Buletinkapass.com-Kasus Demam Berdarah (DBD) di Terara sejak awal musim penghujan bulan lalu mengalami peningkatan yang cukup lumayan drastis.
"Saya anggap Terara ini luar biasa kasusnya. Kenapa saya bilang begitu, karena klinik-klinik yang ada di sekitar Terara ini sangat aktif melaporkan kasus-kasus DBD. Lebih baik kita ditau ada kasus daripada kasus kita diamkan". Ucap pak Sofyan selaku penanggung jawab program DBD saat dikonfirmasi di Puskesmas Terara. (28/12/2021)
"Kita di Terara temuannya yang cepat, makanya kasusnya kelihatan banyak. Gak kayak Puskesmas lain, mungkin pelacakannya kurang jadi temuannya juga sedikit". terang sofyan
"Suradadi ada 3 orang, Sukadana 2 orang, Terara 1 orang dan Kalianyar 1 orang, total 7 kasus bulan Desember ini. Total 1 tahun ini 63 kasus, bulan November kemarin ada 50 lebih ditambah dengan yang 7 kasus bulan ini". Tegasnya
"Lebih baik saya bongkar kasus dan kasus itu kita lacak daripada kasus kita diamkan. Biarkan saja kita dibilang banyak kasus DBD tapi benar-benar kita lacak".
"Penanggulangannya juga sudah kami terapkan dengan cara mengunjungi pasien sekalian PSM (pemberantasan sarang nyamuk), setelah itu baru kita kerja sama dengan pemerintah desa untuk melakukan fogging (pengasapan) di daerah itu. Biasanya kalau sudah melakukan fogging di daerah itu, tidak ada lagi kasus yang serupa".
"Hari ini pasien DBD sudah tidak ada lagi, kemarin terakhir pulang tanggal 24 Desember. Kita tekankan juga pakai ambulan keliling. Kita kasi penyuluhan jangan sampai ada genangan air, bekas-bekas mangkok atau plastik minum itu di balik, bila perlu diisi ke dalam karung". imbuh Sofyan
||Ami
Posting Komentar