelar MA dengan predikat baik sekali. Sedangkan gelar doktor ia peroleh pada 2010 di universitas yang sama, ketika ia menjabat sebagai Gubernur NTB periode pertama. Disertasinya berjudul Studi Metodologis dan Analitis Tafsir Ibnu Kamal Basya dan memperoleh predikat summa cum laude.

||red


APPSANTI di Universitas Hamzanwadi



buletinkapass.com-Temu Ilmiah Asosiasi Program Studi Pendidikan Sosiologi dan Antropologi se-Indonesia (APPSANTI) tahun ini, Dipusatkan di Universitas Hamzanwadi.

Disebutkan, berbagai rangkaian acara dalam temu ilmiah diantaranya seminar nasional, musyawarah nasional, dan olimpiade nasional dengan diikuti oleh mahasiswa dari berbagai pertinggi di Indonesia.

Ketua Program Studi (prodi) Sosiologi Abdurrahman, M.Si. menerangkan, bahwa kegiatan temu ilmiah nasional ini berlangsung selama 3 hari (Senin, 15-17/10/2019) dan dipusatkan di Universitas Hamzanwadi Lombok Timur Nusa Tenggara Barat.


Sementara itu, Ketua APPSANTI, Ubedilah Badrun dalam sambutannya menyampaikan, "temu ilmiah ini merupakan acara rutin yang dilakukan untuk membahas berbagai dinamika dan tantangan dalam pembelajaran sosiologi dan antropologi di era terkini yakni era industri 4.0 (four point zero) menuju society 5.0 (five point zero)" terangnya.

"Hal itulah yang membuat temu ilmiah saat ini mengangkat tema tantangan pembelajaran sosiologi dan antropologi di era revolusi industri 4.0 menuju society 5.0 dengan diikuti oleh anggota Appsanti dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia," ujar Ubedilah yang juga pengamat politik yang kerap diundang tv swasta nasional itu.

"Kami (Appsanti) setiap tahun menyelenggarakan kegiatan seperti ini, dan Appsanti ini sudah menyebar di seluruh perguruan tinggi di Indonesia, hanya Papua yang belum kita sentuh tapi insya Allah tahun depan kita akan coba," lanjut mantan aktivis HMI yang juga dosen UNJ itu.

Sementara,Dr. Muhammad Halqi selaku Humas Universitas Hamzanwadi, yang juga Direktur Lembaga Kerjasama dan Alumni (LKA) itu menerangkan, 'kegiatan ini merupakan acara yang dapat memberikan kontribusi bagi perguruan tinggi terutama untuk kemajuan ilmu pengetahuan, khususnya ilmu sosial". 

"Tantangan generasi millenial di era revolusi industri generasi ke empat (4.0) cukup berat. Dimana revolusi ini menitikberatkan pola digitalisasi dengan teknologi canggih dalam berbagai aspek kehidupan,".

"Doktor jebolan UNJ memiliki dua sisi yang berbeda, satu sisi memberi kemudahan dalam hidup, satu sisi lagi bisa memberikan mudarat dan dampak negatif terutama dalam konteks perilaku".

"Hal ini yang banyak pihak kurang menyadari akan adanya perubahan tersebut terutama di kalangan pendidik, sekaligus semua itu merupakan tantangan generasi millenial yang sulit terelakkan". lanjutnya

Melalui temu ilmiah Appsanti yang diselenggarakan di Universitas Hamzanwadi pihaknya berharap bisa memberikan kontribusi pemikiran bagi generasi muda utamanya mahasiswa dalam menghadapi tantangan saat ini dan masa depan.

"Kami berharap selaku tuan rumah dari acara ini memberikan kontribusi pemikiran untuk kemajuan bersama, baik bagi universitas dan Appsanti, khusunya program studi pendidikan sosiologi Univeritas Hamzanwadi selaku panitia temu ilmiah ini," tegas Halqi

||red

ANALISIS PUISI (Cak Nun)


Pada bagian ini akan dipaparkan 2 analisis: (1). Analisis nilai sosial budaya dan (2). Analisis nilai-nilai religi yang terdapat dalam kumpulan puisi Ma’iyah Tanah Air karya M.H. Ainun Nadjib. 1) Analisis nilai-nilai Pendidikan dalam Kumpulan Puisi Ma’iyah Cak Nun sebagaimana yang diungkapkan oleh R. Sarjono adalah penyair yang peka terhadap lingkungan sekitarnya. Berbicara lingkungan tentunya tidak dapat dipisahkan dengan keadaan pendidikan, sosial dan budaya serta ekonomi, politik masyarakat. Karena bagaimanapun puisi merupakan keresahan sang penulis terhadap gejolak yang terjadi, sehingga dapat ditemukan nilai-nilai pendidikan di dalamnya. a. Analisis nilai-nilai Pendidikan Sosial Budaya Bila berbicara permasalahan sosial. Maka, tidak akan pernah bisa terlepas dari permasalahan kebudayaan. Sebab, antara keduanya itu ibarat dia sisi mata uang. Pada bagian-bagian tertentu puisi Cak Nun dapat ditemukan nilai pendidikan yang menarik untuk kita jadikan alat untuk bercermin dan sebagai pembelajaran. Cak Nun sebagaimana yang diungkapkan oleh R. Sarjono adalah penyair yang peka terhadap lingkungan. Berbicara lingkungan tentunya tidak dapat dipisahkan dengan keadaan sosial dan budaya masyarakat di sekitarnya. Untuk inilah, begitu memahami puisi-puisi Cak Nun hal paling pertama yang kita akan temukan adalah nilai sosial budayanya. Banyak nilai-nilai sosial budaya yang dapat dipetik. Karena puisi seperti yang diungkap pada bab awal adalah potret realita yang buruk, yang menyimpang dari idealisme harapan umum, maka disitulah dapat dijadikan cerminan untuk menemukan nilai-nilai sosial budaya ataupun kehidupan. Adapun nilai-nilai dimaksud adalah (a). Ketulusan hati, (b). Pentingnya kejujuran, (c). Pentingnya rasa cinta, baik antar sesama manusia maupun sang khaliq, (d). Ketegasan terhadap prinsip, (e). Pentingnya penegakan hukum untuk mengukuhkan kemanusiaan, (f). Tanggung jawab terhadap amanah yang diembang, (g). Pentingnya kebersamaan. Berangkat dari realita buruk tentang dunia pendidikan baik masa lampau ataupun masa sekarang dikemas sedemikian rupa. Meskipun tidak tertulis secara langsung, akan tetapi aroma itu nampak pada hampir setiap baris puisi yang ditulis dalam Ma’iyah Tanah Air. Dengan pengucapan bergaya dialog, cak Nun dengan cermat masuk ke jantung problematika pendidikan kita. Perhatikan puisi berikut ini Ma’iyah Lingkaran //Agar supaya kita saling menjamin Bahwa didalam lingkaran// kita tidak ada kotoran batin, Kepalsuan niat, kecurangan fikiran// //atau apapun yang membuat Muhammad menitikkan air mata// //Dan membuat Allah mengurangi// //Atau bahkan membatalkan kasih sayangnya terhadap kita// (ma’iyah lingkaran hal: 1). //Agar supaya kita saling menjamin// Bahwa didalam lingkaran//. Pada kalimat ini cak Nun memiliki keperihatinan terhadap hubungan yang dibangun antara masyarakat yang satu dengan masyarakat yang lain. Sebuah harapan yang tinggi agar setiap masing-masing pribadi berlaku tidak menyimpang dari norma, terutama norma agama dan sangat berharap agar setiap pribadi // kita tidak ada kotoran batin, Kepalsuan niat, kecurangan fikiran//. Kalimat selanjutnya //atau apapun Yang//. Ini bisa berarti bahwa kebiasaan yang dilakukan oleh masyarakat sangat buruk, sebagaimana penegasan penulis dalam kalimat-kalimat sebelumnya. Pada bait berikutnya, cak Nun berupaya untuk tetap mengingatkan setiap pendengar atau pembaca agar tidak //membuat Muhammad menitikkan air mata// Dan membuat Allah mengurangi Atau bahkan membatalkan kasih sayangnya terhadap kita//. Pada ma’iyah lingkaran selanjutnya, si aku tidak pernah merasa putus asa untuk tetap memperingatkan setiap orang bahwa segala tindakan akan membawa akibat pada pelakunya, karena bagaimanapun kehidupan di dunia ini adalah sebuah proses perjalanan untuk menempuh kehidupan yang sebenar-benarnya Ma’iyah Lingkaran //Agar supaya perjalanan hijrah demi hijrah kita Tidak disesatkan oleh arus masyarakat, oleh Allah atau diri kita sendiri Agar supaya perjalan jihad kita tidak disertai oleh dendam dan ketakabburan// //Agar supaya perjalanan ijtihad kita tidak dilalimi oleh mahluk apapun// //Serta tidak melalimi diri sendiri// //Agar perjalanan mujahadah kita dianugrahi bekal iman dan istiqomah Bekal kekuatan// dan //muthma’innah, bekal penghidupan yang barokah Pintu rizki yang membuka dirinya lebar-lebar atas perjuangan kita// //Pintu kegembiraan, keasyikan uluhiyah// Serta perlindungan dari Quatibi wabaulib (ma’iyah lingkaran hal: 1) Sebuah ledakan emosi yang diulang-ulang pada setiap penulisannya membuat karya cak Nun memiliki ciri khas tersendiri. Pengulangan-pengulangan dalam puisi tersebut mungkin terlihat tidak puitik atau bahkan terkesan membosankan, akan tetapi sesungguhnya, pengulangan-pengulangan pada “kita” itu membuat ledakan emosi yang dimiliki oleh si aku (pengarang) lebih terasa kental dengan perhatian terhadap pola kehidupan maupun pergaulan yang menjadi kebiasaan masyarakat di sekitarnya. Dari ke (2) dua puisi tersebut di atas, dapat kita temukan pesan yang ingin disampaikan oleh pengarang, agar segala perbuatan yang kita lakukan (akhlaq) tidak menyimpang dari ajaran Allah swt dan Muhammad saw. Dengan gaya penulisan anafora (pengulangan kata) bukanlah sesuatu yang tidak disengaja oleh penulis, pengulangan-pengulangan itu memang sengaja dilakukan untuk menekankan isi atau penjelasan terhadap apa yang di maksud oleh sang penulis. Cak Nun memotret realita keburukan masyarakat jombang, baik tingkah laku, pola fikir, kenyataan antara zohir dan bathin yang tidak sesuai dengan tuntunan agama, sangat rapi dan apik. Yakni menggunakan ungkapan yang tidak terlalu sulit untuk difahami, permainan kata “agar” yang dilanjutkan dengan “supaya” kemudian “kita” dan lain-lain menjadikan puisi ini memendam nilai sosial budaya religi yang tinggi. Serta ajaran Islam yang sesungguhnya, dalam hal ini juga menyiratkan pengalaman batin sang penulis. //Kotoran batin, kepalsuan niat, kecurangan fikiran// menggambarkan keberadaan kauh jahiliyah (masa dahulu) yang terulang kembali dimasa sekarang, menyiratkan sejarah hitam kehidupan masyarakat Indonesia sehingga //perjalanan hijrah// //perjalanan jihad// dan // perjalanan ijtihad// yang selama ini dirintis oleh nabi seolah-olah belum melekat dengan sungguh-sungguh pada pribadi hampir setiap warga negara indonesia (ma’iyah lingkaran: 1). Hal seperti ini tentunya membuat hati cak Nun merasa terpanggil dan //mengajak mereka, kita atau siapa saja untuk berkumpul melingkar// (ma’iyah masya’allah hal: 2) dan melahirkan sesuatu yang bersifat cinta sesungguhnya, karena baginya cinta yang ia rasakan hanyalah fana, bukan hanya dunia yang kejam, kemerdekaan negara Indonesia ternyata dirakan masih setengah-setengah. Ini dipertegas dengan //telah dilukai hati kami oleh cinta dunia, negara serta golongan manusia// kepalsuan, kekerdilan yang terjadi semata-mata disebabkan oleh kurang dekatnya manusia dengan sang penciptanya, dengan rasulnya serta rasa cinta terhadap sesama. Lingkaran yang dibayangkan oleh sosok cak Nun adalah kumpulan yang di dalamnya melahirkan kepercayaan antara sesama. Sebab cak Nun merasa, hubungan antara individu yang satu dengan yang lain sudah terpecah belah meskipun terlihat memiliki hubungan antara yang satu dengan yang lain. Akan tetapi, “limgkaran kebersamaan” yang kurang mendapat perhatian atau bahkan telah menjadi korban kebiadaban //yang dilemahkan oleh pelaku-pelaku kekuasaan dan keuangan// yang berakibat pada hubungan yang tidak harmonis antara masyarakat atas dengan masyarakat bawah, kebiadaban-kebiadaban para pemerintah itu tergambar sangat jelas dalam kalimat //hamba-hamba yang dilalimi oleh kebohongan dan kemunafikan kaum mutakabbirun // yang menggambarkan ketidak amanahan para pemimpin terhadap kewajibannya. b. Nilai Pendidikan Politik Pada bagian lain, misalkan ma’iyah lingkaran 4 yang menggambarkan bagaimana kerakusan, penindasan, pelecehan dan pelanggaran HAM yang dilakukan oleh aparatur negara. Ma’iyah Lingkaran 4
1 2

ANALISIS NOVEL AKU BERIMAN MAKA AKU BERTANYA



Identitas Novel

Judul Buku: Aku Beriman Maka Aku Bertanya
Pengarang: Jefferey Lang
Tebal Buku: 334
Penerbit: Serambi
Cetakan: Serambi

Sinopsis Novel Aku Beriman Maka Aku Bertanya
Novel Aku Beriman Maka Aku Bertanya ini mengulas banyak pertanyaan yang dianggap tabu dilontarkan di masjid atau forum-forum keagamaan konservatif. Ia merangkul suara-suara muslim yang terasing dari masjid, demi mengembalikan kebugaran komunitas muslim dalam memikat dan membuat terlibat para keturunan dan anggota barunya. Ternyata, banyak penanya di Novel ini yang mengakhiri pertanyaan mereka dengan kekhawatiran dianggap ateis atau subversif kepada Tuhan. Ini artinya, mereka bertanya karena masih beriman, butuh alasan meyakinkan, dan mengaktifkan akal dalam mendekati keyakinan mereka pada Tuhan.

Pembahasan
Seperti dikutip pada awal pembahasan, maka dalam bab ini penulis akan memaparkan nilai-nilai yang terkandung dalam novel “Aku Beriman Maka Aku Bertanya” karya “Jeffy Lang”
Sebagaimana yang kita bersama ketahui bahwa dalam sebuah karya sastra terkandung nilai seperti nilai kehidupan yang dijabarkan menjadi nilai pendidikan, sosial, ekonomi, agama dan budaya. Dalam tulisan ini, penulis akan membahas secara umum tentang nilai tersebut
a.      Nilai pendidikan agama
Berikut kutipan doanya kepada Tuhan,  yang dapat kita lihat dalam novel
“Aku Beriman maka Aku Bertanya” karya Jeffy Lang ini.
“Aku berdoa kepada Tuhan, sebagaimana berkali-kali kulakukan sebelumnya, semoga ayah lenyap dari kehidupan kami.” (ABMAB :27)
Seperti itulah doa-doa yang dilantungkannya. Mungkin orang lain menilai perbuatan aneh yang dilakukan Jeffry yang menginginkan ayahnya lenyap dari kehidupan mereka sudah di luar kewajaran, namun saya secara pribadi melihat ihwal itu sebagai manifestasi dari keinginananya Jeffry yang menginginkan keluarganya rukun.
“Aku ingat bagaimana ibuku dahulu secara rutin mengunjungi seorang tetangga depan rumah, yakni perempuan tua Italia yang pemarah, untuk memotong kuku-kuku jarinya dan membersihkan kakinya. Aku juga ingat alangkah lembut ia dalam memperlakukan para pasiennya di rumah sakit. ” (ABMAB :32)
Dalam kutipan di atas seorang ibu yang beranak lima yang bekerja sebagai perawat ini memperlihatkan ketokohan dirinya yang baik nan murah hati untuk membantu orang lain bahkan ketika beliau melayani pasiennya di rumah sakit dia selalu memperlakukannya dengan lemah lembut. sehingga tidak heran dia dikenal oleh orang banyak dan di sukai oleh semua orang.

b.      Nilai pendidikan ekonomi
Adapun yang dimaksud dengan ekonomi sebagai pengelolaan rumah tangga adalah suatu usaha dalam pembuatan keputusan dan pelaksanaannya yang berhubungan dengan  pengalokasian  sumber daya rumah tangga yang terbatas diantara berbagai anggotanya, dengan mempertimbangkan kemampuan, usaha dan keinginan masing-masing. Oleh karena itu, suatu rumah tangga selalu dihadapkan pada banyak keputusan dan pelaksanaannya.
“Meyert Albert (dalam Supardi, 2011: 111) “mendefinisikan ilmu ekonomi sebagai ilmu yang mempersoalkan kebutuhan manusia” sejalan dengan itu Meij mengemukakan bahwa “ilmu ekonomi adalah ilmu tentang usaha manusia kearah kemakmuran”.
Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa ilmu ekonomi pada dasarnya merupakan ilmu tentang bagaimana manusia memenuhi kebutuhan yang tidak terbatas baik jumlah maupun jenisnya, dengan alat pemuas kebutuhan terbatas. Keadaan yang menunjukkan bahwa kehidupan manusai yang tidak terbatas sedangkan sumber daya alam yg merupakan alat pemuas kebutuhan (scarcity) inilah manusia memaksa mempelajari ilmu ekonomi. Berikut adalah uraian yang menyangkut peran agama dalam kehidupan ekonomi:
Ucapan penuh penyesalan, Aku telah menghabiskan banyak harta. (ABMAB :122)
Kutipan di atas menggambarkan sebuah perjuangan hidup yang sekedar diarahkan tujuan-tujuan hidup yang sifatnya sementara, sehingga yang ada didalam pikirannya adalah bagaimana caranya supaya bisa memperoleh harta yang banyak meskipun dengan pengluaran yang banyak, sementara didalam pandangan agama bahwa kekayaan/harta bukanlah segala-galanya, karena harta dan keyayaan hanyalah materi yang tidak abadi dan akan bisa menghilang kapan saja, kecuali harta dan kekayaan yang kita miliki banyak yang dibelanjakan dijalan allah seperti: bersedeka, mengluarkan zakat, naik haji, membantu orang yang susah, membangun mesjid dan lain sebagainya. itu baru bermanfaat. Dan sudah menjadi lumrah banyak orang yang mengeluh oleh karena kekurangan harta dan tidak adanya rasa bersyukur atas apa saja yang dia miliki dibandingkan dengan orang-orang yang ekonominya masih sangat rendah bahkan tidak mencukupi kehidupannya sehari-hari tetapi mereka tetap merasah bersyukur.
“Bekerja dengan sungguh-sungguh menuju tuhanmu” Tholkhah (2008: 11).
Kutipan diatas menggambarkan tentang kebutuhan manusia baik kebutuhan rohani maupun kebutuhan jasmani, sehingga kebutuhan tersebut semta-mata diperoleh dan dilakunak melalui ajaran agama baik dalam pencari nafkah maupun maupun kebutuhan yang lainya.
 “Gerda mengisolasi diri dari teman-temannya selama beberapa bulanterakhir selama penyakit kangker kembali menerjangnya. Ia berkata kepada ragia digagang telepon bahwa dirinya tak ingin orang lain melihatnya “seperti ini”garda dan suaminya mengajar di Universitas Kansas. Aku tahu sebelum meninggal ia menulis sebuah pesan. Pesan in menyebutkan bahwa keluarganya tidak akan membantunya, dan bahwa orang-orang yang ingin membantunya dapat memberikan sumbangan ke sebuah lembaga pemberi beasiswa yang didrikan suaminya sepeninggalnya” (ABMAB :117)
Kutipan di atas menjelaskan bahwa, setiap manusia pasti pernah mengalami sakit, kerugian, kesulitan dan kesengsaraan di dunia ini, bagaimanapun tingkat keberaagaman mereka. Apakah Al-Qur’an lupa dengan derita yang benar-benar menyengsarakan manusia?. Al-Qur’an malah menegaskan kebalikannya bahwa kita dapat memperoleh banyak keuntungan dari cara kita menyikapi kesusahan hidup dan bahwa sikap kita ini niscaya berhubungan dengan kehidupan kita di akhirat nanti.

c.       Nilai pendidikan sosial
Dalam bahasa Inggris dipakai istilah “Society” yang berasal dari kata latin “Socius” yang artinya “kawan” sehingga dapat didefinisikan bahwa sosial adalah individu yang membutuhkan kawan dengan kata lain, individu yang membutuhkan kawan dalam proses hubungan atau interaksi antara individu yang satu dengan individu yang lain sehingga membutuhkan suatu kelompok sosial atau suatu masyarakat (Darsono, 2005:60). 
“Sejalan dengan pendapat di atas Rusdiyanta (2009:25) menyebutkan bahwa proses sosial adalah cara-cara berhubungan  yang dilihat apabila orang perorangan dan kelompok sosial saling bertemu dan menentukan sistem serta bentuk-bentuk hubungan tersebut  atau apa yang akan terjadi apabila ada perubahan-perubahan yang menyebabkan goyahnya pola-pola kehidupan yang telah ada”.

d.      Nilai pendidikan agama
“Rusdiyanta (2009:25) menyebutkan bahwa: Proses sosial adalah cara-cara berhubungan  yang dilihat apabila orang perorangan dan kelompok sosial saling bertemu dan menentukan sistem serta bentuk-bentuk hubungan tersebut  atau apa yang akan terjadi apabila ada perubahan-perubahan yang menyebabkan goyahnya pola-pola kehidupan yang telah ada”.
“Dengan kata lain, proses sosial sebagai hubungan pengaruh timbal balik antara berbagai segi kehidupan bersama, misalnya saling mempengaruhi antara sosial dengan politik, politik dengan ekonomi.” Bentuk umum proses sosial adalah interaksi sosial (proses sosial), oleh karena interaksi sosial merupakan  syarat utama terjadinya aktifitas-aktifitas sosial, Interaksi sosial  merupakan hubungan-hubungan sosial yang dinamis yang menyangkut hubungan antara orang perorangan, dengan kelompok manusia. Tanpa interaksi sosial tidak mungkin ada kehidupan masyarakat. Interaksi sosial terjadi antara sesorang  dengan orang lain, antara seseorang dengan kelompok sosial dan antara kelompok sosial dengan kelompok sosial lainnya”.
Sosial di sini yang dimaksudkan adalah segala sesuatu yang dipakai sebagai acuan dalam berinteraksi antar manusia dalam konteks masyarakat atau komuniti, sebagai acuan berarti sosial bersifat abstrak yang berisi simbol-simbol berkaitan dengan pemahaman terhadap lingkungan, dan berfungsi untuk mengatur tindakan-tindakan yang dimunculkan oleh individu-individu sebagai anggota suatu masyarakat. Sehingga dengan demikian, sosial haruslah mencakup lebih dari seorang individu yang terikat pada satu kesatuan interaksi, karena lebih dari seorang individu berarti terdapat hak dan kewajiban dari manusia diatur hak dan kewajibannya yang menunjukkan identitasnya dalam sebuah arena, dan sering disebut sebagai status, bagaimana individu melaksanakan hak dan kewajibannya sesuai dengan apa yang telah ada dalam perangkat pedoman yang ada yang dipakai sebagai acuan. Berikut merupakan kutipan yang menyangkut peran agama dalam kehidupan sosial: 
 “Pada tahun-tahun pertama kuliah tingkat sarjana muda, aku tertarik untuk bergaul dengan teman-teman ateis, kemudian dengan teman-teman yahudi. Selanjutnya pada awal kuliah tingkat sarjana, kebanyakan teman-temanku adalah mahasiswa Protestan, dan selama dua tahun terakhir masa kuliah aku berkawan akrab dengan mahasiswa Hindu dan Buddha dari mancanegara”.(ABMAB :35)
Melihat kutipan di atas bisa kita mengetahui, di waktu awal-awal kuliahnya Jeffry yang di tergolong sebagai tokoh utama dalam novel “Aku Beriman maka Aku Bertanya” karya Jeffry Lang ini, memiliki kepribadian yang sangat baik, sikap yang inklusif terutama dalam bergaul, sikapnya yang demikian bisa kita lihat dalam kutipan di atas bahwa ternyata dia tidak hanya bergaul dengan teman-teman yang sekeyakinan dengannya, namun dia juga sangat pandai berelasi dan atau bergaul dengan teman-teman yang berbeda agama dengannya.
“Aku sangat kehilangan ibuku. Selama ini, ialah satu-satunya orang yang dapat kusayangi. Ialah sahabatku yang paling karib, pelindungku, dan satu-satunya pahlawanku.” (ABMAB :31)
Kutipan di atas menerangkan bahwa Jeffry memiliki tipikal atau parangai yang mungkin jarang dimiliki oleh orang lain, yakni tipikal cinta dan penyayang yang berlebihan terhadap ibunya yang sangat berjasa dalam kehidupan mereka, saking sayang dan cintanya terhadap ibunya sampai-sampai dia berdoa kepada Tuhan agar ayahnya dilenyap dari kehidupan mereka, yang selama ini dia berharap agar ayahnya bisa menjadi lilin dalam kehidupan mereka, tapi justru yang terjadi malah sebaliknya. Berikut kutipan doanya kepada Tuhan,  yang dapat kita lihat dalam novel “Aku Beriman maka Aku Bertanya” karya Jeffy Lang ini.
“Aku berdoa kepada Tuhan, sebagaimana berkali-kali kulakukan sebelumnya, semoga ayah lenyap dari kehidupan kami.” (ABMAB :27)
Seperti itulah doa-doa yang dilantungkannya. Mungkin orang lain menilai perbuatan aneh yang dilakukan Jeffry yang menginginkan ayahnya lenyap dari kehidupan mereka sudah di luar kewajaran, namun saya secara pribadi melihat ihwal itu sebagai manifestasi dari keinginananya Jeffry yang menginginkan keluarganya rukun.
“Aku ingat bagaimana ibuku dahulu secara rutin mengunjungi seorang tetangga depan rumah, yakni perempuan tua Italia yang pemarah, untuk memotong kuku-kuku jarinya dan membersihkan kakinya. Aku juga ingat alangkah lembut ia dalam memperlakukan para pasiennya di rumah sakit. ” (ABMAB :32)
Dalam kutipan di atas seorang ibu yang beranak lima yang bekerja sebagai perawat ini memperlihatkan ketokohan dirinya yang baik nan murah hati untuk membantu orang lain bahkan ketika beliau melayani pasiennya di rumah sakit dia selalu memperlakukannya dengan lemah lembut. sehingga tidak heran dia dikenal oleh orang banyak dan di sukai oleh semua orang.
Kalau kita cermati kembali apa hasil uraian di atas, menuntut kita untuk berbuat baik pada sesama, saling menyayangi satu sama lain,  dan menampakan etika dalam bernteraksi.
A.    Deskripsi Data
Deskripsi data adalah gambaran umum tentang hal-hal yang ingin dianalisis dalam pembahasan ini, data yang dideskripsikan dalam penelitian ini yaitu Pendidikan sosial, ekonomi, pendidikan dan budaya dalam novel “Aku Beriman Maka Aku Bertanya” karya Jefferey Lang.

B.     Analisis Data
Berdasarkan beberapa pendapat para ahli di atas dapat diambil sebuah kesimpulan bahwa sosial adalah hubungan timbal balik antara individu dengan individu, individu dengan kelompok atau kelompok dengan kelompok melalui interaksi sosial. Adapun interaksi sosial yang dimaksud oleh peneliti adalah hubungan timbal balik antara individu dengan individu, individu dengan kelompok atau kelompok dengan kelompok untuk mencapai suatu tujuan hidup.
a.      Peran pendidikan agama Isalam dalam kehidupan sosial
·         Pendidikan nilai psikologi
Psikologi yang mentalistik  melahirkan aliran yang disebut psikologi kesadaran. Tujuan utama psikologi kesadaran adalah mencoba mengkaji proses-proses akal manusia dengan cara mengintropeksi atau mengkaji diri. Oleh karena itu, psikologi kesadaran lazim juga disebut  introspeksionisme. Psikologi ini merupakan suatu  proses akal dengan cara melihat ke dalam diri sendiri setelah suatu rangsangan itu terjadi.
   “Menurut Chaer Abdul (2003 : 2) mengatakan  bahwa:Secara etimologi kata psikologi berasal dari bahasa yunani kuno psyche dan logos. Kata psyche berarti “ jiwa, roh, atau sukma”, sedangkan kata logos berarti “ilmu”. Jadi, psikologi, secara harfiah berarti”ilmu jiwa”, atau ilmu yang objek kajiannya adalah jiwa. Namun secara tradisional Psikologi lazim diartikan sebagai satu bidang ilmu yang mencoba mempelajari perilaku manusia. Caranya adalah dengan mengkaji hakikat rangsangan, hakikat reaksi terhadap rangsangan itu, dan mengkaji hakikat proses-proses akal yang berlaku sebelum reaksi itu terjadi. Para ahli psikologi belakangan ini juga cenderung untuk mengangap psikologi Tujuan sebagai suatu ilmu yang mencoba mengkaji proses “akal manusia” dan segala manifestasinya yang mengatur perilaku manusia itu. pengkajian akal ini adalah untuk menjelaskan, memprediksikan, dan mengontrol perilaku manusia”.
Berikut adalah uraian yang menyangkut peran agama dalam kehidupan psikologi :
“Mengapa aku tak mau menerima apa yang terjadi padaku selama membaca Al-qur’an” ( ABMAB : 37 ).
Kutipan di atas menerangkan bahwa Jeffry mengalami kebingungan atau yang biasa disebut sebagai dilematis bahkan heran terhadap dirinya yang tidak mau menerima kenyataan yang pernah terjadi pada dirinya selama dia membaca Al-qur’an yakni rasa kangen dengan suara yang secara pribadi berbicara padanya, merindukan rasa terpesona, kegembiraan, perjuangan, kenikmatan, penderitaan, kesedihan, dan hasrat akibat percakapannya dengan Alqur’an padahal di lain sisi dirinya menginginkan kembali bepengalaman bersama Al-qur’an.
“Mengapa  aku tak mau bersedia mengakui bahwa aku merindukan kekariban dan cinta yang kadang-kadang kurasakan tetapi kutolak? Apa yang sebenarnya mendorongku untuk menolaknya? Mengapa aku tak mau mengakui bahwa diriku sangat mengharapkannya, merindukannya, mencarinya, yakni kalimat syahadat bahwa tiada Tuhan selain Allah” (ABMAB 124: 125)
Dari kutipan di atas mengilustrasikan tingkahlaku Jeffery yang cukup aneh bin ajaib wal mustahib yang dimana dirinya tidak bersedia mengakui kerinduan, kekariban, dan cinta yang kadang-kadang dia rasakan serta mengharapkan untuk menerima kalimat syahadat bahwa tiada Tuhan selain Allah dan bahkan dalam kebingungannya dia bertanya “Apa yang sebenarnya mendorongku untuk menolaknya?” Padahal dibalik behaviornya yang demikian dia sendiri memiliki keinginan yang besar untuk meyatu dengan hasil percakapannya dengan Al-qur’an maupun dengan orang-orang yang pernah berdialektika dengannya.
“Aku mendapat kabar gembira, yakni setelah membaca Al-qur’’an , aku dapat melihat bahwa banyak protesku terhadap adanya tuhan bisa dijawab dengan cara yang tak sesulit yang dulu kubayangkan. hal ini mendorong mempertanyakan premis-premis yang mendasari ateismeku.sementara itu, kabar buruknya adalah bahwa kini tinggal tiga puluh halaman Al-qur’’an lagi yang belum kubaca, dan aku tak kunjung  menemukan tujuan hidup sejati.”( ABMAB 124:125)
Kutipan di atas  mengambarkan seorang  “Jeff”  bingung dengan sebuah kepercayaannya, entah apa yang mendorongnya sehingga dia termotifasi mempertanyakan premis-premis yang mendasari ateismenya, dan setelah dia membaca Al-qur’an, baru dia menemuka tujuan hidup sejati, dan apa tujuan hidup itu sendiri.
Berdasarkan uraian di atas, mengajarkan kita untuk membuka rekonstruksi paradikma untuk berpikir luas dan mengarahkan akal pikiran kita ini ke hal-hal positif, supaya kita melihat dan merasakan kebenaran hidayah Tuhan itu seperti apa.

C.    Pembahasan
          Berdasarkan hasil analisis data tentang peran pendidikan agama (Islam) dalam kehidupan sosial, ekonomi, dan psikologis dalam novel “Aku Beriman Maka Aku Bertanya” karya Jefferey Lang, dapat diuraikan  sesebagai berikut:
·         Pendidikan Agama Islam
Agama Islam yaitu agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad Saw. yang diperuntukan kepada seluruh umat manusia sebagai pegangan hidup dan pedoman dalam menjalankan hidup sehari-hari.
“Kata Islam  berasal dari kata salam yang terutama berarti damai” dan juga berarti menyerahkan diri”, maka keseluruhan pengertian yang di kandung nama ini adalah “kedamaian sempurna yang terwujud jika hidup seseorang di serahkan kepada Allah.” kata sifat yang berkenaan dengan ini adalah “muslim” Smith (2008: 254).
Berdasarkan ilmu bahasa secara etimologi, pendidikan agama Islam adalah  menyerahkan diri, tunduk, patuh, dan taat. Sedangkan muslim yaitu orang yang telah menyatakan dirinya taat, menyerahkan diri, patuh, dan tunduk kepada Allah SWT. Sedangkan menurut  istilah terminologi, Islam berarti suatu nama bagi agama yang ajaran-ajarannya diwahyukan Allah kepada manusia melalui seorang rasul. Ajaran-ajaran yang dibawa oleh Islam merupakan ajaran manusia mengenai berbagai segi dari kehidupan manusia. Islam merupakan ajaran yang lengkap, menyeluruh dan sempurna yang mengatur tata cara kehidupan seorang muslim baik ketika beribadah maupun ketika berinteraksi dengan lingkungannya. Fitriarahmana.blogspot (diakses tanggal 1 desember 2012).
“Menurut Nasution dalam Berryhs, diakses (2 Desember 2012), mengatakan bahwa: “Islam menurut istilah (Islam sebagai agama) adalah agama yang ajaran-ajarannya diwahyukan Tuhan kepada manusia melalui Nabi Muhammad Saw sebagai Rasul. Islam pada hakikatnya membawa ajaran-ajaran yang bukan hanya mengenal satu segi, tetapi mengenal berbagai segi dari kehidupan manusia”. 
Berdasarkan beberapa pendapat para ahli di atas dapat diambil sebuah kesimpulan bahwa Islam adalah agama yang damai yang diwahyukan oleh Allah kepada nabi Muhammad Saw untuk disampaikan kepada seluruh umat manusia.  Agama Islam bukan saja mengandung satu ajaran tetapi ajarannya sangat kompleks.
·         Kehidupan sosial
Pendidikan agama islam dalam hehidupan sosial adalah segala sesuatu yang dipakai sebagai acuan dalam berinteraksi antar manusia dalam konteks masyarakat
·         Kehidupan ekonomi
Pendidikan agama islam dalam kehidupan ekonomi yaitu, membahas tentang kebutuhan manusia baik kebutuhan rohani maupun kebutuhan jasmani, sehingga kebutuhan tersebut semta-mata diperoleh dan dilakunak melalui ajaran agama baik dalam pencari nafkah  maupun kebutuhan yang lainya.
·         Kehidupan psikologi
Pendidikan agama islam dalam kehidupan psikologis yaitu, suatu ilmu yang mencoba mengkaji proses “akal manusia” dan segala manifestasinya yang mengatur perilaku manusia itu. pengkajian akal ini adalah untuk menjelaskan, memprediksikan, dan mengontrol perilaku manusia.
·         Implementasi pendidikan Agama Islam
Adapun implementesi pendidikan agama islam dalam kehidupan spiritual, sosial, ekonomi dan psikologis yaitu, seperti bersahadat, sholat, berjakat, dan lain sebagainya, lewat ini kita sadar bahwa kita tidak hanya bisa berteori saja, tapi tuntuntan implementasinya yang lebih penting, supaya instrumen evaluasi diri untuk memperbaiki akidah dan ahlak sebagai umat beragama,dan supaya bisa menghargai wahyu yang diturungkan oleh Allah swt pada seluruh umat manusia.

ys. memeth