Katamu
:
Bagus D Hananto
Katamu
aku harus mengirim puisi ke Kompas, agar arah puisiku jelas, lugas, dan naik
kelas. Lebih daripada itu agar aku jadi pemikir yang tidak
kebanyakan mikir, dan mangkir dari eksistensi diri sendiri.
Permintaanmu
beban kawan, seperti cintaku yang kerap kali pingsan setiap kali melepas ciuman.
Katamu
aku harus mengirim puisi ke Tempo, agar aku jadi penunggu yang tak sekadar
menunggu, menunggu dengan sabar, berkarya dengan benar meski yang kutulis tak
melulu kebenaran, tapi pengingkaran bahkan juga pertengkaran. Saat bathinku
terkapar di kurusetra dan panah cinta tak kunjung meluka.
Tapi
aku malu, pada bulu-bulu-bulu waktu yang menempel di hidungku, saat kuhirup
rahasia terdalam kekasihku yang terbiru.
Kataku,
aku ingin menulis ke mana saja, ke Afrika atau Kanada, ke semak belukar atau ke
tanah lapang, ke sungai dan ke gunung, ke hidungmu yang tak mungkin mancung, ke
dadamu yang kadang belatung, ke jantungmu yang degup antara jantan-betina. Ke
mana saja.
Asal
jangan ke rahasia majal yang tak kunjung berhasil menikam kita.
2019
Menatap Cover Bukumu Sambil Membayangkan Wajahmu yang Memuakkan
: B Dwi Hananto
Elegi jatuh
Perempuan tua jatuh
Cintaku padamu jatuh
Hatimu jatuh ke dasar tak tersentuh
Seekor anjing pembaca
Seorang lelaki tanpa nama
Memeluk anjing itu dari belakang
teori paling menggebu, bercinta
2019
Muhammad Asqalani eNeSTe. Alumnus Pendidikan Bahasa Inggris - Universitas Islam Riau (UIR). Mengajar English for Flight di Smart Fast Education. Adalah Pemenang II Duta Baca Riau. Pendiri Community Pena Terbang (COMPETER). Mengajar Puisi Online (profesional) di WR Academy. Bukunya doksologi menjadi Pemenang Lomba Buku Fiksi dari Komunitas Menulis Pontang - Tirtayasa (#Komentar). Melakukan aksi sosial peminjaman buku gratis untuk warga di bawah program Komplek Buku Malam Rabu. Membuat group khusus pencinta buku di Readers Club Indonesia. Sedang mempersiapkan buku ke 10-nya bertajuk Meneropong Beruang Tudur. IG: muhammadasqalanie
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusPosting Komentar