Puisi-Puisi Wardah Az Zahra




Matamu

Setiap kali hujan turun
Ada lembar memori yang berayun
Melambaikan tangan
Kembali memeluk kenangan
Dalam matamu aku pernah tenggelam
Pada secangkir madu penuh linangan
Dan cerita kita hanya sebatas kisah usang
Terbang, pada kilauan gemintang

Madura, 15 oktober 2019


Cerita Dalik di gubuk sunyi

Ada cerita tesimpan di gubuk sunyi
Tempat Dalik mendelik melawan buram Pandangan
Kertas lusuh berserakan
Bercampur debu lantai tanah
Alas tikar robek di setiap sisi,  adalah Tempat paling nyaman,  ketika Dalik hanya bersumpah dalam dekapan: hanya peluk ibu
Setiap malam Lagulagu  ia dengarkan,  dari siulan burung hantu,  nyanyian jangkrik dan katak yang menghuni aliran sungai kecil di tepi ladang
Dan wajah ayah, melambung dalam ingatan
Lewat jendela yang tak pernah ada
Dan dinding kayu penuh sarang laba-laba

Madura, 15 oktober 2019


Maaf Tuhan

Maaf tuhan:
Pagi ini aku datang lagi
Ke tempat sunyi di pinggir danau ini
Mengaduk-aduk air dengan tangan

Maaf Tuhan:
Senja ini ku datang lagi
Pada pohon jambu di belakang rumah
Memandangi buahnya
Tanpa ada ingin untuk memakannya

Maaf Tuhan:
Malam ini aku datang lagi
Pada pintu menuju dunia sebenaranya
Di bawah pohon nyiur
Satu nama di nisan kayu jati
Nama itu kupandangi

Maaf Tuhan:
Ia aku tangisi
Bukan apa, aku hanya ingin luruhkan sesak di dada
Kau lebih mencintainya bukan?
Aku hanya ingin mengenang

Madura, 15 oktober 2019




Penulis adalah Wardah Az Zahra, lahir di pamekasan 06 mei 1993. Dia adalah pecinta bunga dan senja. Karyanya berupa puisi pernah dimuat di media cetak tahun 2018. Juga dalam beberapa buku antologi Bersama di event cipta puisi tingkat nasional. Saat ini ia bergiat di competer indonesia,  di bawah bimbingan muhammad asqalani eneste.





Post a Comment

Lebih baru Lebih lama