SAJAK-SAJAK RAKKA JOYN

 

(ilustrasi: google)



Sketsa Taman Vondelpark


Di balik pundak lebar Joost van den Vondel

Dengarkan gemerisik di semak-semak lavender.

Pasangan berambut pirang jatuh cinta di antara kayu oak yang dipangkas

             , bercumbu, tak mengadu.

Sedang tiga kaki pohon magnolia yang mengakar.

Diganggu oleh anak laki-laki dan pelajaran naik sepeda pertamanya

Sebuah maple miring, pohon terompet, dan daun daun kering Ivy

Jadi saksi tongkat tua

             , yang berjalan dengan pemiliknya di jalan 

             , yang setia.


Taman Vondelpark, 13 November 2021



Potret Kolonialisme


di _Paleis_ _Soestdijk_.

sesepuh memahat kesombongan sekeras nefrit

congkak mengimlakan darah ibuku.

cangkang abalon berbaris di leher puteri-puteri _van Oranje_.

mencekik negeri tenggara.

tak rafi.

pasti mati hati.


Amsterdam, 9 November 2021

Rakka Joyn lahir dan besar di Kediri 34 tahun yang lalu. Pria yang memiliki hobi menyelam dan travelling ini bekerja sebagai tenaga kesehatan di kota Utrecht, Belanda. Meski tinggal di jantung kota Amsterdam, namun tidak menyurutkan niatnya untuk menyelami dunia literasi Indonesia khususnya menulis puisi. Ia belajar puisi di Asqa Imagination School (AIS). Ia termasuk peserta yang lolos Karantina II Anugerah COMPETER 2022, sebuah ajang sastra yang pemenangnya akan diumumkan per 1 Januari 2022 mendatang. Tunak di Community Pena Terbang (COMPETER) - Indonesia. IG: @rakka_joyn


1 Komentar

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama