SAJAK-SAJAK WINARNI LESTARI

 LADANG GARAM


telah sampai pada ketukan

pintumu, dua pemuda rupawan

dengan sayap-sayap yang disembunyikan.

"salaman" ucap mereka -pada tatapan 

asingmu- seolah saudara laki-laki 

yang lama telah kembali.

lalu kau suguhkan daging asap

juga secangkir mata air

telah sampai mereka sebagai utusan

dan Tuhan lebih tahu 

di bumi mana satu biji akan 

ditumbuhkan dan merindang.

namun engkau punya mata

yang pernah tenggelam dalam 

api sekian lama, paham 

apa yang disembunyikan

dibalik helai sayapnya.

sebuah pematik yang akan 

membakar kepala-kepala kaummu 

yang telah keras membatu

hingga melampaui titik didih

lebur menjadi kristal-kristal putih

untuk kau tabur di ladang garam.


Kudus2021



GAGAL PANEN


semalam para pengerat menggigit dan mencakari sabun mandi -membersihkan mulut dan tangan-tangan kotor mereka- setelah habis menggasak keringat para petani yang lelah diperah sepanjang musim yang berat. namun pagi ini mereka datang ke acara pesta rakyat dengan tampilan rapi dan wangi. seakan tak peduli telah mengencingi doa dan sambat yang ditelan mentah-mentah dalam perut yang tabah.


Karawang2022

KEONG MAS


tambun hidupmu tak luput dari memanggul perut melata di sela rimbun padi dan rumput. tertetas dengan stigma sebagai peretas harapan yang tersemai jauh sebelum tertuai. masa keemasanmu telah terkubur lumpur serupa keangkuhan tercebur tungku kemasan lalu lebur. namun hidup sudahlah cukup jika telah mewirid butir-butir merah muda diantara batang padi di sepanjang pematang sebagai bulir-bulir takbir. lalu kau rela terenggut maut terjepit antara paruh-paruh itik atau tercekik musim paceklik.


Tuban2015

WIWIT


di antara bulir-bulir

mengangguk-angguk diterpa semilir.

sebuah lengan legam nan kekar

tak lelah menanti kabar

kapan menuai.


berpincuk kulub urap

duduk berjajar di pematang

serta dendang harap

semoga tak ada rasa gamang

atas butir-butir peluh

yang terjatuh tanpa keluh.


Tuban2020


Keterangan: Wiwit adalah tradisi masyarakat Jawa Timur saat sebagian bunga pagi mulai menjadi buah, dengan membawa nasi pincuk sederhana dan mengundang petani di sekitar sawahnya untuk berdoa di pematang, sebagai wujud syukur dan harapan agar tidak ada aral sampai panen tiba.




BIODATA PENULIS


Nama lengkap penulis adalah WINARNI DWI LESTARI.  Lahir di Tuban, kini tinggal di Karawang – Jawa Barat.  Saat ini menekuni usaha property.  Studi terakhir adalah Sarjana STT Telkom.  Puisinya pernah dimuat di media cetak maupun online. Pecinta puisi dan masih terus belajar menulis puisi.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama