This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sajak-sajak Sulaiman Fauzi



Di Suspension Bridge


/Teteh, telah kucetak undangan
Dengan sabar dan berkeringat.
Untuk pernikahan kita,
Dan cerita
Kayu dan tali
Melangsungkan ritual selfie-selfie
Yang segar dari hulu ke hilir.

/Teteh, sebenarnya aku takut.
Jika salah melangkah
Atau mencetak
Nama-nama doa.
Semua begitu saru, yang kulihat
Gunung, bukit, dan lembah
Kabut terus bergelayut
Di jembatan keperawanan kita.

/Teteh, tolong kuatkan
Ikatan ini jadi napas kita,
Agar jika aku gentar
Kamu bisa tahan dan
Kembali kita
Pulang bersama.



Sukabumi-Cianjur.2019


Kusisipkan Wedelia di Rambutmu
: Ucy

Hari ini memang terik
Sampai rambutmu jadi eksentrik.
Tapi aku suka, bagaimana pun juga.

Aku rasa gerah di rambutmu
Seperti pertemuan kita
Saat ini yang sensasional
Buktinya langit begitu biru
Dan mentari sangat spiritual

Matamu juga cerlang
Begitu luas, seperti bentang telaga di hadapan.

Di sana ada wedelia
Sedang berenang di lautan cahaya
Dan sebentar lagi ia ingin menepi
Karena sama rambutmu
Ia menjadi begitu kuning.

Hari ini memang terik
Dan aku tergoda memetik
Bunga Wedelia untuk
Kusisipkan pada rambutmu.


Cianjur.2020


Lentera, Serangga dan Mata

//Lentera menutup mata
Matahari menggigil dalam gelap
Dunia mencari-mencari-
Orang-orang yang sepi
---deep-frezie
Perlahan bunuh diri

//Lentera menutup mata
Serangga ketakutan, gemetar
Di antara gedung-gedung
Mendung, tertutup bulan
Terbang menuju lentera yang kesepian
Dekat, sesenyap sayap
Perlahan, abukan getar

//Dunia telah menutup mata
Membiarkan lentara membakar serangga
-serangga, di mataku menampar
Cahaya berpendar menampar
Perih air mataku-
Bergemuruh seperti hujan
Jatuh, berenti aku
Memujamu.

Cianjur. 2019

Jurus Jitu Agar Selesaikan Covid


buletinkapass.com-Virus Corona sudah bersemayam di semak-semak kehidupan umat manusia sejak ratusan tahun lalu.

Virus ini memiliki banyak strain atau varian yang beragam, ada yang bersemayam di jasad hewan, ada pula yang bersemayam di tubuh manusia. Dalam tubuh kita sudah ada beberapa jenis Coronavirus, termasuk Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Anda bisa mempelajarinya di buku virology atau menanyakannya kepada virolog.

COVID-19 disebabkan oleh SARS-COV2 yang termasuk dalam keluarga besar corona virus yang sama dengan penyebab SARS pada tahun 2003, hanya berbeda jenis virusnya. Gejalanya mirip dengan SARS, namun angka kematian SARS lebih tinggi dibandingkan COVID-19, walaupun jumlah kasus COVID-19 jauh lebih banyak dibandingkan SARS. COVID-19 ini hadir dengan citraan/ cangkang baru dan virus ini masih labil, sehingga kemungkinan untuk bermutasi gen menjadi banyak jenis atau bentuk sangat dimungkinkan.

Covid-19 sama seperti virus-virus lain yang membutuhkan inang, dalam kasus ini tubuh hewan atau manusia adalah media untuk membantunya menyebar. Karena karakteristik inang di setiap negara berbeda, maka virus yang menyebar di suatu negara juga memiliki karakteristik yang berbeda. Karakteristik virus selalu menyesuaikan diri dengan perbedaan iklim dan budaya. Karakter virus tidak bisa digeneralisir atau disamakan dengan negara-negara lain yang berbeda iklim dan budaya makan masyarakatnya.

Virus sekali lepas tidak bisa dihentikan, belum ada ilmu kedokteran yang mampu menghentikan atau menonaktifkan virus. Virus itu tidak dapat dibunuh, karena virus merupakan partikel yang unik, ia hanya bisa aktif atau pasif. Untuk aktif, virus membutuhkan inang, dan untuk mengkopi dirinya—bukan berkembang biak—ia membutuhkan metabolisme bakteri, itu rusanya sampai ke DNA, RNA, bagaimana dia memanipulasi dari inangnya. Dalam ilmu medis, virus hanya bisa dilawan dengan imunitas tubuh.

Kebetulan saya meriset "lenga kelapa perawan", tradisi medis dari Mataram. Ramuan ini bisa digunakan untuk meningkatkan imunitas tubuh, menghancurkan citra/ cangkang virus dan mempasifkan virus. Ramuan ini sudah pernah saya pakai untuk treatment HIV dan sebagainya. Anda bisa mempelajarinya sendiri. Cara pembuatannya sudah saya publikasikan di YouTube GENKOBI, “LENGA KELAPAPERAWAN”. Saya tidak bermaksud menjual produk, masyarakat bisa membuatnya sendiri.

Kembali ke soal virus COVID19, virus ini tidak berbahaya di Indonesia, sekali lagi di Indonesia! Landasannya tadi, perbedaan iklim dan budaya makan inang mempengaruhi karakteristik virus. Saya ambil contoh, wabah salmonella di Eropa itu sangat mematikan, tetapi di Indonesia tidak berpengaruh signifikan, atau virus dengue yang menyebabkan DBD, di Barat itu sangat berbahaya, tetapi di Indonesia banyak yang sembuh, anda bisa cari drh. Moh Indro Cahyono, seorang virolog yang masih murni dan tidak dimunculkan di negeri ini. Kasus ini sedikit banyak ada kaitannya dengan flu burung. Anda bisa cari informasi ke Prof. Siti Fadilah Supari, yang melawan WHO saat flu burung.

Virus bukan mahluk hidup yang bisa “kelayapan”,  protokoler penanganan pandemi karena virus dan karena bakteri/ kuman harus dibedakan. PSBB bagi saya tidak tepat, karena virus tidak bisa dihilangkan dari inang. Jadi, orang yang telah sembuh dari paparan dan keluar dari isolasi masih bisa memaparkan pada orang yang belum pernah terinfeksi yang imunnya sedang turun. Seharusnya pola hidup sehat dan imunitas tubuh masyarakat yang dibangun, bukan mencekoki masyarakat dengan ketakutan!

Dampak pandemi bukan hanya pada kesehatan, jika berkepanjangan semua lini dan aspek sosial hancur termasuk ekonomi.

Banyak kemungkinan yang semestinya bisa dilakukan, salah satunya menggali kearifan lokal (local wisdom) dalam menangani pagebluk. Nuswantara berada pada lempeng bumi EUROSIA dan banyak gunung berapi, sering menghadapi bencana alam dan pagebluk. So, kalau sekedar COVID19, Indonesia pasti mampu mengantisipasi dan menanganinya. Saya tidak bermaksud jumawa, tapi bumi Nuswantara memiliki peradaban budaya yang tinggi.

Bisa juga menggunakan donor plasma darah, jika farmasi tidak mau legowo pada kearifan lokal. Donor plasma darah sudah dilakukan terlebih dahulu, sebelum ada perusahaan serum dan vaksin. Donor plasma bisa digunakan dalam pandemi virus jenis apapun. Jelas kita tidak perlu membeli serum atau vaksin.

Masih banyak persoalan yang akan banyak menguras energi pasca Corona. Rakyat harus mampu mandiri dan survival dalam keadaan ekonomi yang amblek nantinya, termasuk dalam kesehatan.

ELEX /Magelang/2020

Sajak-sajak Wahyu Hidayat


Anak Menangis

di pinggang jalan itu
anak kecil menangis
cuma karena tak punya
sepiring nasi
dan segelas es tawar.
baginya itu lebih dari cukup
jikalau ada dan tersedia
ketimbang perutnya tak henti
merutuk, tak lupa
membunyikan nada luka
yang begitu perih

anak kecil masih menangis
sakitnya yang masih kelimis
nempel di dada
ingin sekali disembuhkan
oleh tangan bunda dan
peluk-kecup ayah
tapi itu muskil dan sekadar
bayangan abu
mungkin warna semu
dan cuma sekelebat mimpi
di kala lapar, bukan
seperti mereka yang bisa
sampai kekenyangan, lalu
tidur di sekotak kasur—
berikutnya bermimpi

(mereka jadi anak yang
lapar seperti aku,
lalu ia makan
dan aku kenyang
aku senyum dan menari
di sepanjang jalan
sebab perut sudah terisi
dan aku pun lupa
akan kesusahpayahan.
terima kasih mimpi
aku telah lupa sebentar
dari lapar ini!)

dan kini
anak kecil itu masih
menangisi sebuah mimpi
yang tak jadi

2020

Melihat Sawah

aku melihat sawah
ada ayah, ada ibu
tengah merawat jantung
negeri dan perutku.
aku melihat sawah
ia tak lantas beringas
meski berkali-kali
ditampar hujan
dibajak dan dilukai oleh
cangkul dan traktor
o, betapa tabah dada sawah
ia seperti ayah
menafkahi tiap orang
yang ia sayangi.
aku melihat sawah
ada punggung paling keling
lantaran ditembak matahari
dan sebab tamparan angin.
aku melihat sawah
sawah melihat aku
dan kita saling jatuh cinta

2020


Sajak-sajak Lilis Karlina


Debu

Mungkin aku hanya sebatang kayu, yang hanya kau bakar jadi abu, diterpa angin jatuh dan menebal pada jalan yang tak pernah dirindukan itu

Untuk sekian kalinya aku yang kini jadi abu, merasa hilang setelah beberapa saat berada di awang-awang, sekarang aku mulai mengeras di jalan itu, hujan memaksaku untuk kikis, dengan rintiknya yang beringas, aku dijadikanya abu lagi tercampur dengan air asin, mengalir ke selokan-selokan tak bertuan

Madiun, 05/04/2020

Pada pundakku

Kau letakkan batu yang teramat berat di pundakku, menyuruhku berjalan di atas api yang kau nyalakan sendiri, menusuk kedua bola mataku dengan jarum yang akan kau buat untuk menjahit baju bayiku

Aku terpaksa meneteh pada susu sapi dan telingaku kini penuh dengan ari-ari. Membuatku buta,bisu dan tuli

Kau menjadikanku seorang diri, mendaki bukit-bukit yang tak ditumbuhi bunga melati, kadang kau kuanggap seorang peri, yang kupanggil dengan mantra penuh iri

Kau membuatku harus melompati sungai-sungai dengan kakiku yang belum mampu berdiri sendiri

Jika aku lapar aku makan buah rinduku, jika aku haus aku minum air mataku, aku mulai mengenal namamu saat orang-orang memanggil-manggil nama ibu: seru mereka padaku

Madiun, 06/04/2020


Hati-hati Bila Anda Mengalaminya


buletinkapass.com-Tentu merupakan hal yang sangat tidak mengenakkan apabila kita atau teman tidur kita, mengalami mimpi buruk. Apalagi ia sampai berteriak-teriak, ini akan tentu mengganggu orang lain atau bahkan diri kita sendiri.

Namun, tahukah anda sebenarnya apa yang menyebabkan mimpi buruk itu? dalam artikel ini, saya akan mengupas sedikit tentang persoalan mimpi buruk itu sendiri.

Sebenarnya, sudah banyak artikel-artikel yang membahas tentang mimpi buruk. Akan tetapi, saya tidak membacanya supaya tidak mempengaruhi isi tulisan ini. Berikut adalah penyebab utama seseorang mengalami mimpi buruk:

Memiliki masalah yang di pendam
Setiap orang, tentu memiliki masalah hidup masing-masing, itu sebabnya kita tidak tianjurkan mengeluhkan persoalan hidup yang kita alami. Sebab bisa jadi, masalah yang kita hadapi tersebut lebih ringan dibandingkan orang tempat kita bercerita. Maka, hal yang paling pantas kita lakukan mempertanyakan solusi dengan menggunakan nama (tokoh lain) dalam persoalan yang kita hadapi.
Sikap tertutup yang dimiliki seseorang atau suka memendam persoalan sendiri, akan berakibat pada tingkat setress tinggi tanpa disadari oleh setiap orang. Maka, apabila tingkat setress ini sudah akut, hal tersebutpun akan terbawa ke alam bawah sadar (mimpi).

Dia adalah Target Utama Guna-guna
Dalam kehidupan bermasyarakat, tentu memiliki karakter sifat dan sikap hidup yang berbeda-beda. itulah sebabnya sangat penting untuk saling menghormati dan saling menjaga sikap.
Dalam bersikap, barangkali kita pernah secara tidak sengaja menyinggung perasaan orang lain, sehingga berakibat pada rasa dendam.
Dalam sebuah hadis nabi diceritakan bahwa satu do'a yang dijamin Allah untuk dikabulkan adalah do'a orang yang 'teraniaya'. Maka, diperlukan sikap kehati-hatian dalam setiap pergaulan masyarakat. karena kita belum tentu faham benar dengan karakter masing-masing orang yang kita hadapi.

****************************************
Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan apabila kita mengalami mimpi buruk yaitu:
  1. Kita harus memilih teman untuk curhat, apabila mimpi buruk itu disebabkan oleh banyaknya persoalan hidup yang kita miliki.
  2. Mimpi buruk tidak pantas diceritakan, sebab apabila kita sering menceritakannya. maka bisa jadi mimpi buruk itu, akan menjadi kenyataan
  3. Jika kita mimpi buruk, maka sering-seringlah melakukan silaturrahmi dan meminta maaf kepada teman ataupun tentangga
Dalam sebuah kitab yang ditulis oleh imam syafii tentang adab ketika mimpi buruk, beliau menjelaskan bahwa "apabila kita mengalami mimpi buruk, maka dianjurkan untuk membaca istigfar sebanyak 3 kali, kemudian berludah ke kiri. Selanjutnya, kita dianjurkan untuk merubah arah tidur".
Hal yang perlu diwaspadai adalah ketika kita terlalu sering mimpi buruk, karena bisa jadi seseorang pernah kita sakiti hatinya tanpa kita sadari.

||ys.memeth

Tik tok Sholat Cerminan Cara Beragama Kita



Beberapa hari terakhir kita disibukkan dengan sebuah berita yang cukup menghebohkan media sosial. Dimana ada seorang anak Gadis Lombok mencoba mengekspresikan sikap latah medsosnya dengan membuat tiktok sholat yang dicampur baurkan dengan joged ala DJ.

Sontak jagad media sosial ramai, hampir semua beranda terisi hujatan dan cacian pada anak gadis ini. Saya pun awalnya tidak tertarik untuk berkomentar, dikarenakan keinginan untuk komentar sudah sangat terwakili, malah kelebihan terwakili oleh bahasa para netizen yang menyerang dengan tragis.

Tidak berselang lama, pihak keamanan langsung sigap melihat perkembangan dunia maya. Aparat kepolisian mendatangi rumah sang gadis untuk klarifikasi terkait motif bermain tiktok secara tidak wajar. Terkesan sangat menghina ajaran inti ummat islam, kendatipun sang gadis merupakan muslimah dan terlahir dari pasangan suami istri muslim.

Terlepas dari proses hukum yang sedang berjalan. Sebagai seorang hamba biasa, hal menarik dari kasus diatas adalah simbolisasi Ajaran Agama, Sikap reaktif dan eksistensi diri. Ketiga hal diatas menjadi sorotan dari tulisan ini.

Pertama, Simbolisasi Agama. Secara tidak sadar kita telah terbentuk untuk mengucapkan dan membenarkan bahwa sholat itu merupakan simbol Agama Islam? Maka setiap bicara atau mau menghujat seseorang yang kita anggap melecehkan, maka kita akan langsung mengatakan bahwa sholat itu simbol agama. Padahal kalaupun kita ingin berfikir ulang, akankah sholat hanya sebuah simbol dari sikap keberagaman kita? Sedangkan sholat merupakan sebuah perintah, sebuah media interaksi tak terdefinisi antara sang Pencipta dan hambanya. Kita juga mengetahui sholat merupakan saat dimana terjadi dialog immaterial mahluk termulia dengan Sang Pencipta jagad Raya ini.

Disaat sholat begitu urgent bagi seorang hamba, akankah dia hanya cukup dikatakan sebagai simbol Agama? Disaat sebuah ibadah bernilai tinggi dibentuk oleh pikiran kita hanya sebagai simbol, maka secara tidak sadar generasi setelah kita akan sulit menangkap maksud dari ibadah sholat ini terkecuali hanya ritual simbolis ketaatan seorang hamba. Sehingga setiap yang taat dan patuh pada ajaran agama disimbolkan dengan rajinnya sholat, sehingga akan mengarah pada sholat bukan pada tataran penghambaan tapi tidak lebih hanya sebuah rutinitas dan standar menilai saja.

Parahnya, ketika sholat hanya sebagai rutinitas simbolis dan standar penilaian patuh dan tidak patuhnya seseorang, maka yang terbentuk adalah ruang kritik. Jika dalam standar keilmuan, sebuah rutinitas simbolis tidak mampu menjadi ruang kritik, maka akan menjadi ruang candaan yang terjadi secara natural dan alami.

Nah disinilah ruang evaluasi besar besaran yang harus dilakukan oleh para pendakwah nilai Islam. Para pendakwah disini meliputi: guru Ngaji, guru Agama Sekolah, para ustadz, tuan Guru dan yang terketuk batinnya melihat sikap dari anak gadis tersebut.

Sikap gadis tersebut telah menggambarkan bahwa kita selama ini mengajarkan sholat hanya secara simbolis, kita mengajarkan sholat hanya sebagai alat menilai orang lain. Kita telah mengajarkan sholat pada generasi bawah kita hanya sebagai sebuah perintah yang akan berujung pada hukuman pedih bagi yang tidak melaksanakannya.

Kita lupa bahwa sholat merupakan media suci seorang hamba berdialog dengan sang Khalik. Kita juga lupa bahwa sholat merupakan media suci penghambaan kita dalam mencari solusi setiap diri dalam menyelesaikan sekian juta masalah pribadi, mulai dari mencari ketenangan jiwa, ruang berkeluh kesah, ruang yang begitu mudah untuk kembalinya para muda mudi yang bermasalah. Sehingga sholat tidak menjadi media kaku dan terbatas, apalagi sholat hanya alat menilai yang berakhir pada keberanian kita untuk menghujat yang menurut kita pelaku maksiat.

Sakralitas sholat sudah saatnya dikembalikan pada marwah sakralitas zaman Nabi, dimana sakralitas sholat zaman Nabi terlihat sebagai Media melepaskan rindu dan syukur tak terhingga dengan sekian juta nikmat Tuhan yang telah dirasakan oleh Nabi dan Para sahabat. Sehingga sholat terasa sejuk, semua merindukan datangnya waktu sholat. Sholat tidak jadi momok menakutkan, sholat tidak jadi cara kita menilai orang lain, tapi sholat betul-betul menjadi jalan meminta ampunan karena sadar akan kotornya diri setelah aktivitas sehari-hari.

Kedua, Sikap Reaktif. Sikap reaktif ini merupakan sikap sigap melihat setiap fenomena yang terjadi. Cara gadis tersebut yang begitu cepat mengalihkan posisi takbir menjadi posisi joget merupakan contoh sikap reaktif pada pesan kondisi disekitarnya. Dan disinilah asal muasal muncul keritikan dari para netizen dan dari sinilah akan muncul ketukan bathin penuh kesedihan kaum muslim yang merasa media sakral dan suci itu telah diinjak injak oleh anak ingusan.

Fokus pada kritikan netizen atau sikap reaktif kelompok muslim dengan kondisi di atas, membuka kembali ingatan kita tentang cara berislam kita. Dimana sering sekali kita berbicara tentang agama, berbicara tentang kepedulian terhadap kaum miskin maupun anak yatim, akan tetapi dalam waktu begitu cepat kita jadikan momen penuh ibadah tadi menjadi kotor dengan noda berbentuk diselipkan kepentingan pribadi atau kepentingan politik kelompok tertentu.

Tidak jarang suatu kelompok organisasi maupun Partai, dalam banner besarnya mengatakan akan mengadakan zikir bersama, sholawat bersama atau tabligh akbar. Tetapi, saat acara tersebut sudah berlangsung, disanalah kita sering menyelipkan dengan kepentingan pribadi, kepentingan politik ataupun kepentingan membangun semangat kelompok kita sendiri dengan cara menjadikan forum tersebut media menjatuhkan kelompok organisasi diluar kita.

Kalau kita tanya balik, apakah cara kita selama ini yang buat acara tabligh akbar terselip kepentingan politik tertentu berbeda dengan cara anak gadis yang sholat kemudian  dalam waktu seketika berubah menjadi joged?  Berbedakah dengan kita yang mengawali acara dengan mulut suci penuh dzikir dalam waktu singkat berubah menjadi media menghujat, mengumpat para pejabat yang bukan rekan sejawat kita sendiri? Berbedakah dengan kita yang susah-susah kumpulkan jama'ah atas nama ibadah akan tetapi mengubah seketika dengan ghibah pemerintah dan yang pro pemerintah? Atau bedakan dengan kita yang selama ini Berbahasa mengumpulkan ulama,karena cinta ulama, eeh pada endingnya ulama hanya media untuk mempertahankan kekuasaan?

Ketiga: eksistensi diri. Rasa ingin berbeda dengan yang lain, Rasa ingin diketahui orang lain. Rasa ingin dikenal banyak orang. Hasrat berbeda, ingin terkenal dengan yang lain inilah menjadi tonggak dasar keinginan keinginan yang begitu banyak, sehingga mengarah pada perbuatan diluar kendali. Sehingga secara tidak sadar juga menjadikan hal terdekat/rutinitas menjadi bahan candaan agar orang lain cepat memberikan respon balik dari apa yang pernah kita kerjakan.

Point sholat sebagai rutinitas terdekat dan respon cepat bisa menjadi kunci penutup dari tulisan ini, mau tidak mau harus kita akui, perbuatan tiktok sholat ini sangat sadar dan dengan sengaja dilakukan karena dua hal tadi, yakni harapan ada respon balik dari setiap yang melihat, sehingga untuk mendapatkan respon balik inilah maka sang gadis harus menjadikan rutinitas terdekat seperti sholat dengan cara yang tidak lazim dilakukan biasanya.

Hal diatas mengingatkan pada kita bahwa generasi baru telah muncul, generasi yang butuh eksis, generasi yang memiliki kreativitas, generasi yang peka akan perkembangan teknologi. Maka sudah saatnya para pendidik, para muballigh dan penanggung jawab generasi harus peka akan hal ini, sudah saatnya dakwah yang kita sampaikan memasuki ruang jiwa terdalam objek kita, jangan hanya sekedar sebagai pemompa kebencian dan alat ukur keimanan orang diluar kita. Tapi sudah saatnya setial ajaran Islam diajarkan tidak hanya bentuk luarnya saja, melainkan harus juga dijelaskan makna makna tersurat dari setiap ajaran baginda Nabi Muhammad SAW.

 Sehingga ajaran Islam tidak sekedar cuapan manis penjual obat yang ingin jualannya dikerumuni banyak pembeli tapi tidak menjadi solusi kasus kesehatan. Kita juga berharap ajaran Islam tidak sekedar jadi kecap manis diatas warung makan yang disuguhkan demi memberikan kenyamanan pelanggan sehingga keuntungan berlipat-lipat. Islam itu tinggi dan tidak ada yang lebih tinggi darinya, wallahu a' lam.

||AhmadPathoni

Sajak-Sajak Malikha Aw


Kol Cèngkol dan Nona Berjilbab Pich

Sepanjang jalan Kol Cèngkol
Pohon nyiur masih gemulai membonsai bibir trotoar
Tanahnya hijau membukit sepanjang mata ku gelar

Awan secantik warna gincu, nona, berjilbab Pich pagi itu
Lututnya tergenang tanah merah
Bersandar pada pembatas jalan cor yang tumbang sebelah
Matanya basah
Rupanya hujan baru saja bertamu disana
Sedang tangannya menusukkan beling beling duka ke dada
Sesekali pekik tawa renyah mendarat ke lubang telinga

“Pergilah! Aku hanya ingin menjaring matahari di Kol Cengkol ini. Agar lara cepat basi. Lalu kukubur di kanan kiri jalan bersama kenangan tuan berdasi belati”

Siapakah gerangan, Nona malang?
Lihatlah!
Tangannya mulai basah darah
Sedang dadanya perlahan terbelah
Ah, iya
Matahari mulai melumat pendar cahaya ke dada
Perlahan, hingga jalan Kol Cèngkol merubah latarnya menjadi legam
Aku seakan ikut terjaring ke alamnya
Menikmati derap rasa
Di teluk rindu yang mulai kadaluarsa

Sumberbatu: 12 03 2020



Bom Ikan
:tragedi meletusnya bom ikan di pulau Sapeken, Sumenep

Di atas sampan harapan
Perambah ikan menyulut semangat kobar
Digiring dentum ombak saling tampar
Melawan gigil menusuk belulang

Mereka hendak panen besar
Berbekal doa dalam saku debar
Berlayar, menuju gubuk ikan ikan sagere segar

Doaaaarrrrrr...
Bom ikan meledak di paruh layar
Tanpa perhitungan, tanpa kecupan api barang sebentar
Di atas sampan kayu
Tempat penampung harapan kepul tungku
Demi mengisi perut anak cucu
Perambah ikan terpental ke perut laut, meregang maut
Lalu,
-Karimata-
Bergerilya, mengantar getir kabar
Dari pulau Sapeken ke beranda beranda pendengar
Menyisakan kekhawatiran yang tak tertakar
Gemetar menjalar, maha debar

Sumberbatu: 03 02 2020
*sagere, dalam bahasa Madura diartikan samudera.

Sajak-Sajak Nurdin Hidayat


Racau Pak Tua

Pak tua itu tadi bercerita tentang anaknya
yang duduk di sisi hutan memegangi takdir
di ujung tanduk, tetapi sapinya tak mau duduk
Sesekali ia meracau tentang pujangga yang kerasukan
dewa Neptunus di tepi laut. Sesekali ia meracau
tentang ikan-ikan di lautan yang memilih migrasi
menjadi TKI di kios-kios luar negeri
supaya pulang nanti sudah dipuji

Pak tua itu tadi bercerita tentang rumahnya
tentang pembantunya yang baik hati
menyedekahkan seluruh harta benda tuannya
termasuk hati yang dibungkus rapi
kepada pedagang nasi uduk langganannya
supaya mendapat tiket surga jalur VIP

Kurasa sekarang pak tua sudah meracau
cukup panjang. Sampai kepalaku terasa gatal
jadi kuputuskan melahap semua ucapannya dalam
sekali suap. Lalu menenangkan kepala dengan tidur
di rembulan kata-kata

Lampung, 2019
Dua Langkah


Dua langkah ke depan
kita temukan simpangan
:titik temu
antara yang datang
dan yang pergi

tapal batas suka cita
menatap jelas derita

dua langkah ke depan
kita tanam lentera
temu dan pisah
supaya semua mengunyah pasrah

dua langkah ke depan
tempat kita berjabat tangan
mengubur harapan
sebagai kenang
sebelum hilang

Jakarta, 2020


 Engkau

Di lembaran terakhir
sebatang pensil
hatinya di kikis
runcing untuk menulis
tentang bait yang lupa dibingkis

kelopak bungapun berjatuhan
menjelma senyummu yang rupawan

adalah lesung pipit itu
menjadi pusaran
tempatku tenggelam

sabit merah yang terbit di bibirmu
menjadikan mereka malam
sedang hanya engkau cahayaku

adalah pagi yang berbinar di matamu
tempat kutemukan taman bunga itu
berseberangan dengan nyataku
sebagai seorang perindu
yang telah di sapu tanpa temu

Lampung, 2019