buletinkapass.com-Setelah lama berkutat menunggu waktu, ahirnya para panitia lomba menulis puisi dari Comunitas Pena Terbang (competer) Indonesia merilis nominasi 3 juara dalam menulis puisi. Dua diantaranya adalah:
SEPANJANG JALAN DEMAK
MENUJU RIAU
Oleh ; Wardah A. Z
Nyanyian Pohon-pohon dan kelokan sepanjang jalan deru bunyi
mesin membising telinga
Aku kira jalan tak pernah berujung, ketika akal linglung
Cadas-cadas menggerutu karena imaji yang terus mengoyak
kenang; nyanyian lanang riau menggedor pintupintu persinggahan hati
Gelak tawa burung menggema dalam ilusi, ketika bus yang
kutumpangi menyusuri hutanhutan lebat; hanya ada selukis wajah dalam kubangan
awan, wajahmu
Baitbait rindu kususun dalam kata yang tak teratur
Detak bunyi jarum jam seakan menyoroti wajahku dengan sinis
Mungkin ia cemburu, karena dalam lingkarannya hanya tampak
wajah dengan lengkung senyum; kamu
Dari sepanjang perjalan Demak-Riau, aku merapal doa
Keinginan paling langit kubingkisi dengan tahmid
Empat mata akan beradu
Dalam pertemuan paling madu
Madura, 01/10/2019
Terbilur Kalam Rindu
: Riau-Demak
Oleh : Zhema
Riahi, di antara empat daratanmu yang terbelah,
Terbilur kalam rindu di atas nipahku,
hadir tersemai dari palung hati,
endapkan segala rasa,
saat jarak membentang
Demak-Riau.
Dhima, di depan Brown Canyon,
patutkah kecut hatiku mewabah?
Padahal, temali merah sudah tertambat; di dermagamu.
Ulurkan tanganmu, Riahi!
pastikan arah itu hanya
pada genggamanku,
kau kan damai di sana
berjalan dan berbagi kisah:
kau, aku dan benih cinta.
Duh, Gusti! Kulo angsal betuah Riahi
Selayang harapku tertiup sang bayu;
belum terkemas rapi
di bilik jantungmu.
Katakan apa yang harus kulakukan?
Serak-serak itu kan memuai menuju kehampaan.
Sudikah kau menghalau dan menjalanya?
Pun, selip ia rapat di
bejana renjana, redamlah!
Riahi, deburan hasrat hati
bukan karena elok rupa,
ia hadir murni dari anggunnya jiwa,
santun tuturan hentakkan sadarku,
"Di manakah selama ini kau tersimpan?"
Rasaku diabai dunia beribu tahun lamanya,
betapa rindu menghunjam.
Terpekur, tersudut,
batu kenaifan:
sangka engkau selamanya takkan ada.
"Demak-Riau!"
Deru rindu kita kini satu.
arungi kasih: bahagia.

Posting Komentar