This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Puisi-puisi Ika Marwah



Kanto de Morto*
Embus angin belum pun henti
dari dalam tenda, dinyanyikanlah lagu paling desah
tentang malam yang cekam
juga kerlip lampu rumah-rumah di lereng hitam.

Seperti tidur Kriapur
malam ini, mimpi-mimpi enggan hinggap
jasad-jasad telentang, jiwa-jiwa beterbangan
mengusir-usir burung gagak dengan dengkur
mendekap guling berselimut pengap
berharap lolos dari intai maut.

Tak ada yang paling mengiris
dari irama dan aroma kematian
yang nyalang nyaring di malam gerimis.

Mata-mata tanya mendongak
giliran siapa gerangan?
yang akan disiul- riangi gagak
:sebelum dikecup ajal
Madiun, 7/8/2019

Kanto de morto: lagu kematian (bahasa Esperanto)


Kursi Perpustakaan
kau diam aku diam
kita saling pandang berpekan pekan
tak ada  lagi bokong hangat  datang
tak pula wajah muda mudi bercuri pandang
dari balik buku
dari balik rak

hanya ada kita yang diam
berjajar rapi bak pajangan
pada ruang  lengang perpustakaan
Madiun, 25/07/2019


Jendela
Sesekali aku ingin menjadi jendela
tempat mula-mula cahaya masuk ke rumah-rumah
menerima senyum matahari setiap pagi
pun salam manis rembulan malam

Aku ingin menjadi jendela
meresapi titik-titik air hujan
merasai gelegar petir dan getar gemuruhnya
juga kecup embun yang diam-diam
diusap lembut angina hingga kering

Aku ingin menjadi jendela
membingkai wajah alam
menyimpan segala pengetahuan
juga rahasia yang seringkali tak tercatat dalam ensiklopedia
Madiun, 14/12/2019

Kepada Lelakiku
Jangan sekali-kali kau katakan cinta
sebelum  jelujur jemari kita saling berkait
sebab tak sedikit pun aku mengharap kata-kata

Jangan sekali-kali kau ucap rindu
sebelum usai jarak kita rajut menjadi selimut
sebab tak sedikit aku pun memercayai bujuk rayu

Namun, Lelakiku, jangan pula sekali-kali kau berpaling
sebelum tuntas  jasadku tertimbun tanah dan bunga di atasnya kering
sebab tak sedikit pun aku beranjak darimu hingga duniaku kembali hening
Madiun, 14/12/2019



Puisi-Puisi Muhammad Irsyad Hambali




Politik dalam Buku Anak-Anak

Aku pikir kabar baik telah tiada. Kata waktu.
Sebab kehidupan membabi buta kita dan diam diatas kebenaran.
Cinta begitu arogan sampai naik ke ujung cakrawala dan memberikan kabar kebohongan.
Orang-orang di Kota Tua pernah melawan gelombang-gelombang politik kecuali anak-anak kecil

Sebab
Anak kecil lebih suka main layang-layang daripada harus berurusan dengan politik
Mereka mengisi kekosongan dengan menghabiskan mimpi dengan melayangkan buku di depan mata mereka tanpa henti

Trenggalek, 2019

Metafora Cinta

: Khalil Gibran

Dalam dasar cinta aku tanamkan jiwa yang bergema melodi tanpa kata
sebuah lagu yang di cairkan dari bening hatimu yang tipis dan selembut kapas
Nampak dalam bayangan hitam kau berubah menjadi bidadari cantik yang tumpah air susumu

Betapa aku menantinya?
Aku ragu untuk mengungkapkan cintanya
sebab kau adalah ratu kerajaan fana ketika lelaki menikahi gadis bangsawan dan nasib cinta harus di hukum kematian

Itulah saat-saat memisahkan aroma cinta dari kesadaran
Rasa piluku seperti dihantam prajurit gladiator
Itu rasa magis yang masih aku terima saat langit belum menghitam dengan kelamnya
Suatu saat akan ada peristiwa indah yang akan di menghampiri mata kita dan takjub bersamanya

Trenggalek, 2019

Kau Seumpama Puisiku yang Pendek

Seumpama puisiku yang pendek
Laut terpisah jauh dengan ketenangan yang ia ingin kejar saat warna langit tiada
Bayangan semesta membentang dari timur sampai barat, lalu terhempas ke air matamu yang kian mengendap

Seumpama puisiku yang pendek
Aku berdoa pada kematian untuk menghilangkan rasa dahaga musim kemaraunya kehidupan

Trenggalek, 2019