Ibu, Istirahatlah
Ibu
Sedari Maghrib kulihat engkau sibuk memintal air mata
Dalam selaput dendam doa tanpa ujung
Demi menjumput hayat anakmu yang berserak
Lihat...
Tangan keriputmu sudah bergetar
Dayamu rapuh digerogoti kisah
Bahkan sekadar memungut ego kau biar
Tapi mengapa kau terus mengusap rambutku saat di pangkuanmu
Sudah, Ibu
Ini menjelang pagi, istirahatlah
Biar aku saja yang menggengam sisa pendar
Sebelum malam berpamit sesal
Izinkan aku mengekal namamu dalam sujudku yang dangkal
Mojokerto, 4 Desember 2021
BACA JUGA KARYA LAINNYA DI SINI
Puing Harap
Nak, kau di mana?
Tubuh mungilmu tak terlihat
Hanya abu putih yang terus bercanda dengan getir
Puingpuing balai mengejek harap
Nak, kau tenang kan?
Peluk erat ibumu dulu
Pangkuannya akan tetap hangat sampai alam menghidu binasa
Biar aku yang menghajar gigil malam ini, sendiri
Tanpa baju ganti dan selimut hangat yang biasa kita nikmati sambil bercerita jelang lelap
Jangan, nak, jangan!
Jangan salahkan Semeru
Dia hanya meludah
Meludahi ego dan kesombongan kita
Lupa siapa Sang Kuasa
Lupa hidup untuk apa
Nak, kau di mana?
Di sini aku menghambur-hamburkan doa
Bila jasad kita terbeda kisah
Setidaknya luapan ikhlas menimbun atma
Nak...
Aku di mana?
Mojokerto, 10 Desember 2021
Dirshyantara, adalah seorang kuli bangunan yang tak suka basa-basi. Sebagai orang yang lahir di Magelang, kecil di Sidoarjo, dan sekarang tunggal di Mojokerto, jiwa idealis dalam berbagai hal merupakan tempaan dari 3 daerah itu. Pekerjaan sehari-hari yang keras memang membentuk jiwa seperti besi tapi hatinya selembut onde-onde lengkap dengan wijennya. Selain puisi lelaki ini juga suka membuat cerpen dan novel, namun karyanya masih hanya dibuat buku antologi. Hobi nanggung lainnya adalah dance, akting, dan stand up komedi yang semua belum menghasilkam apa-apa. Bila berkenan mampir saja di akun IG @dirshyantara, di
sana banyak postingan tidak berguna.
Posting Komentar