Perpisahan
Aku yang
membaringkan badan di Terminal
Menanti bus yang
tinggal
Sesaat tanggal
Mata
kita saling bertemu
Tapi
tak menyatu
Di secercah
hatimu yang tersisa
Biarkan aku menjadi
pengamen :
Menyanyi tiada henti
Mengisi
kekosongan hatimu.
Bogor, 2019.
Pada Rindu
Pada satu rindu
Yang terbentang
antara hembus napasku
Dan napasmu
Aku mengeja
namamu lewat rintik hujan
Lewat puisi yang
kedinginan
Dan, apa pun
yang dituliskan Tuhan.
Aku merindukanmu
Seperti halnya
hujan yang tak sanggup menghitung rintiknya.
Bogor, 2019.











