SAJAK-SAJAK NI WAYAN KRISTINA

 

(Ilustrasi: Google)


Sebuah Ikatan


Kau sengaja memelihara rambutku

untuk menghitung jengkal pengalaman

dan jejak kehidupan


kau gelantungkan wangi bunga

pada ujung helai

cempaka berjejer

kuhidu semerbak rambut berombak

yang tak sekali pun kau jambak


kau sisir tiap helai

dengan napas kasih

kau tak ikat erat

agar aku bebas

memilih helai mana

aku hempas


ketika mulai memutih

kau dan aku sadar

bahwa kita tak akan

lepas ikatan


Mumbi, 11 November 2021


Kantong Kotor


Kala subuh tiba, kau bersiaga dengan sepatu hitam kinclong, kemeja putih bersih dan dasi biru metalik nyentrik. Mata-mata pengamen jalanan tak berkedip. Tangan-tangan papa tengadah minta belas kasih. Kau hanya acuh. 

Kau anggap orang-orang berkeliaran itu batu kerikil. Setibanya di gedung mewah, kau menuju "ruang surga" katamu. Kau seruput kopi, sebuah linting kau sedot penuh nikmat. Kemeja putih bersihmu tak nampak ternoda. Namun kantong-kantongmu simpan banyak dosa.


Kelandis, 13 November 2021



Ni Wayan Kristina lahir di Pupuan tahun 1991. Mengajar merupakan salah satu hobi dari perempuan yang memiliki nama pena Rambut Kristinta ini. Meskipun tidak lulusan sastra, keinginan dan ketertarikannya di dunia literasi begitu dalam khususnya puisi. Ia mulai belajar menulis puisi di Asqa Imagination School (AIS) dan Kelas Puisi Alit (KEPUL). Ia termasuk peserta yang lolos Karantina II Anugerah COMPETER 2022, sebuah ajang sastra yang pemenangnya akan diumumkan per 1 Januari 2022 mendatang. Tunak di Community Pena Terbang (COMPETER) - Indonesia. IG: @pucekristina

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama