(ilustrasi: google)
Guratan Dinding Tua
Pada guratan dinding tua
Terselip wajah separuh bayang
Bersemayam di pigura ukiran bunga
Aku meratap jam dinding
Berdenting setiap napasmu
Pada kalender berpendar angka-angka
Yang dulu memerah mengecup hari bahagia
Kelambu merekah selimut sayu
Mendayu mengundang gelak tawa
Gresik, 20 April 2021
BACA JUGA untuk melihat artikel lainnya
Lanskap Resah
Angin mendesah mengecup dahan patah
Mencari jejak kunang-kunang tadi malam
Seketika hirap ditelan gelap
Barangkali bersembunyi di sela-sela batu kali meringis geli
Apa kabar kerikil tajam tertancap di uratmu
Lorong waktu mengusir pilu
Aku masih mengeja risau terbata-bata
Meski wajahmu berpendar mengusik pepohonan tumbang
Pada sampan terbentang kaki dasar kali
Bertemu rubi berbentuk hati meski remuk seribu kali
Kau susun kepingan menjelma bait-bait langka
Banyak kata diseka hingga lupa berkata-kata
Bagaimana kau babat hutan menjelma belukar tanda tanya
Sedang kita menunggu masa
Tak lagi mendamba di sela-sela lanskap resah
Gresik, 03 Mei 2021
Perempuan bernama lengkap Nurul Nasuchatul Faizah ini lahir di Gresik pada tanggal 4 Mei 2001. Nurul, begitu panggilannya sehari-hari. Mempunyai hobi membaca dan menulis sejak duduk di bangku SMA. Dia menghabiskan separuh waktunya untuk membantu anak-anak yang kesulitan dalam memahami pelajaran di sekolah.
Dia bergabung dengan sebuah komunitas kepenulisan COMPETER di bawah asuhan mentor Muhammad Asqalani Eneste. Beberapa karyanya Pernah terlibat dalam buku Antologi Puisi yang berjudul “Isyarat Merah” (2018), “Ziarah Bilik Kelabu” (2019), “Senandung Mimpi di Kala Fajar” (2021), “Ramadan” (2021), dan beberapa Antologi lainnya hasil lomba cipta puisi online.
Posting Komentar