Irisan antara Praktik Seni Media dan Fiksi Ilmiah

(dokumen.portalteater)


buletinkapass.com-Direktorat Kesenian Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mempersembahkan karya seni instalasi media kelas dunia pada Festival Seni Media Internasional tahun ini. dilansir media portalteater, bahwa kegiatan ini event seni media tahun kedua mengusung tajuk Instrumenta: Machine/Magic, yang bertujuan melihat irisan-irisan yang inheren dan niscaya antara seni media dengan fiksi ilmiah sebagai konsep maupun praktik. Direktur Artistik Instrumenta Agung Hujatnikajennong menuturkan, “dengan mempersoalkan sains teknologi dan budaya yang dihasilkannya, karya-karya fiksi ilmiah maupun seni media memenuhi kebutuhan manusia untuk keluar melampaui kenyataan sehari-hari dan kesadaran “normal”. Machine/Magic akan menampilkan karya-karya 28 seniman, tujuh di antaranya berasal dari luar negeri, 21 lainnya dari Indonesia. Event ini berlangsung sepanjang 23 Oktober hingga 19 November 2019 di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta. Pada saat malam pembukaan nanti, Rabu (23/10), akan ditampilkan pentas musik dari KULTse dan Monica Hapsari. Musisi terakhir ini sebelumnya melakukan show pada seremoni pembukaan Proyek Seni Perempuan Perupa di Galeri Cipta II, Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Yang paling menarik dalam festival ini adalah penampilan video performa seniman Australia, Stelarc, yang dikenal melalui eksperimen-eksperimennya dengan tubuh. Pada 2006, misalnya, Stelarc mencangkok sel daun telinga manusia yang ditumbuhkan pada lengannya. Sementara itu, salah satu karya dari Indonesia ialah instalasi kolaborasi Rega Rahman dan Bandu Darmawan yang berangkat dari riset mereka tentang Sudjana Kerton, pelukis yang secara terbuka mengaku pernah diculik alien. Tidak berhenti di situ, pengunjung juga akan disambut robot karya Dwiky KA yang dikendalikan oleh balita jenius yang terinspirasi oleh karakter dari novel Getaran, karya pelopor fiksi ilmiah Indonesia Djoko Lelono. Setidaknya, 28 seniman akan memamerkan karya-karya terbaik mereka yang bakal punya daya magis untuk mengetuk pintu hati penonton ibukota; memasuki arena penuh sensasi imajinatif, hingga akhirnya terpeseona pada keagungan mahakarya seniman.
1 2

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama