Pada hakikatnya, donor darah itu merupakan proses pengeluaran darah oleh seorang petugas khusus, namun dari sisi lain donor darah itu merupakan kegiatan “pembersihan darah”.
Mengapa dikatakan demikian? Sebab selama berhari-hari seorang manusia mengkonsumsi makanan, entah makanan berupa gorengan, nasi dan apapun bentuk makanan di pasar atau non pasar yang kemudian makanan tersebut akan menjadi sumber energi bagi manusia. Selain menjadi sumber energi, makanan ini pula yang menjadi darah dan daging pada manusia. Dalam tulisan ini, saya akan lebih fokus membahas tentang persoalan darah pada tubuh manusia itu sendiri serta hubungannya antara dengan nifas, donor darah dan bekam
“saya heran, kenapa perempuan banyak yang suka menunda menstruasi mereka”
“jika engkau tidak mampu bersedekah dengan emas, maka bersedekahlah dengan darah, sebab harga darah lebih mahal dibandingkan emas” [ys. memeth]
Donor darah: sudah dijelaskan bahwa donor darah ini merupakan “proses pengambilan darah dari seseorang secara sukarela untuk disimpan di bank darah sebagai stok darah untuk kemudian digunakan untuk transfusi darah. Ada dua macam donor yaitu donor darah langsung dan donor darah pengganti”. (wikipedia)
Pada prosesi donor ini, darah tidak diberikan langsung kepada si pasien. Akan tetapi, darah tersebut diletakkan dalam kantong yang di dalam kantong tersebut terdapat “antikoaguolan CPDA-1 (larutan yang terdiri dari asam sitrat, natrium sitrat, natrium fostat monobasic, dekstrosa dan adenine) untuk memelihara whole blood maupun red blood cell” (medicalogy.com)
Bekam merupakan: proses pengeluaran darah dari tubuh seseorang oleh seorang terapis, atau bias disebut sebagai “metode pengobatan dengan cara mengeluarkan darah statis (kental) yang mengandung racun (toksin) dari dalam tubuh manusia” (Wikipedia).
Dalam sebuah riwayat diterangkan bahwa rasulullah S.A.W bersabda bahwa “sunnah melakukan bekam 1 kali dalam 6 bulan”. Sebagai bentuk re-produksi sel darah merah baru.
Nifas (haid)/ Menstruasi merupakan: proses keluarnya darah dari vagina yang terjadi akibat siklus bulanan alami pada tubuh wanita. Siklus ini merupakan proses organ reproduksi wanita untuk bersiap jika terjadi kehamilan. Persiapan ini ditandai dengan poenebalan dinding rahim yang berisi pembuluh darah.
Dalam sebuah riwayat hadits diceritakan bahwa, darah yang dikeluarkan oleh seorang perempuan sekali sebulan secara alami tersebut adalah darah kotor.
Kembali kepada fokus pembahasan yakni Bekam, Donor dan Haid. Hanya di teori donor ini, tidak tuliskan dengan kata “darah kotor” akan tetapi, apabila kita memahami funsi dari cairan yang terdapat dalam kantong darah tersebut. Maka, penulis akan mengatakan bahwa darah yang kita keluarkan tersebut adalah “darah kotor”.
Yang menjadi pertanyaannya adalah mengapa darah kotor? Apakah semua orang wajib donor?
Untuk menjawab pertanyaan pertama, itu sudah dapat dipastikan sebagaimana tulisan awal dari artikel ini bahwa: “setiap hari manusia mengkonsumsi makanan, dan makanan tersebut akan diserap saripatinya oleh tubuh sehingga menjadi darah. Sedangkan ampas dari makanan yang tidak menjadi saripati itu akan menjadi tinja (kotoran) dalam tubuh manusia”.
Dalam proses penyerapan saripati makanan inilah terjadi penumpukan-penumpukan, misalkan saja kita terlalu sering mengkonsumsi gula, maka dalam tubuh manusia akan menumpuk sehingga terjadi ketoasidosis (kadar gula dalam tubuh berlebihan) sedangkan insulin pada tubuh manusia sedikit sehingga terjadilah diabet. Atau seorang mansuia terlalu sering mengkonsumsi makanan berminyak, maka dalam tubuh manusia tersebut akan terjadi penumpukan lemak jenuh berlebihan.
Maka, satu cara dari sekian banyak cara untuk mengurangi resiko penyakit dalam tubuh manusia adalah mengeluarkan darah (donor, bekam, nifas) dalam tubuh manusia baik secara alamiah maupun melalui proses medis
*************************************************************************
Banyak hal yang dapat mempengaruhi seseorang untuk “tidak” memiliki keberanian melakukan donor, misalkan karena takut melihat jarum suntik.
Di awal artikel ini saya membuat key word “saya heran, kenapa perempuan banyak yang suka menunda menstruasi mereka” bukan hanya sekedar tulisan. Berdasarkan pengalaman saya terhadap puluhan orang pasien (perempuan) yang memilih ‘menunda menstruasi’ tidak sedikit dari mereka yang mengalami (alergi, sakit kepala, gangguan pernafasan) alias lebih mirip dengan penyakit ‘darah kotor’ akibat menunda rahmat tuhan atas kemauan mereka untuk tidak menstruasi.
Maka, menjadi suatu yang sangat penting bagi kaum laki-laki untuk melakukan setidak-tidaknya donor darah atau bekam sebagai bentuk mengeluarkan ‘darah kotor’ dari dalam tubuh jika merujuk kepada dalil tentang sunnahnya melakukan bekam.
Dalam prosesnya, bekam itu sediri terdiri atas dua bagian yaitu: bekam basah (mengeluarkan darah) dan bekam kering (mengeluarkan angin jahat).
Yang menjadi titik terpenting dalam tulisan ini adalah:
• Masihkan anda menunda menstruasi (pembersihan darah kotor) yang alami diciptakan tuhan untuk anda? Jika iya, maka jangan mengeluh ketika anda sakit
• Masihkah anda takut dengan jarum suntik donor yang hanya sekali tiga bulan, atau jarum bekam sekali enam bulan? Jika masih, maka jangan mengeluh ketika anda harus di imfus selama berminggu atau berbulan atau bertahun-tahun hanya untuk cuci darah
Sebagai penutup dari artikel ini penulis ingin menyampaikan kepada diri sendiri bahwa selalu ada hal baik yang tidak kita fahami dari apa yang dicontohkan rosulullah secara ucapan maupun tindakan, maka tugas kita sebagai hamba allah adalah mengikuti atau melanggar? Jika kita memilih mengikuti, maka janji allah tentang ‘keselamatan’ itu adalah mutlak dan sebaliknya. Jika kita melanggar maka ‘celaka’ itupun mutlak.
Dalam hal ihwal celaka, bisa jadi kecelakaan ini merupakan celaka akhirat atau celaka dunia (penyakit) maka jangan pernah mengeluh ketika sakit, tapi mengeluhlah mengapa hidup tidak mengikuti ajaran rosulullah
Posting Komentar