suatu pagi yang lain, jannah berlari menuju musholla dekat ruang guru, di kumandangkannya ayat-ayat kerinduan kepadaku. sementara di luar hujan dan suara petir, lebih jujur dibanding ayat-ayat jannah
kemudian jannah mencuri petir dari sudut lorong, agar mulutnya mengeluarkan ayat-ayat petir.
demikian, mulut jannah yang hitam menjadikan ayat petirnya. melepuh di mata saya
jannah, dibagian kedua setelah luka. kamu taburkan pupuk cuka

Posting Komentar