Kol Cèngkol dan Nona
Berjilbab Pich
Sepanjang jalan Kol Cèngkol
Pohon nyiur masih gemulai membonsai bibir trotoar
Tanahnya hijau membukit sepanjang mata ku gelar
Awan secantik warna gincu, nona, berjilbab Pich pagi itu
Lututnya tergenang tanah merah
Bersandar pada pembatas jalan cor yang tumbang sebelah
Matanya basah
Rupanya hujan baru saja bertamu disana
Sedang tangannya menusukkan beling beling duka ke dada
Sesekali pekik tawa renyah mendarat ke lubang telinga
“Pergilah! Aku hanya ingin menjaring matahari di Kol
Cengkol ini. Agar lara cepat basi. Lalu kukubur di kanan kiri jalan bersama
kenangan tuan berdasi belati”
Siapakah gerangan, Nona malang?
Lihatlah!
Tangannya mulai basah darah
Sedang dadanya perlahan terbelah
Ah, iya
Matahari mulai melumat pendar cahaya ke dada
Perlahan, hingga jalan Kol Cèngkol merubah latarnya menjadi
legam
Aku seakan ikut terjaring ke alamnya
Menikmati derap rasa
Di teluk rindu yang mulai kadaluarsa
Sumberbatu: 12 03 2020
Bom Ikan
:tragedi meletusnya bom ikan di pulau Sapeken, Sumenep
Di atas sampan harapan
Perambah ikan menyulut semangat kobar
Digiring dentum ombak saling tampar
Melawan gigil menusuk belulang
Mereka hendak panen besar
Berbekal doa dalam saku debar
Berlayar, menuju gubuk ikan ikan sagere segar
Doaaaarrrrrr...
Bom ikan meledak di paruh layar
Tanpa perhitungan, tanpa kecupan api barang sebentar
Di atas sampan kayu
Tempat penampung harapan kepul tungku
Demi mengisi perut anak cucu
Perambah ikan terpental ke perut laut, meregang maut
Lalu,
-Karimata-
Bergerilya, mengantar getir kabar
Dari pulau Sapeken ke beranda beranda pendengar
Menyisakan kekhawatiran yang tak tertakar
Gemetar menjalar, maha debar
Sumberbatu: 03 02 2020
*sagere, dalam bahasa Madura diartikan samudera.

Malikha Aw, lahir dan besar di Blumbungan Pamekasan
Madura. Pecinta aksara dan pena ini, menyelesaiakan pendidikan terakhirnya di
MA Al-ISLAMIYAH 1 Sumberbatu. Saat ini, selain membordir dia juga berproses di
beberapa grup kepenulisan online. Salah satunya di Commonity Pena Terbang (Competer)
Indonesia. Beberapa karyanya dapat ditemui dalam media daring juga dalam buku antologi
bersama, diantaranya; Loppah (Pustaka Tunggal Publisher, 2018), Gerimis (Sastra
Harasi, 2018), Hujan (Sastra Santri Indonesia, 2018), Benang Merah (Komonitas
Sastra Indonesia, 2018) dan Aksara Langit (Jendela Sastra Indoneaia, 2018).
Dapat di sapa diakun FB-nya Malikha Aw

Posting Komentar