buletinkapass.com-Tanjung, Humaspro Setda KLU - Dalam rangka
meneguhkan sinergi kehumasan di lingkup Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok
Utara (KLU) Bagian Humas dan Protokol menghelat pertemuan Badan Koordinasi
Kehumasan (Bakohumas) di Aula Kantor Bupati Lombok Utara, Rabu (6/11).
Pertemuan Bakohumas dihadiri praktisi kehumasan OPD se-KLU
seperti RSUD, Kemenag, DPRD, Kominfo dan unsur kehumasan lainnya. Kegiatan ini
menghadirkan pembicara kunci (keynote speaker) Bupati Lombok Utara Dr. H.
Najmul Akhyar, SH, MH.
Bupati Lombok Utara H. Najmul Akhyar dalam sambutannya
menyampaikan selamat kepada Humas dan Protokol Setda KLU atas torehan tropi
sebagai salah satu Humas berprestasi di Indonesia pada ajang penganugerahan
Insan Public Relations Indonesia (IPRI) 2019.
"Saya ucapkan selamat pada Humas. Alhamdulillah telah
mendapatkan award, salah satu insan humas meraih silver winner kabupaten di
Indonesia, pada acara Jampiro 2019," ucap apresiatif Sekjen APKASI
ini.
Orang nomor satu di bumi bersesanti Tioq Tata Tunaq ini
berpesan, prestasi yang ditoreh dapat memacu pemangku pemerintahan daerah agar
tetap menjaga suasana yang baik, seraya meningkatkan kapasitas.
Pada kesempatan itu, Bupati menyampaikan otoritas institusi
kehumasan lingkup Pemda KLU yang ditekankannya terkait peran kehumasan sembari
mengajak para peserta Bakohumas bersama-sama bersinergi.
"Kalau kita melihat apa yang terjadi akhir-akhir ini di
media sosial. Seakan-akan pemerintah daerah tak pernah melakukan apa-apa. Kalau
kita kaji bersama, peran terbesar di media sosial itu adalah persepsi yang
dibangun secara negatif terhadap pemerintah daerah dibandingkan hal-hal
positif," tutur Bupati Najmul.
Jika dicermati secara obyektif, lanjutnya, apa yang
dilakukan pihaknya setiap hari di kantor, tiada lain yaitu fokus melayani
masyarakat. Sebetulnya merunut kondisi kita saat ini, Pemda KLU sudah bekerja
dengan baik, tetapi sayangnya, informasi yang sampai kepada masyarakat itu yang
kurang. Pada aspek informasi yang kurang itulah, niscaya diperbaiki.
"Kita perlu menyampaikan ke masyarakat informasi secara edukatif. Pemda tidak selamanya baik, memang kekurangan-kekuarangan itu pasti ada, tugas kita adalah menjaga persepsi masyarakat secara bersama dan berbuat yang terbaik," pintanya.
"Kita perlu menyampaikan ke masyarakat informasi secara edukatif. Pemda tidak selamanya baik, memang kekurangan-kekuarangan itu pasti ada, tugas kita adalah menjaga persepsi masyarakat secara bersama dan berbuat yang terbaik," pintanya.
Doktor Ilmu Hukum ini kemudian menjabarkan beberapa peran
Kehumasan KLU yang diharapkan menjadi entri poin informasi-informasi terkait
implementasi pembangunan dan pemerintahan daerah pada masyarakat.
"Harapan saya Humas ini menjadi pintu awal apa yang dilakukan
pemerintah. Silakan masyarakat menilai, baik itu negatif atau positif sehingga
informasi di lapangan itu tidak bias," harapnya.
Ia menceritakan, beberapa waktu silam ada salah satu media
menemukan satu masalah RTG yang pengerjaannya tidak baik. Ternyata hal itu
viral di media. Nilai informasinya mengalahkan 35 ribu unit rumah yang sudah
dan sedang dikerjakan pemerintah selama tahun pertama. Media seharusnya tetap
menjaga etika pers, diantaranya memberi edukasi kepada masyarakat. Pihak media
mestinya harus konfirmasi dulu kepada pihak-pihak terkait, baru kemudian
diberitakan supaya masyarakat mendapatkan informasi dan pemberitaan yang
seimbang.
Peran kehumasan lainnya, menjadi corong informasi publik,
menjadi garda pengelolaan informasi pembangunan daerah, serta sebagai
penghubung antara pemerintah dan masyarakat.
Dalam pada itu, mewakili Kepala Biro Humas dan Protokol
Setda Provinsi NTB, Kepala Sub Bagian Pengelolaan Data dan Naskah Pimpinan,
Lalu Irfani Gea Abdita, S.STP memaparkan, Biro Humas Provinsi NTB punya
Manajemen PRCC. Sejak adanya PRCC, banyak muncul sentimen positif dan sentimen
negatif. Banyak pertanyaan yang datang dari pelbagai kalangan, misalnya
"Kok Humas berubah jadi PRCC"?
"Sebenarnya Humas tidak diganti. PRCC itu manajemen kehumasan
yang digagas Kabiro. Intinya, kita mencoba untuk lebih dekat dan hadir di
tengah-tengah masyarakat," pungkasnya.
Sekretaris IJTI NTB Afifudin Adnan, S.Sos.I berterima kasih
telah diundang diskusi sharing wawasan dunia jurnalistik. Hal itu erat kaitannya
dengan tugas dan pekerjaan di instansi pemerintahan, yaitu menyampaikan
informasi kepada publik.
Afifudin memulai materinya dengan mengulas tentang
konvergensi media. Menurutnya, kalau konvergensi media bisa dilakukan oleh
praktisi humas, maka bisa memudahkan kerja-kerja kehumasan di KLU. Konvergensi
media berkaitan dengan penggabungan media-media. Di era sekarang, lanjutnya,
semua media tergabung dengan internet sehingga semua hal bisa diakses dalam
satu media serta mengukurnya pun lebih jelas karena bisa dilakukan kapanpun dan
dimanapun.
"Media sosial sekarang ini menjadi bonus untuk kita
semua sehingga harus kita manfaatkan. Jika ada Humas tidak menggunakan media
sosial itu langkah keliru, karena media itu strategis," terangnya.
Konvergensi media menjadi hal yang begitu penting, terutama
bagi praktisi humas pada tiap kegiatan kehumasan.
Sementara itu, seusai sesi dialog dan diskusi, Kepala Bagian
Humas dan Protokol Setda KLU Mujaddid Muhas, M.A menyampaikan, Humas dan
Protokol Setda KLU sedang melakukan penataan. Menjawab pertanyaan terkait
program dan kegiatan Humas dan Protokol, pihaknya menyampaikan program Humas
ada yang sifatnya sinergi dengan stakeholders, seperti Humas dengan Pewarta.
Ada juga program kegiatan forum pimpinan daerah dengan pimpinan media, dan
forum pertemuan Bakohumas.
Ditambahkannya, dalam fase penataan ini pihaknya mencoba
memperluas dan menambah volume kegiatan serupa. Perlu urun rembuk untuk
memadukan gagasan maupun masukan dan saran.
"Contoh program ril seperti program press tour yang
dulu pernah ada. Semoga ini bisa terealisasi sebagai tindak lanjut dari saran
teman-teman pewarta," ujarnya. (sta/humaspro)
||den

Posting Komentar