Politik dalam Buku Anak-Anak
Aku pikir kabar
baik telah tiada. Kata waktu.
Sebab kehidupan
membabi buta kita dan diam diatas kebenaran.
Cinta begitu
arogan sampai naik ke ujung cakrawala dan memberikan kabar kebohongan.
Orang-orang di
Kota Tua pernah melawan gelombang-gelombang politik kecuali anak-anak kecil
Sebab
Anak kecil lebih
suka main layang-layang daripada harus berurusan dengan politik
Mereka mengisi kekosongan
dengan menghabiskan mimpi dengan melayangkan buku di depan mata mereka tanpa
henti
Trenggalek, 2019
Metafora Cinta
: Khalil Gibran
Dalam dasar
cinta aku tanamkan jiwa yang bergema melodi tanpa kata
sebuah lagu yang
di cairkan dari bening hatimu yang tipis dan selembut kapas
Nampak dalam
bayangan hitam kau berubah menjadi bidadari cantik yang tumpah air susumu
Betapa aku
menantinya?
Aku ragu untuk
mengungkapkan cintanya
sebab kau adalah
ratu kerajaan fana ketika lelaki menikahi gadis bangsawan dan nasib cinta harus
di hukum kematian
Itulah saat-saat
memisahkan aroma cinta dari kesadaran
Rasa piluku seperti
dihantam prajurit gladiator
Itu rasa magis
yang masih aku terima saat langit belum menghitam dengan kelamnya
Suatu saat akan
ada peristiwa indah yang akan di menghampiri mata kita dan takjub bersamanya
Trenggalek, 2019
Kau Seumpama Puisiku yang Pendek
Seumpama puisiku
yang pendek
Laut terpisah
jauh dengan ketenangan yang ia ingin kejar saat warna langit tiada
Bayangan semesta
membentang dari timur sampai barat, lalu terhempas ke air matamu yang kian
mengendap
Seumpama puisiku
yang pendek
Aku berdoa pada
kematian untuk menghilangkan rasa dahaga musim kemaraunya kehidupan
Trenggalek, 2019
Biodata:
Muhammad Irsyad Hambali
Lahir di Kediri,
11 Maret 2001. Ia bekerja sebagai internet marketing. Ia pernah bergabung
Community Pena Terbang (COMPETER), QLC Trenggalek, Ikatan Pelajar Muhammadiyah
dan Literasi Anak Negeri. Puisinya pernah dimuat di Republika, Travesia dan
Litera.

Posting Komentar