This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Perahu Nelayan Terbalik di Perairan Senggigi, Sat Polair Lobar dan Warga Evakuasi Korban Sat Polair Lobar Evakuasi Nelayan


buletinkapass.com--Lombok Barat, NTB - Menanggapi laporan adanya nelayan yang mengalami kecelakaan di perairan Senggigi, Kecamatan Batu Layar, Kabupaten Lombok Barat, Selasa (30/8) sekitar pukul 10.30 Wita, Direktorat Polairud Polda NTB bersama Piket Pos Senggigi melakukan pencarian dan penyelamatan. 


Informasi terkait adanya nelayan yang mengalami laka laut tersebut pertama kali dilaporkan oleh istri korban. Dimana pada pukul 08.31 Wita korban menghubungi istrinya melalui telepon dan selanjutnya melaporkan kejadian ke piket Pos Airud Senggigi. 


Adapun kronologis kejadian, sekitar pukul 03.00 Wita korban pergi melaut atau turun memancing di seputaran perairan Senggigi. Namun perahu korban terkena ombak kurang lebih 2 meter yang menyebabkan kantir sebelah kiri korban patah dan perahu milik korban langsung terbalik. 

Baca Prediksi BMKG soal Gempa

Dengan adanya laporan masyarakat Piket Pos Senggigi yakni Direktorat Polairud Polda NTB dan Satpolairud Polres Lombok Barat langsung merespons dan melakulan pencarian di seputaran perairan Senggigi dengan menggunakan Rubber Boat Polda NTB. 


Dibantu oleh nelayan Senggigi sekitar pukul 11.30 wita, korban ditemukan di Selat Lombok dan selanjutnya korban dievakuasi dan perahu milik korban diikat diperahu nelayan yang ikut melakukan penyelamatan untuk dibawa ke pesisir Pantai Senggigi. 


Adapun identitas korban atas nama Deny Iskandar (32) alamat Desa Senggigi, Kecamatan Batu Layar, Kabupaten Lombok Barat. 


"Keadaan korban saat ini dalam keadaan sehat dan tidak mengalami cidera atau luka-luka lainnya," ujar Direktur Polairud Polda NTB, Kombes Pol Kobul Syahrin Ritonga.

[[zima

Hari ini, BMKG Prediksi Gempa 5,2


buletinkapass.com--Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika memprediksi beberapa wilayah Indonesia yang akan mengalami gempa hari ini, 28/2022

BMKG melalui akun instagram resminya merilis beberapa daerah di Indonesia akan mengalami gempa dengan magnitud 5,2 pada kedalaman 10 kilo meter dari permukaan laut, menurut BMKG, gempa tersebut akan terjadi di wilayah Daerah Istimewa Yogja (DIY) 10.48 Lintang selatan hingga 109.44 Bagian Timur dan 303 km barat daya Bantul

BACA JUGA: ELEMEN MASYARAKAT AKSI

Gempa akan diperkirakan terjadi pada pukul 03:49 WIB



Besok, Lintas Elemen Gelar Kirab Merah Putih untuk Menjunjung Persatuan


buletinkapass.com- Lintas elemen mulai dari Pemerintah, tokoh agama, tokoh bangsa, Polri, pemuda hingga mahasiswa menggelar kegiatan kirab merah putih sebagai wujud untuk menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia. 


Kegiatan pembentangan bendera merah putih akan diselenggarakan di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada esok hari Minggu 28 Agustus 2022, pukul 07.00 hingga 09.00 WIB. Adapun rute kirab tersebut dimulai dari Silang Monas hingga Bundaran HI. 


"Indonesia sebagai negara yang kaya akan budaya, beraneka ragam suku bangsa, memiliki ribuan bahasa, tapi perbedaan bukanlah suatu halangan, untuk terus menjunjung persatuan, hal itulah yang menjadi semangat lintas elemen menggelar kegiatan kirab merah putih ini," kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo kepada wartawan, Jakarta, Sabtu, 27 Agustus 2022.


Dedi menyebut, acara kirab merah putih ini rencananya akan dihadiri oleh Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi), Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan Ulama karismatik Habib Luthfi bin Ali bin Yahya. 


"Acara ini juga akan dihadiri oleh puluhan ribu orang dari berbagai macam elemen masyarakat," ujar Dedi. 


Dalam acara tersebut nantinya terdapat beberapa rangkaian kegiatan. Mulai dari, parade kirab merah putih, pawai, doa lintas agama, tausiah kebangsaan, sambutan, pembacaan ikrar, hingga hiburan. 


"Kegiatan tersebut nantinya juga akan diisi dengan berbagai macam kebudayaan yang dimiliki Bangsa Indonesia," tutup Dedi.

Tugu, Thames, Platonis eyok el-abrorii



Kau tahu Selong? Kota yang memiliki taman di tengahnya itu? Dulu. Dulu sekali. Aku pernah bertemu seseorang di sana. Bangku-bangku kayu yang berhadap-hadapan di sana seperti saling memandang dan tak akan dapat menyapa. “Kau tahu apa yang aku suka dari taman ini?” Demikian ia pernah bertanya.

“Aku tak tahu,”

“Tugu itu.”

“Kenapa?”

“Tugu itu adalah tempat pertemuan kita.”

“Hanya itu?”

“Memang tidak ada lagi.”

Ia memegang tanganku lalu menyandarkan pipinya di pundakku. Jika sudah begitu, -aku masih sangat hafal- ia tak akan melepaskan aku untuk terus berjalan mengelilingi taman.

“Rumasi, aku takut.”

“Apa yang kau takutkan?”

“Kita.”

Aku pasti diam. Sebab aku mengerti akan ke mana arah bicaranya. Aku selalu berbahagia menerima ajakannya untuk bertemu di taman itu. Atau lebih tepatnya, aku selalu berbahagia mengubah waktu agar malu-malu untuk berlalu dengan cerita-cerita yang ia habiskan denganku, seolah aku bukan orang lain, seolah aku bukan orang asing.


BACA: Jambret dapat penghargaan


“Kita selamanya akan begini, kan?”

“Iya, akan selalu,”

Aku pasti tersenyum, berkata, “Kalau begitu kau tidak perlu takutkan apapun.”

Sampai di sini, aku harus berhenti melanjutkan cerita. Wajahmu sudah mulai mendung. Kau membuang wajah ke London-eye yang bercahaya. Kapal dengan dek terbuka yang kita tumpangi bergerak lamban sekali, seperti tak hendak mengusaikan Thames yang romantis. “Kenapa kau diam?” Kau tetap menatap Ferris Wheel. “Tidak apa-apa aku melanjutkan ceritanya?” Kau tetap diam. “Angeline, aku ingin kau benar-benar mengenalku.” Kau menatapku, “Lanjutkan, tidak apa-apa.”

Lalu kulanjutkan ceritaku...

Ia akan menyeretku untuk duduk di hadapan beberapa swagger yang sedang bermain skate board. Lagi-lagi, belum bisa aku lupakan caranya menatapku. Matanya yang sayu itu seperti hendak ikut bicara.

“Pacarmu lambat laun akan tahu soal kita. Dan aku takut.” Terus terangnya.

“Kalau begitu aku juga takut. Pacarmu lambat laun akan tahu soal kita.”

“Kita selamanya akan begini, kan?”

“Iya, akan selalu,”

Ia meniru caraku tersenyum, mengatakan, “Kalau begitu kau tak perlu takutkan apapun,”

Sampai seusai wisuda, satu tahun lalu, aku datang ke sini. Negrimu, Angeline. Dan aku bertemu denganmu. Terus terang aku menyukaimu, tak seperti terhadapnya. Aku merasakan sesuatu yang berbeda, seperti ketika pertama kali bertemu dengan perempuan di taman itu, atau bahkan dengan pacarku. Pada kelas pertama, pulpenmu bergelinding tepat ke bawah bangku yang aku duduki. Aku memungutnya, begitulah pertama kali kau dan aku berkenalan.

Sekarang, aku tak tahu apa-apa lagi tentang teman ceritaku itu. Sebab sebelum aku meninggalkan Selong, ia mengatakan akan dilamar oleh pacarnya yang selalu jadi bahan pembicaraannya di taman. Sementara pacarku, lagi-lagi aku harus memintanya bersabar untuk menunggu. “Sepertinya sekarang aku tidak akan kuat lagi,” demikian lepas pacarku di bandara.

Angeline, aku belum paham kenapa kau terus menatap bianglala terbesar dan tertinggi di Eropa itu. Mengapa tak kau nikmati saja udara London yang segar dari sungai ini sambil -barangkali- menggenggam tanganku.

“Apa lagi yang mau kau ceritakan dari taman itu, Rumasi?” Kau bertanya.

Ah, Angeline. Taman itu adalah tempat yang menyenangkan sekaligus menyedihkan buatku. Di taman itu aku tahu bahwa ia sangat mencintai pacarnya (itu aku tahu ketika ia memelukku sambil mengatakan bahwa ia sangat merindukan pacarnya). Tapi aku juga berbahagia sebab itu berarti hubunganku dengan pacarku tak akan terganggu, sebab ia hanyalah teman cerita.

“Angeline, banyak sekali yang ingin aku ceritakan. Tapi aku tidak tahu harus menceritakannya seperti apa.”

“Dan bagaimana dengan pacarmu?”

Aku diam. Tiba-tiba kota dan lampu-lampu seperti hendak tenggelam. Kenapa kau harus bertanya tentang pacarku. Pacarku telah seperti mata London, menatap kita dari atas Thames (yang hanya menatap tanpa perasaan, tak aku tahu apakah ia akan marah atau cemburu, sebab aku masih ingat apa yang diucapkannya di bandara).

“Kenapa kau diam?”

“Barangkali cinta memang harus seperti ini, Angeline.”

“Maksudmu?”

“Teman ceritaku di taman itu menikah dengan pacarnya. Aku akan sulit terlepas dari bayangan pacarku. Dan kau akan sulit menyukaiku.”

“Aku tetap tidak mengerti.”

“Angeline,” aku menggenggam tanganmu, “Aku benar-benar ingin kau mengenaliku.” Kau tak membalas genggaman tanganku, namun juga tak berusaha melepaskannya. Kau juga tak tersenyum. “Kau masih baru di sini. Kau juga belum mengenalku.” Hanya itu yang kau katakan. Ah, mata birumu itu, Angeline. Aku jadi gagal peduli dengan apa yang kau katakan. Bahkan aku tak akan menanyakan, apakah kau baru saja menolak keinginanku untuk mendekatkan diri kepadamu.

“Apakah kau masih mencintainya?”

-Sekarang aku mencintaimu-

Sungguh, jawaban seperti itu yang ingin aku ucapkan. Tapi taman Selong yang pemalu juga sungai Thames yang lugu agaknya sama saja. Seperti cinta yang harus seperti ini.

 

Selong, 2019

Lawan Jambret, Sri warga Batujai Terima penghargaan dari Kapolres Loteng


buletinkapass.com--LOMBOK TENGAH, (NTB) - Sri Titi Handayani seorang gadis (19) warga Desa Batujai, Kecamatan Praya Barat mendapat penghargaan dari Polres Lombok Tengah karena keberaniannya melawan jambret. 


"Kami memberikan piagam penghargaan atas keberanian Sri menggagalkan aksi penjambretan," kata Kapolres Lombok Tengah AKBP Irfan Nurmansyah, SIK, MM di Praya, Senin (22/8). 


Sri diundang ke Mako Polres Lombok Tengah oleh Kapolres Lombok Tengah untuk menerima piagam penghargaan dan ucapan terimakasih pada saat pelaksanaan Apel pagi. 


Sebelumnya kata AKBP Irfan, Sri menjadi korban pencurian kekerasan (jambret) pada Sabtu (6/8) dijalan Bypass depan SPBU Batujai. HPnya dirampas oleh dua orang pria bermotor saat hendak pulang dari Praya. 


"Waktu itu Sri tidak tinggal diam, ia sempat mengejar dan melawan kedua pelaku dari atas motor dengan memukul pelaku menggunakan helm dan menabrakkan sepeda motornya ke pelaku," jelas AKBP Irfan. 


Atas aksinya tersebut kata Kapolres, satu terduga pelaku sudah ditahan di Mapolres dan yang satunya masih mendapat perawatan di Rumah sakit karena mengalami luka yang cukup parah akibat ditabrak oleh korban. 


Kapolres berharap, dengan pemberian penghargaan tersebut bisa menjadi inspirasi bagi masyarakat bahkan seluruh personel Polres Lombok Tengah untuk berani melawan segala bentuk tindakan kejahatan yang ada.

Sepasang Pengepul Judi Online di Kota Bima Disergap Tim Puma 1


buletonkapass.com--Kota Bima, NTB (25/8) – Komitmen dan janji Kapolri, memberantas berbagai jenis perjudian, baik itu judi online pun judi konvensional, betul-betul dijawab kerja nyata Polres Bima Kota.


Rabu (24/8) siang kemarin, Tim Puma 1 Sat Reskrim Polres Bima Kota, menggerebek praktek perjudian online jenis togel di wilayah hukum Polres setempat.

Tim Puma 1 dibawah pimpinan Katim Aipda Abdul Hafid dan anggotanya, berhasil menyergap sepasang pengepul judi online.

BACA JUGA PENCARI MADU ASAL BIMA DITEMUKAN TEWAS

Begitu kabar disampaikan Kapolres Bima Kota AKBP Rohadi melalui Kasi Humas Iptu Jufrin, Kamis (25/8) pagi ini.

Sepasang terduga pengepul judi togel online yang ditangkap itu, jelas Kasi Humas, yakni U (40) asal Kecamatan Rasanae Barat dan W (29) asal Kecamatan Asakota Kota Bima.

Keduanya jelas Kasi Humas, ditangkap di dua TKP atau di rumah masing-masing di wilayah kecamatan dimaksud asal dua terduga.

Ditangan keduanya saat digerebek dengan disaksikan tokoh masyarakat setempat, sambung Kasi Humas, didapatkan sejumlah barang bukti.

Untuk TKP pertama, barang bukti yang diamankan, uang sejumlah Rp 420 ribu dalam berbagai pecahan, handphone, tas dan 2 lembar bukti tulisan angka togel.
Sementara di TKP kedua, Tim Puma 1 sebut Kasi Humas didapatkan barang bukti, uang sejumlah Rp 1,724 juta berbagai pecahan, handphone dan kartu ATM.

"Dua terduga telah digelandang ke Mako Polres Bima Kota untuk ditindaklanjuti sebagaimana hukum yang berlaku," pungkasnya.

Setahun Menghilang, Pencari Madu Asal Ambalawi Ditemukan Tersisa Kerangka


(pencari madu asal bima ditemukan tewas)

buletinkapass.com--Kota Bima, NTB (24/8) - Tulang belulang manusia yang diduga kerangka dari Alwi (61) asal Ambalawi Kabupaten Bima, ditemukan warga pencari madu di pengunungan sekitar wilayah Ambalawi.

Kerangka manusia yang diduga Alwi yang juga pencari madu ini, ditemukan Selasa (23/8).sore kemarin di So Desa Kole Ambalawi Kabupaten Bima.

Penemuan tulang belulang manusia beredar informasi masyarakat ini, langsung direspon Polsek Ambalawi Polres Bima Kota Polda NTB.

Begitu kabar disampaikan Kapolres Bima Kota AKBP Rohadi melalui Kapolsek Ambalawi Iptu Rusdin, Rabu (24/8) pagi ini.

Awal diketahuinya informasi penemuan tulang manusia yang diduga warga Ambalawi itu, jelas Iptu Rusdin, dari keterangan Umran (32) yang saat itu, tengah mencari madu di pegunungan sekitar atau TKP penemuan kerangka manusia tersebut.

Umran yang saat itu bersama Marwa, saat mencari madu, melihat  seutas tali pengikat parang tergantung di sebuah pohon. Lalu menemukan baju dan celana  tergeletak di bawah tanah.

"Setelah dibuka terlihat kerangka atau tulang manusia dan menduga kerangka tersebut adalah warga yang hilang beberapa bulan yang lalu, melihat hal tersebut kedua warga pencari lebah madu, langsung memberitahukan keluarga almarhum Alwi,"jelas Kapolsek Ambalawi, mengutip keterangan saksi mata.

Sekitar sore kemarin, Umran bersama keluarga Alwi, sambung Iptu Rusdin menceritakan kronologi penemuan kerangka manusia, kembali menuju pegunungan atau TKP penemuan kerangka manusia, untuk mengambil tulang belulang dimaksud.

Atas penemuan kerangka manusia itu, kata Kapolsek Ambalawi, pihak keluarga Alwi, mengakui tulang yang ditemukan tersebut adalah almarum Alwi.

Dasar yang meyakini keluarga Alwi, sambungnya, dari pakaian dan barang berupa parang yang ada di TKP, merupakan milik almarhum Alwi.

Adapun barang  yang di temukan di TKP, sebut Kapolsek, parang, celana dalam warna hijau, baju Kaos warna putih campur hitam, celana kolor  warna hitam, celana Jeans ysng sudah hancur, ikat pinggang warna hitam dan tali pengikat parang.

Satu Bulan, Polres Sumbawa Ungkap 10 Kasus Narkoba



(pengungkapan kasus narkoba sumbawa)


buletinkapass.com--Sumbawa Besar, NTB - Kurun waktu Juli sampai 19 Agustus 2022, Satuan Reserse Nakroba Polres Sumbawa berhasil berantas 10 kasus penyalagunaan narkotika.

Dari total kasus yang berhasil diungkap, diamankan 14 orang tersangka, 200,07 Gram Sabu, 1.526,96 Gram Ganja dan Uang Rp. 1.810.000,.

Demikian disampaikan oleh Kapolres Sumbawa AKBP Henry Novika Chandra, S.IK. M.H., didampingi Waka Polres, Kasat Narkoba dan Kasi Humas dalam Jumpa Pers yang digelar, Senin (22/08/2022) pagi di Mapolres.


"Bahwa seluruh pengungkapan diatas merupakan hasil informasi dari masyarakat yang dilakukan pengungkapan dalam kurun waktu dari bulan Juli sampai dengan tanggal 19 Agustus 2022 yang telah melalui proses penyelidikan dan gelar perkara untuk menentukan peningkatan status proses penyidikan dan penentuan status tersangka," ungkap Kapolres.


Disebutkan, dari 14 tersangka, 13 orang laki-laki, 1 orang perempuan. Terdapat 1 tersangka merupakan residivis dan 1  di TAT (Restorative Justice) sebagai penyalahguna narkotika jenis sabu.


Manurut Kapolres, bardasarkan hasil pengungkapan, sebagian besar barang dari Pulau Lombok dan Jawa. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, para tersangka dijerat dengan  Pasal Persangkaan Pasal 111 ayat (1),  Pasal 112 ayat (1) (2), Pasal 114 ayat (1) (2), dan Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.


Melalui kesempatan ini, Kapolres menghimbau kepada masyarakat untuk tidak menyalahgunakan narkotika. Kapolres mengajak, untuk berprestasi tanpa menggunakan narkoba. (HPs)

SWAFOTO DI PUNCAK RINJANI, WNA PORTUGIS JATUH DARI KETINGGIAN RATUSAN METER


buletinkapass.com--Boaz Tan Anam (37), Seorang pria warga negara asing (WNA) kelahiran Israel, kebangsaan Portugis dilaporkan jatuh dan meninggal dunia di puncak Gunung Rinjani, Jumat (19/8) sekitar pukul 05.30 Wita. 


Kepala Kantor SAR Mataram Nanang Sigit, PH membenarkan kejadian tersebut setelah menerima laporan dari bapak Gusti, TNGR Sembalun pukul 10.21 Wita.


“posisi korban jatuh di lereng bagian barat laut atau arah danau segara anak,” kata Nanang. Jatuh dari ketinggian sekitar 150 meter menyebabkan korban meninggal dunia. Sementara dua rekannya telah dibawa turun oleh guide melalui jalur bawak nao sajang, sembalun.


Menindak lanjuti laporan yang diterima, dua tim rescue dari Kantor SAR Mataram dan Pos SAR Kayangan diberangkatkan menggunakan kendaraan operasional dengan dilengkapi peralatan mountaineering, evakuasi, komunikasi, dan peralatan pendukung lainnya.


“total ada 17 personil kami kerahkan, dikoordinir langsung oleh Kasi Operasi dan Siaga,” terangnya.


Tim SAR gabungan dari unsur Kantor SAR Mataram, TNI, Polri, TNGR, Pemadam Kebakaran, BPBD, Unit SAR Lombok Timur, EMHC, KUN, warga setempat, dan lainnya melakukan pendakian melalui jalur Sembalun menuju LKP untuk melakukan evakuasi.


“puluhan personil berangkat sejak tadi siang, perkiraan tiba di LKP besok pagi,” tandasnya.


Diketahui mulai melakukan pendakian melalui pintu masuk Sembalun pada Kamis (18/08). Sebelum kejadian, korban melakukan swafoto (selfie) dari tepi jurang puncak Gunung Rinjani. Akibat kurangnya memperhatikan faktor  keselamatan, WNA tersebut mengalami kecelakaan.

Pendaki dari Israel Jatuh dari Puncak Rinjani


buletinkapass.com– Seorang pria diduga Warga Negara Asing (WNA) Israel tewas di Gunung Rinjani, 19 Agustus 2022. Korban jatuh dari ketinggian sekitar 150 meter dari puncak tertinggi Gunung Rinjani pada 3726 Mdpl.


Informasi awal diperoleh, pendaki tersebut bernama Boaz Bar Anam asal Israel. Perkiraan sementara, posisi korban terjatuh pada lereng bagian Selatan atau arah Danau Segara Anak.


Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Dedy Ashriadi yang dihubungi oleh media, membenarkan kejadian itu setelah menerima laporan dari salah satu Tracking Organizer (TO). Dedy menuturkan, insiden sekitar Pukul 05.30 Wita. “Mengenai kronologi kejadian, belum bisa dipastikan. Tim TNGR sedang menuju ke lokasi untuk proses evakuasi,” jelasnya.

Baca juga: bmkg pantau kemarau di ntb

Sementara itu, Kronologi, korban saat itu sedang swapoto sembari membelakangi danau. Diperkirakan terlalu mundur, korban tak sadar kakinya terpeleset hingga terperosok ke dalam jurang 150 meter. Korban pun diperkirakan dalam keadaan sudah meninggal dunia.

BMKG Pantau Wilawayah Tanpa Hujan NTB


(Pemantauan BMKG Wilayah potensi kemarau)

buletinkapass.com--Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memantau beberapa wilayah yang tidak akan mengalami hujan lebih dari dua bulan.


Melalui Instagram resminya, BMKG menerangkan bahwa saat ini telah sekitar 75,51% dari jumlah ZOM (Zona Musim) yang ada di Indonesia mengalami musim kemarau dan 8 daerah tidak mengalami hujan lebih dari 2 bulan. 


Sebanyak 75,15% wilayah Indonesia sudah masuk musim kemarau. Wilayah yang sedang mengalami musim kemarau meliputi Aceh, Sumatera Utara, sebagian Riau, Sumatera Barat, sebagian Jambi, sebagian Sumatera Selatan, sebagian Banten & DKI Jakarta, sebagian Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, sebagian Kalimantan Selatan, sebagian Kalimantan Timur, sebagian Sulawesi Selatan, sebagian Sulawesi Tenggara, sebagian Sulawesi Tengah, sebagian Sulawesi Barat, sebagian Maluku, sebagian Papua Barat dan Papua.


Daerah yang sudah lama tidak mengalami hujan hingga berada pada kategori panjang ekstrem yakni ada di NTT: Rambangaru - Sumba Timur (144 hari), Busalangga - Rote Ndao (87 hari), Mapoli-Oepoi - Kota Kupang (68 hari), Sulamu - Kupang (65 hari), Daleko - Sabu Raijoa (62 hari); NTB: Woha - Bima (74 hari), Perigi - Lombok Timur (68 hari), Labuhan Badas - Sumbawa (62 hari).


Penyakit Tak Sembuh-sembuh, Pria Asal Sembalun Ini Nekat Gantung Diri


(tidak sembuh dari penyakit, peria nekat bunuh diri)

Buletinkapass.com-Lombok Timur - Seorang warga Dusun Jorong Desa Sembalun Bumbung, Kecamatan Sembalun, Amaq Human Wahid ditemukan meninggal dunia, Kamis pagi (18/8/2022). Diduga, pria 48 tahun itu meninggal lantaran gantung diri dalam rumah menggunakan seutas tali. 


Informasi yang diterima, sekitar pukul 09.20 Wita warga setempat melaporkan adanya penemuan mayat kepada petugas SPKT Polsek Sembalun. Mendengar informasi tersebut, anggota bersama pelapor langsung menuju TKP. Setelah berada di TKP, petugas kemudian meminta keterangan sejumlah saksi yaiu istri korban Inaq Human Wahid delan sejumlah saksi lainnya. 


Istri korban menjelaskan, pada Kamis pagi sekitar pukul 07.00 wita dirinya keluar rumah untuk mencari bahan-bahan masakan dan sekaligus untuk menyiapkan sarapan untuk suaminya (korban) sebagaimana biasanya. Selama dia di dapur, dirinya tidak pernah mendengar suara dari suaminya. Sekitar pukul 08.30 wita istri korban pun masuk ke dalam rumah (tempat almarhum istirahat, Red) Inaq Human Wahid terkejut melihat suaminya dalam posisi leher tergantung di tengah ruangan pada seutas tali. 

Baca juga: Naas perbaiki truck, malah tewas ditindih

"Saat itu suami saya masih menggunakan selimut yang biasa dipakainya sehari-hari," ujarnya. 


Ketika melihat kejadian itu, Inaq Human Wahid pun langsung berteriak sehingga tetangganya datang membantu menolong melepaskan tali dan kemudian langsung membawanya ke Puskesmas Sembalun. Namun ternyata korban tidak tertolong lagi. 


"Suami saya itu mengidap penyakit asam lambung dan asam urat sejak Mei 2022. Sudah sering berobat ke rumah sakit, tapi kondisinya tidak juga pulih sebagaimana sebelumnya, sehingga almarhum tidak dapat bekerja di sawahnya dan kebanyakan istirahat di dalam rumah," ceritanya. 


Meski demikian, pihak keluarga korban menolak untuk dilakukan otopsi. Sebab keluarga menganggap ini sebagai musibah dan bukan karena faktor kejahatan. (*)

*Perbaiki Truk, Naas IS (47 Tahun) Asal Kempo Tertindih dan Meninggal Dunia*


buletinkapass.com-Dompu, NTB//Kepolisian Resor Dompu melalui Kepolisian Sektor Kempo pada hari Selasa (17/08/2022) jam 10.20 Wita menerima laporan Kejadian Kecelakaan Kerja di Sori Boro Dusun Tolokalo, Desa Tolokalo, Kecamatan Kempo, Kabupaten Dompu Yang tertindih truk saat memperbaiki PIR truk tersebut.



Kapolres Dompu AKBP Iwan Hidayat, S.I.K melalui Kapolsek Kempo Iptu Zuharis  menjelaskan bahwa kejadian tersebut terjadi pada hari Selasa (17/08/2022) sekitar pukul 10.00 wia bertempat di Desa Tolo Kalo, Kecamatan Kempo ditindih pada saat memperbaiki PIR truk tersebut.


“ Benar adanya kejadian tersebut di Sori Boro Dusun Dusun Tolokalo, Desa Tolokalo, Kecamatan Kempo, Kabupaten Dompu, personil kami sudah mendatangi tempat kejadian perkara dan sudah mengambil data-data korban, korban bernama lengkap IRWA SAHRUJI Laki-laki, Umur 37 Thn, Agama Islam, Pekerjaan Supir , Alamat Dusun Ta'a Desa Ta'a, Kecamatan Kempo , Kabupaten Dompu. ,” terang Kapolsek Iptu Zuharis.


Sebagaimana disampaikan Kapolsek Kempo Iptu Zuharis, bahwa pada Selasa (17/08/2017), sekira pukul 10.00 Wita, pihaknya menerima laporan bahwa di Sori Boro Dusun Tolokalo, Desa Tolokalo, Kecamatan Kempo, Kabupaten Dompu Yang tertindih truk saat memperbaiki PIR truk tersebut.,” terang Kapolsek.


Setelah pihaknya menerima laporan, Kapolsek bersama anggota segera mendatangi lokasi kejadian sekaligus melaporkan kepada tim Identifikasi Sat Reskrim Polres Dompu, guna melakukan identifikasi dan membantu mengevakuasi korban.


“Sesampainya di TKP, ternyata benar ada kejadian seorang pekerja telah meninggal dunia akibat tertimpa truk.” lanjut Kapolsek.


Adapun kronologi peristiwa tersebut, sebagaimana dikutip dari keterangan saksi-saksi, kejadian berawal pada saat adanya kegiatan pengisian Kayu pada saat itu Mobil Truk tersebut Rusak pada Pir Roda depan, pada saat itu Korban memperbaiki Pir tersebut, Korban masuk di bawah bak depan untuk memasukan Dongkrak pada saat Dongkrak sudah di masukan Korban masuk di bawah untuk melihat Pir tersebut, Dongkrak tiba - tiba terlepas langsung menindih Korban pada saat itu Korban langsung meninggal . Atas kejadian tersebut pihak keluarga Korban terima dengan Iklas atas kejadian tersebut.” terang Kapolsek

Apel 17 Agustus 2022 Dihadiri Kadis Kominfo


(Ponpes Tajul Karomah Karya Adihusada: Rakam) 


buletinkapass.com--Upacara apel bendera 17 Agustus 2022 Ponpes Tajul Karomah selain dihadiri militer, tokoh agama, tokoh adat dan kepala desa Rakam Serta Kepala dinas Kominfo Dr. Fauzan Fuad.


Dalam pidatonya kadis Kominfo Lotim menyampaikan bahwa kemerdekaan kita adalah hasil perjuangan yang mengorbankan jiwa raga, harta dan airmata. Mereka mendedikasikan hidupnya untuk kemerdekaan mereka dan kita sebagai penerusnya


Selaku penerus bangsa, mahasiswa dan santri harus bersemangat menuntut ilmu, meningkatkan kualitas diri supaya kemerdekaan menjadi berarti. Ujarnya


Orang-orang yang merdeka adalah orang yang menyerahkan seluruh hidupnya untuk berbuat baik tanpa harus bertanya apa balasannya, karena yakin Allah pasti akan membalas kebaikannya. Tutupnya


Upacara bendera ditutup dengan pentas seni tongkek sebuah musik tradisional Lombok Timur dan Senin modern, dari santri dan mahasiswa.


||ysm

Universitas Indonesia lakukan edukasi untuk kurangi Dampak Paparan Panas dan Pestisida pada Petani di Sembalun, Lombok Timur


(edukasi untuk kurangi Dampak Paparan Panas dan Pestisida pada Petani di Sembalun, Lombok Timur)



buletinkapass.com- Tim Pengabdian kepada Masyarakat (Pengmas) Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) memberikan edukasi bagi petani di Sembalun tentang bahaya pestisida berlebihan dan sengatan panas. 14/8


Kegiatan ini dilaksanakan di Kantor Desa Sembalun yang diikuti oleh 40 orang peserta dari berbagai desa di Kecamatan Sembalun.


Acara dibuka oleh Retnowati, SKM, MKM dilanjutkan sambutan dari H. Husnul, perwakilan dari UPP Pertanian Sembalun dan  sambutan dari Dion Zein Nuridzin SKM, MKM selaku perwakilan dari para pengabdi. Acara kemudian dilanjutkan dengan kegiatan edukasi yang dibagi dalam 3 sesi.


Koordinator Penyuluh Dinas Pertanian Lombok Timur, Zainuddin., SP. Dalam pemaparannya mengajak petani untuk menggunakan pestisida secara bijak sesuai dengan dosisnya dan mengingatkan untuk Back to Nature. Selain itu, beliau juga menghimbau petani agar tetap menggunakan APD selama melakukan penyemprotan karena "mencegah lebih baik dari mengobati".

Baca juga mengenal 4 simbol-bintang-kehormatan Prabowo

Sementara itu dari Universitas Indonesia, Shafira Agustina. Shafira menyampaikan dampak yang dapat timbul dan cara megurangi dampak sengatan panas dan pestisida bagi kesehatan para petani.


Selain memberikan edukasi kepada petani, FKMUI juga memberikan modul edukasi dan beberapa sarana kelengkapan Alat Pelindung Diri (APD) berupa topi pelindung panas dan sarung tangan. Diharapkan penggunaan APD ini akan mengurangi dampak sengatan panas saat petani bekerja.


Seentara itu, Staf promosi kesehatan RSUD Provinsi NTB, Siti Syahidati Fauzana, SKM, MPH dan Husairi, SKM. Materi yang disampaikan berupa pemaparan  kegiatan Gerakan Masyatakat Hidup Sehat (Germas) yang dapat dilakukan oleh para petani termasuk di dalamnya praktek 6 langkah cuci tangan yang direkomendasikan Kementerian Kesehatan. Praktek cuci tangan ini diharapkan akan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari terutama setelah para petani selesai melakukan penyemprotan. 


||Ysm

BMKG Pantau Indeks Ultra Violet (UV) 17 Agustus


(Prediksi Indeks UV di Indonesia)


buletinkapass.com-Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMK)  memantau prediksi indek UV diwilayah Indonesia 17 agustus 2022


Dalam akun resmi instagramnya BMKG menjelaskan bahwa warna hijau 0-2 menunjukkan bahaya rendah bagi orang banyak (low), 3-5 atau garis kuning menunjukkan tingkat bahaya sedang bagi orang yang terpapar matahari tanpa pelindung, 6-7 ditandai oleh garis orange (oren) dengan tingkat bahaya tinggi bagi orang terpapar matahari tanpa pelindung.


Masarakat dihimbau mengurangi aktifitas di bawah matahari, 8-10 atau garis merah berarti tingkat bahaya tinggi sedangkan purpel (ungu) ditandai dengan titik lebih dari 11 berarti ekstrim


Pada level ini matahari dapat menyebabkan kerusakan mata dan terbakar dalam hitungan menit**


||ysm

Hampir 2 bulan Tangani Kasus Tabrak Lari Tidak Selesai

(Polres Sampang jangan 'lamban')

buletinkapass.com--Kasus tabrak lari yang menimpa seorang perempuan tua berusia 50th bernama Sofiah Pj Kepala desa Torjuna kabupaten Sampang, belum juga menemukan titik temu


Di rilis pada pojokmadura.com, hingga kini terduga pelaku belum juga ditangkap. Hal ini membuat keluarga terus bertanya dan resah


Keluarga korban meminta Kapolres Sampang segera menangkap pelaku yang terlibat karena diduga bukan tabrak lari biasa


Suami korban (Mahmud Alwi) minta polisi tidak lamban menangkap pelaku karena dugaannya kuat


"Ini sudah 2 bulan tapi pelaku belum juga ditangkap, padahal dugaannya sudah kuat, apalagi yang ditunggu" katanya 16/08


Pihaknya juga berharap Kapolres Sampang bisa menegakkan keadilan dengan membuka kasus secara transparan.

BPBD NTB Hitung Indek Ketahanan Daerah

(Perhitungan Indek Ketahanan Daerah) terhadap bencana

buletinkapass.com-Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB mengikuti rapat Perhitungan (IKD). 15/08/22


Rapat yang dihadiri oleh kepala pelaksana BPBD NTB, Kabid RR dan kerjasama Kabid PK, sub koordinator percepatan Pencegahan, sub koordinator kedaruratan dan staf BPBD.


Dalam akun resminya, BPBD menuliskan bahwa salah satu indikator kinerja pemerintah daerah dalam urusan kebencanaan adalah meningkatnya Indeks Ketahanan Daerah (IKD). Nilai tersebut diperoleh dari 71 (tujuh puluh satu) indikator yang terdiri atas 4 pertanyaan setiap indikator atau 284 pertanyaan secara keseluruhan.


IKD Provinsi NTB pada tahun 2021 sebesar 0,61 melampaui nilai yang ditargetkan yaitu 0,59. Sementara itu IKD tahun 2022, BPBD NTB sedang melakukan penghitungan dan menghimbau BPBD Kab/ Kota agar melakukan penghitungan sebelum evaluasi pusat (BNPB)

Mengenal 4 Simbol Bintang Kehormatan Yang Diterima Prabowo Subianto

(pemberian 4 bintang penghargaan Prabowo)

BULETINKAPASS.com - Bertempat di Ruang Hening, Kemhan, Jakarta pada 15 Agustus 2022, Prabowo sangat bersyukur dan bergembira atas pemberian 4 Bintang Kehormatan Utama dari Pemerintahan President Jokowi.


Empat Bintang Kehormatan Utama itu langsung disematkan oleh Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa dan 3 Kepala Staf Anggatan.


Pada kesempatan itu juga, Prabowo menyematkan Bintang Yudha Dharma Utama kepada Panglima TNI.


Baca juga: Prabowo Subianto Terima 4 Bintang Penghargaan

Setelah acara penobatan tersebut, Menteri Pertahanan RI itu menyampaikan rasa syukur dan terimakasihnya lewat akun IG-nya @prabowo.


Kutipannya yang Ia kirim via Instagram itu langsung ditujukkan kepada President Jokowi, beserta Panglima TNI Jendral Andika Perkasa, Kepala Staf TNI AD (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurrahman, Kepala Staf TNI AL (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono, dan Kepala Staf TNI AU (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo.


Mereka yang disebut oleh Prabowo dalam akunnya adalah orang terhormat yang langsung menyematkan 4 Bintang Kehormatan Utama itu.


“Terima kasih kepada Presiden RI, Panglima TNI, dan Kepala Staf Angkatan Darat, Laut, dan Udara atas 4 tanda kehormatan yang diberikan kepada saya,” tulis Prabowo dalam unggahannya itu.


Empat bintang kehormatan yang diberikan kepada Prabowo di antaranya: Bintang Yudha Dharma Utama yang disematkan kepada Prabowo oleh Panglima TNI, Bintang Kartika Eka Paksi Utama yang disematkan oleh KSAD, Bintang Jalasena Utama yang disematkan oleh KSAL, dan Bintang Swa Bhuwana Paksa Utama yang disematkan oleh KSAU.


Penganugerahan Tanda Kehormatan Bintang Yudha Dharma Utama kepada Prabowo ini didasari oleh Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 13/Tk/Tahun 2022.


Bintang Yudha Dharma adalah tanda kehormatan yang diberikan pemerintah untuk menghormati jasa dharmabakti seseorang yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh bangsa dan negara.


Sementara itu, Bintang Kartika Eka Paksi Utama adalah tanda kehormatan yang diberikan oleh pemerintah untuk menghormati jasa seorang prajurit yang luar biasa untuk kemajuan dan pembangunan TNI AD.


Adapun Bintang Jalasena Utama adalah bintang kehormatan yang diberikan untuk menghargai kesetiaan, kemampuan, kebijaksanaan dan jasa-jasa yang melebihi kewajiban di bidang tugas kemiliteran TNI AL.


Bintang Swa Bhuwana Paksa Utama merupakan tanda kehormatan yang dianugerahkan oleh pemerintah untuk menghormati seorang prajurit atas jasanya yang luar biasa terhadap kemajuan dan pembangunan TNI AU.


||zima

Prabowo Subianto Terima 4 Tanda Bintang

(intagram: Prabowo)

buletinkapass.com-Prabowo Subianto menyampaikan terimakasih kepada presiden RI Joko Widodo, panglima TNI dan kepala staf darat, laut dan udara. 16/08


"Terimakasih kepada presiden RI, kepada panglima TNI dan kepala staf Angkatan Darat, laut dan udara atas 4 (empat) tanda penghormatan yang diberikan kepada saya" tulis prabowo lewat akun instagram milikny


Ada 4 penghargaan yang didapatkan Prabowo yaitu bintang  Yudha Dharma Utama, Bintang Kartika Eoa Paksi Utama, bintang Jalasena Utama dan bintang Swa Bhuwana Paksa Utama.


Karyawan Alfamart Dijerat UU ITE Gara-gara Merekam Aksi Pencurian Seorang Ibu


buletinkapass.com - Beredar video viral baru-baru ini di Twitter dan sempat jadi trending topik. Video itu berisi tentang rekaman permintaan karyawan Alfamart yang telah menangkap basah seorang ibu yang mengambil 3 coklat tanpa berbayar.


Dalam video tersebut ada 3 orang, Amelia (karyawati), Mariana (ibu yang diduga mencuri), dan seorang pengacara yang dibawa oleh Mariana.


Dalam video itu, pengacara itu telah mengklarifikasi pada publik yang disebarkan oleh akun Twitter @Mei2Namaku pada Minggu, 14 Agustus 2022 kemarin mengenai keresahan Ibu Mariana terhadap karyawati Alfamart itu.

Baca juga sepotong Episode hidup

"Saya dari tim kuasa ibu, alhamdulillah pada hari ini sudah terjadi kesepakatan bersama. Artinya dari adek Amelia (Karyawati) sudah meminta maaf kepada ibu Mariana atas video yang beredar di media sosial," ucap pengacara tersebut.


Permintaan maaf dari karyawan Alfamart itu dikarenakan video rekaman ibu yang mengambil beberapa barang disebarkan di akun TikTok @NHKLM pada 13 Agustus 2022.


Walaupun video klarifikasi itu menuai kecaman dari warganet, pengecara itu menjelaskan bahwa video pencurian oleh ibu Mariana yang disebarkan ke media sosial adalah pilihan salah.


Pengecara itu menjelaskan bahwa video yang tersebar di media sosial sangat merugikan pihak si ibu.


Diungkapkannya lagi bahwa pihak Mariana juga meminta maaf kepada karyawan dan manajer atas kesalahpahaman yang tersebar di video TikTok tersebut.


Sampai berita ini ditulis, video tentang pencurian itu sudah ditonton 1 juta lebih kali dengan 18,5 ribu like dan 9,8 ribu retweet.


Pihak Alfamart pun menenggapi berita tersebut. Tanggapan mereka disebarkan lewat akun IG Alfamart. Tanggapan itu langsung turun secara resmi dari memeger Alfamart.


Di dalam tanggapan itu ada 5 poin yang disampaikan oleh pihak Alfamart, salah satunya mereka sedang melakukan investigasi internal lebih lanjut perihal masalah itu.

Isi Rekaman yang Memicu Penembakan Sampai Pengakuan Irjen Ferdy Sambo Sebagai Dalang


buletinkapass.com - Komnas HAM telah menerima rekaman komunikasi antara Ferdy Sambo dan Ibu Putri Chandrawathi (istri Sambo) dalam pemeriksaannya terhadap Ferdy Sambo di Mako Brimob Kelapa Dua Depok Jawa Barat pada Jumat, 12 Agustus 2022.


Rekaman video tersebut dikatakan oleh Komnas HAM berisi komunikasi antara Ferdy Sambo dan istrinya yang diyakini sebagai pemicu terjadinya penembakan terhadap Brigadir J.


Dari penjelasan Komisioner Komnas HAM Choirul Anam, bahwa video tersebut berdurasi sekitar kurang lebih satu jam. "Memang, di dalam rekaman tersebut, kami telah mendapati komunikasi Sambo dan Istrinya yang nanti sangat mempengaruhi kejadian di TKP 46," ujarnya saat konferensi pers setelah pemeriksaan Ferdy Sambo.


Kendati demikian, Ferdy Sambo telah mengakui perbuatannya yang mendalangi semua sekenario penembakan.


"Kami juga menerima pengakuan FS (Fredy Sambo) bahwa dia adalah aktor utama dari peristiwa ini," jelas Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik.


Tidak hanya pengakuannya terhadap aksi penembakan itu. Dari tuturan Taufan selanjutnya, dia mengakui juga tentang dirinya yang sejak awal merekayasa kontruksi cerita aksi tembak-menembak antara Bharada E dan Brigadir J.


"Diakuinya juga, bahwa dia sejak awal melakukan langkah-langkah merekayasa, mengubah, dan mendisinformasi beberapa hal sehingga terbentuklah cerita yang sejak awal kita terima sebagai baku tembak," lanjut Taufan.


Dikatakannya juga, dia mengakui hal itu sebagai kesalahannya dalam sebagai penegak hukum.


Ternyata, apa yang dia perbuat terhadap Brigadir J karena almarhum telah melakukan hal yang senonoh sehingga dianggap mencoreng martabat keluarganya.

Sepotong Episode Hidup

 


"Semua demi kalian. Demi kamu ... demi  anak-anak. Biar kamu nggak ikut bantu aku cari nafkah lagi dan bisa fokus mendidik serta mengurus anak-anak di rumah."

Mas Erik terus mencoba meyakinkanku untuk melepasnya berangkat ke Pulau Jawa untuk bekerja. 

Seminggu yang lalu, dia mendapat tawaran kerja dari rekannya dengan gaji yang lumayan. Delapan digit. Bagaimana Mas Erik tidak tergiur? Sementara di sini pekerjaan sehari-harinya sebagai supir angkot, hanya bisa untuk kebutuhan sehari-hari kami. Namun, aku sangat keberatan karena tidak sanggup berpisah dengannya. Sebab, sekali dalam dua bulan saja Mas Erik belum tentu bisa pulang. Memboyong kami ke sana juga tidak mungkin. Kasihan anak-anak jika harus pindah sekolah lagi. Mereka baru saja akrab dan menikmati sekolah baru mereka.

"Terserah, Mas saja," sahutku pasrah, karena aku tak ingin berdebat lagi. Sudah seminggu dan dia masih saja mempertahankan pendapatnya. Padahal, aku lebih rela hidup pas-pasan di sini ketimbang banyak uang, tetapi berjauhan.

"Kenapa jawabanmu begitu, sih, Ndah? Aku melakukan ini demi hidup yang lebih layak. Kamu mau hidup kita selalu seperti ini? Kamu mau terus-terusan ikut banting tulang demi keluarga kita?”

Kuembus napas untuk memberi ruang di rongga dada yang terasa sesak. "Aku, kan, sudah bilang, terserah Mas saja. Aku halangi juga Mas akan tetap pergi, kan?"

Mas Erik diam. Dia meraih cangkir kopi yang sudah dingin dan menyesapnya.

Aku pun bangkit dari duduk dan menuju kamar anak-anak, untuk memastikan apakah mereka sudah tidur atau belum setelah mengerjakan PR tadi.


             *** 


"Kamu nggak percaya sama aku?"

Mas Erik mengikutiku sampai ke dapur setelah aku dari kamar anak-anak. Ketiga putriku ternyata sudah di alam mimpi saat jarum jam menunjuk di angka sepuluh.

"Sepenuhnya aku percaya sama kamu, Mas. Tapi ... aku nggak sanggup berpisah dengan kamu. Tolong, pahami itu!"

Aku berhenti melangkah, memutar tubuh dan menatap mata Mas Erik dengan lekat. Dia pun terdiam.

"Tugas mendidik dan mendampingi anak-anak bukan hanya kewajiban seorang istri saja, tetapi juga suami. Aku nggak sanggup jika melakukannya sendiri. Apalagi selama ini kita telah melakukannya bersama-sama. Betapa canggungnya aku jika nanti semua aku yang menanganinya seorang diri." Kucoba mengurai apa yang kurasakan. 

"Nanti kamu juga akan terbiasa, Ndah. Aku yakin, kamu mampu. Aku yakin, kamu kuat. Bukankah dalam rumah tangga harus ada pengorbanan?"

"Oke, kalau begitu maunya, Mas. Aku tidak akan menghalangi lagi. Silakan jika tetap mau pergi!" pungkasku. 

Tak lagi menghiraukannya, aku kembali berjalan mendekati piring-piring kotor yang tadi belum sempat kucuci selepas makan malam. Percuma bicara. Percuma memberi penjelasan tentang perasaanku. Toh, Mas Erik tidak akan mau mendengar dan tetap pada pendiriannya.

                                                           *** 

Menjelang tidur, aku menyempatkan diri membuka ponsel. Ini kebiasaanku jika rasa kantuk belum datang. Sementara Mas Erik sudah terlelap sejak tadi dengan posisi membelakangiku. 

Satu foto di grup WA membuatku termangu. Foto sepasang suami istri dengan latar belakang Kota Makkah. Ya, mereka baru saja pulang umrah. Banyak ucapan dan doa untuk mereka sampai-sampai notif grup tak henti-hentinya berdenting. Setahuku, sampai sekarang pasangan itu belum dikaruniai anak.

Kutelan saliva yang tiba-tiba saja menyekat di tenggorokan. Hatiku terasa panas, jantungku seperti diremas. Seharusnya aku yang saat ini berada di sana. Seharusnya akulah perempuan yang menggamit lengan lelaki gagah itu. Seharusnya aku yang menikmati kebahagiaan itu. Seharusnya aku ....

Aku memejam, memaksa air mata keluar dari kelopaknya. Menahan rasa perih di dada yang membuat luka lamaku berdarah kembali.

"Astaghfirullaah." Berkali-kali kuucap istigfar dalam hati. Aku tidak boleh berpikir seperti itu. 

Halim. Dia mantan kekasihku. Kami berpacaran sejak SMU. Bahkan kami tetap menjalin hubungan hingga Halim kuliah sampai dia bekerja di sebuah perusahaan asing. Lalu, kabarnya sekarang Halim sudah punya perusahaan sendiri. Katakanlah sudah sukses dalam urusan dunia.

Takdir tidak menyatukan kami. Orang tua Halim tidak bisa menerimaku, lantaran aku hanyalah seorang gadis tamatan SMU. Tak sebanding dengan Halim yang bisa mengenyam bangku perkuliahan dan memiliki pekerjaan yang bagus.

Cinta kami berdua seperti direnggut paksa. Halim pun ingin menentang kedua orang tuanya dan akan menikahiku tanpa restu mereka. Namun, aku menolak. Aku tidak mau menjadi penyebab kedurhakaan Halim terhadap orang tuanya sehingga aku memutuskan untuk mengakhiri hubungan kami.

Lalu, Mas Erik datang ketika hatiku patah. Dia dikenalkan oleh Fira, temanku. Kata Fira, Mas Erik itu sahabat abangnya dan sudah lama suka sama aku. Gara-gara beberapa kali dia melihatku bertandang ke rumah Fira.

Mas Erik tidak mengajakku pacaran, tetapi dengan serius mendatangi kedua orang tuaku untuk melamar. Entah kenapa, aku pun langsung menerimanya. Walau aku sendiri tidak tahu, apakah dia hanya sebagai pelarianku atau karena memang aku percaya dengan ketulusannya. Yang jelas, saat ini aku sangat mencintai Mas Erik.


                                                    *** 

"Seharusnya kamu ada di sana, kan, Ndah?"

Suara serak nan lirih itu membuatku terkejut dan buru-buru membuka mata. Mas Erik sudah duduk di sampingku dan menatap ke layar ponsel yang masih menyala di pangkuanku. 

Gugup, segera kumatikan layarnya. Mengusap pipi yang basah, lalu dengan sikap tak peduli kutaruh ponsel di bawah bantal setelah mematikan datanya. Kemudian, aku berbaring, membelakangi Mas Erik. Dia tahu kisahku dengan Halim. Semua kuceritakan padanya saat kami telah menikah. 

"Itulah salah satu alasanku ingin pergi. Aku ingin memberikan apa yang seharusnya kamu punya, Ndah. Aku ingin kamu bangga menjadi istriku. Aku nggak mau kamu hidup susah terus menerus denganku."

Kalimat demi kalimat yang diucapkan Mas Erik membuat kedua mataku kembali mengembun. Akan tetapi, aku memilih diam. Hingga tak lama, kurasakan hangat tubuh Mas Erik saat dia memelukku dari belakang. Dia mengecup rambutku dan semakin mengeratkan dekapan.

"Maaf, jika aku belum mampu menjadi suami yang baik untukmu," bisiknya.


                                                         ***  

Anak-anak sudah berangkat sekolah setengah jam yang lalu. Aku pun baru selesai membereskan meja makan saat Mas Erik muncul setelah selesai mencuci angkotnya. 

Sejak bangun subuh tadi, kami tak saling bicara. Meskipun aktivitas tetap berjalan seperti biasa. 

Kutaruh secangkir kopi untuknya di meja makan berikut sepiring nasi goreng kesukaannya. Kemudian, aku pun bergegas masuk ke kamar untuk bersiap-siap pergi kerja. 

Biasanya, aku akan nebeng dengan angkot Mas Erik untuk menghemat ongkos menuju laundry tempatku bekerja. Namun, sepertinya kali ini aku harus pergi sendiri.

"Ndah!" panggil Mas Erik saat aku baru keluar dari kamar.

"Ya, Mas? Mas, mau tambah nasinya? Ambil sendiri di dapur, ya? Aku buru-buru, nanti dimarahi Bu Uli lagi kalau telat," sahutku seraya membenahi jilbab.

Mas Erik menggeleng. "Bukan."

Aku pun mendekatinya. "Terus, Mas butuh apa?"

"Duduklah! Aku mau bicara." 

"Tapi, Mas, aku sudah hampir telat. Nanti—"

"Patuh pada atasanmu atau suamimu?"

Pertanyaan itu terdengar lembut, tetapi tegas. Sehingga aku tak kuasa membantahnya dan duduk di kursi yang tak jauh dari Mas Erik.

"Aku mau kamu berhenti kerja."

Terang saja aku tercengang mendengar keinginan Mas Erik yang tiba-tiba itu. 

"Mas, nggak salah ngomong?"

Dia menggeleng. "Aku mau kamu di rumah saja. Biar aku sendiri yang mencari uang untuk kalian."

"Kenapa tiba-tiba, Mas ingin aku di rumah saja? Aku bekerja karena untuk membantumu mencukupi kebutuhan kita, Mas. Lagian, aku ikhlas ... selama Mas ada di sini bersamaku. Bukankah kita sudah sepakat untuk berjuang bersama?"

"Tapi ... aku merasa bodoh, Ndah. Aku merasa tidak becus menjadi suamimu dengan membiarkanmu ikut bekerja. Seharusnya tempatmu di rumah, Ndah."

Kali ini aku terdiam.

"Aku juga merasa kerdil saat ...." Mas Erik tidak melanjutkan ucapannya. Dia menyugar rambutnya dengan kasar.

"Mas, kenapa? Kenapa tiba-tiba menjadi rendah diri?"

"Aku ... aku merasa kerdil saat melihat kamu menangis semalam ketika ...." Mata Mas Erik memerah. Dia seperti tengah menahan tangis.

Aku mulai paham ke mana arah pembicaraannya. Pasti karena foto Halim semalam.

Tiba-tiba Mas Erik meraih jemariku. Dia menatapku dengan mata basahnya. "Ndah, aku janji, aku janji nggak akan pergi ke Jawa. Aku janji nggak akan ninggalin kamu sama anak-anak. Asal kamu juga jangan pernah tinggalin aku karena keadaan kita, ya, Ndah? Temani aku sampai nanti kita memiliki hidup yang lebih layak."

Permohonan Mas Erik terdengar bodoh di telingaku. Siapa yang mau meninggalkan dia? Bukannya dia yang bersikeras mau pergi ke pulau seberang?

"Mas, aku tidak pernah ada niat buat ninggalin kamu. Kalau memang aku punya niat seperti itu, tentu aku tidak akan menghalangi Mas pergi ke Jawa. Tentu aku akan melepas Mas dengan mudah tanpa ada drama. Mas tidak sadar kenapa aku melarangmu pergi? Itu karena aku nggak mau jauh darimu. Aku nggak mau sehari saja tidak melihat suamiku. Aku tidak mau ada prasangka-prasangka buruk saat kita berjauhan.

Mas, LDM itu berat. Tidak semua mampu melewatinya. Aku termasuk di dalamnya. Jika di sini kita memiliki rezeki meskipun pas-pasan, itu sudah cukup, Mas. Asal kita terus bersama dalam mendidik anak-anak. Kita bersama melewati semua rintangan hidup."

Tak terasa, air mataku sudah mengalir dengan deras. Mas Erik bergeming, masih dengan posisi menatapku. 

"Mas, asal Mas tahu. Aku ikut membantumu mencari nafkah, itu karena aku ikhlas. Aku tidak pernah merasa terpaksa. Karena aku tahu, uang yang kuhasilkan dan dipakai untuk kebutuhan keluarga, itu akan dihitung sedekah jika aku ikhlas. Namun, jika aku tidak ikhlas, maka uangku itu akan haram untukmu, Mas. Dan aku tidak mau itu. Aku mau kita bekerja sama dalam menjalankan rumah tangga ini. Aku mau kita saling mengerti. Itu saja keinginanku, Mas."

"Ndah ... aku malu padamu," bisik Mas Erik. 

"Malu kenapa? Aku istrimu, Mas."

Mas Erik menggeser kursinya hingga berdekatan denganku.

"Terima kasih, Ndah," ucapnya dengan suara bergetar, lalu membawaku ke dalam dekapannya. 

"Sama-sama, Mas." 

Kubiarkan kami dalam posisi itu untuk beberapa saat.

"Mas, aku sudah telat, tolong antarkan aku ke laundry." Kudorong pelan tubuh Mas Erik agar dia melepas pelukan.

Sejenak ia menatapku begitu dalam, kemudian mengangguk. "Sebentar, aku ganti baju dulu."

Mas Erik pun beranjak ke kamar dan aku menunggunya dengan sabar. Tidak mengapa telat sedikit dan diomeli Bu Uli. Toh, aku sudah terbiasa. Kalau dipecat pun, aku pasrah. Nanti bisa cari kerja di tempat lain, kok! Karena aku yakin, rezeki itu Allah yang tentukan.

Suamiku tidak tahu, kalau tadi setelah selesai salat Subuh, aku memutuskan keluar dari grup alumni sekolah demi menjaga hatiku sendiri. Aku tak ingin lagi membanding-bandingkan kehidupanku dengan mereka. Aku tak ingin lagi merasa kufur nikmat saat melihat hidup teman-temanku dilimpahi harta berlebih.

Aku juga telah memblokir nomor Halim, ketika dia menghubungiku secara pribadi, sesaat setelah aku keluar dari grup. 

[Indah, apa kabar?]

[Kehidupanmu baik-baik saja, kan?]

[Kudengar, suamimu bekerja sebagai supir angkot, ya? Pasti hidupmu tidak layak, kan, Ndah?]

[Jika kamu butuh uang, kamu bisa memintanya padaku. Jangan sungkan. Berapa pun, aku akan mengirimkannya padamu. Karena walau bagaimanapun, aku masih sayang sama kamu, Ndah]

Begitulah beberapa baris pesan yang Halim kirim padaku. Secara tidak langsung, dia sudah menghina suamiku dan tentu saja aku tidak terima. Apalagi kalimat terakhirnya, sungguh membuatku marah. Dia bilang sayang padaku yang notabene sudah menjadi istri orang. Pun dengannya, bukankah dia sudah punya istri juga?

[Aku baik-baik saja dan aku bahagia dengan suamiku, apa pun profesinya]

Kubalas dengan satu kalimat saja.

Setelah kupastikan dia membaca pesan itu, segera kublokir nomornya. Aku tak ingin terjebak dengan cinta masa lalu. Bagiku, saat ini hanya ada Mas Erik dan juga anak-anak buah cinta kami. Aku tak akan merusaknya dengan keegoisanku. Aku tak akan memeluk dunia hanya karena harta dan cinta yang tak ssemestinya



Bionarasi


Nama saya Mahaleny Jhon Safitri dengan nama pena Leny Khan. Lahir di Bukittinggi, 21 September 1984. Hobi menulis ditekuni sejak tahun 2018. Saat ini saya sudah menerbitkan 11 novel solo dan 12 antologi. Untuk kenal lebih lanjut, bisa ikuti saya di Facebook dengan nama akun Leny Khan.