Puisi-Puisi Muhammad Irsyad Hambali




Politik dalam Buku Anak-Anak

Aku pikir kabar baik telah tiada. Kata waktu.
Sebab kehidupan membabi buta kita dan diam diatas kebenaran.
Cinta begitu arogan sampai naik ke ujung cakrawala dan memberikan kabar kebohongan.
Orang-orang di Kota Tua pernah melawan gelombang-gelombang politik kecuali anak-anak kecil

Sebab
Anak kecil lebih suka main layang-layang daripada harus berurusan dengan politik
Mereka mengisi kekosongan dengan menghabiskan mimpi dengan melayangkan buku di depan mata mereka tanpa henti

Trenggalek, 2019

Metafora Cinta

: Khalil Gibran

Dalam dasar cinta aku tanamkan jiwa yang bergema melodi tanpa kata
sebuah lagu yang di cairkan dari bening hatimu yang tipis dan selembut kapas
Nampak dalam bayangan hitam kau berubah menjadi bidadari cantik yang tumpah air susumu

Betapa aku menantinya?
Aku ragu untuk mengungkapkan cintanya
sebab kau adalah ratu kerajaan fana ketika lelaki menikahi gadis bangsawan dan nasib cinta harus di hukum kematian

Itulah saat-saat memisahkan aroma cinta dari kesadaran
Rasa piluku seperti dihantam prajurit gladiator
Itu rasa magis yang masih aku terima saat langit belum menghitam dengan kelamnya
Suatu saat akan ada peristiwa indah yang akan di menghampiri mata kita dan takjub bersamanya

Trenggalek, 2019

Kau Seumpama Puisiku yang Pendek

Seumpama puisiku yang pendek
Laut terpisah jauh dengan ketenangan yang ia ingin kejar saat warna langit tiada
Bayangan semesta membentang dari timur sampai barat, lalu terhempas ke air matamu yang kian mengendap

Seumpama puisiku yang pendek
Aku berdoa pada kematian untuk menghilangkan rasa dahaga musim kemaraunya kehidupan

Trenggalek, 2019


Biodata:
Muhammad Irsyad Hambali
Lahir di Kediri, 11 Maret 2001. Ia bekerja sebagai internet marketing. Ia pernah bergabung Community Pena Terbang (COMPETER), QLC Trenggalek, Ikatan Pelajar Muhammadiyah dan Literasi Anak Negeri. Puisinya pernah dimuat di Republika, Travesia dan Litera.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama