Sajak-sajak Lilis Karlina
Debu
Mungkin aku hanya sebatang kayu, yang hanya kau bakar jadi abu, diterpa angin jatuh dan menebal pada jalan yang tak pernah dirindukan itu
Untuk sekian kalinya aku yang kini jadi abu, merasa hilang setelah beberapa saat berada di awang-awang, sekarang aku mulai mengeras di jalan itu, hujan memaksaku untuk kikis, dengan rintiknya yang beringas, aku dijadikanya abu lagi tercampur dengan air asin, mengalir ke selokan-selokan tak bertuan
Madiun, 05/04/2020
Pada pundakku
Kau letakkan batu yang teramat berat di pundakku, menyuruhku berjalan di atas api yang kau nyalakan sendiri, menusuk kedua bola mataku dengan jarum yang akan kau buat untuk menjahit baju bayiku
Aku terpaksa meneteh pada susu sapi dan telingaku kini penuh dengan ari-ari. Membuatku buta,bisu dan tuli
Kau menjadikanku seorang diri, mendaki bukit-bukit yang tak ditumbuhi bunga melati, kadang kau kuanggap seorang peri, yang kupanggil dengan mantra penuh iri
Kau membuatku harus melompati sungai-sungai dengan kakiku yang belum mampu berdiri sendiri
Jika aku lapar aku makan buah rinduku, jika aku haus aku minum air mataku, aku mulai mengenal namamu saat orang-orang memanggil-manggil nama ibu: seru mereka padaku
Madiun, 06/04/2020
Lilis karlina, yang lebih dikenal dengan nama penanya Lilis wooden. Lahir di Madiun, 18 Juni 1997. Berdomisili di Madiun. Suka dengan anak kecil, ingin punya perpustakaan pribadi. Suka membaca dan menulis paling sedih kalau berpergian lupa bawa pensil sama buku. Sekarang sedang bergiat di Competer dan belajar di Asqa Imagination Schoo(AIS) dan QUOTE AIS

Posting Komentar untuk "Sajak-sajak Lilis Karlina"