Inovasi Baru Warga Kampung Untuk Indonesia
buletinkapass.com-Pada tahun ini mentri pemuda dan olahraga mendapatkan tiga inovasi teknologi yang sederhana namun canggih, ini dibuat oleh para pemuda yang berlatar belakang bukan bidangnya, hanya saja keinginan kuat untuk mepermudah warga disekitarnya.
Inovasi teknologi yang mereka kembangkkan adalah membuat kincir kemar tigo oleh pemuda dari Sumatra Barat (ANDRI), pakan Fermentasi kelinci dari daun dan buah tur dari Lampung (Galih Dwi Prasetyo), dan inovasi baru seorang pemuda dari Dusun Sukamulia, Desa Pohgading Timur, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat berhasil Menemukan dan Mengembangkan Pupuk Organik Fungsi Ganda dengan Nama Brand “ASA GREEN”.
Andri mencanakan kincir kembar tigo selama lima tahun, percoban demi percobaan dilakukan sampai akhirnya kincir kembar tigo terlaksana untuk mempermudah warga sekitar bisa mandi, masak dan nyuci. Seorang pemuda yang berlatar belakang pendidikan Sarjana Hukum Islam, masih duduk di bangku kuliah semester tujuh.
Begitu juga dengan pemuda yang berasla dari provinsi Lampung Galih Dwi Prasetyo berlatar belakang pendidikan guru bahasa Indonesia mampu membuat inovasi dari mikroorganime lokal yang di buat dari buah dan daun papaya menjadi pakan kelinci yang masyarakat budidayakan. Semua ini terjadi dan berlangsung dari penelitian sederhana yang dilakukan untuk mempermudah para peternak kelinci yang ada disekelilingnya.
Pemuda ini terus mengembangkan inovasi ini di selah waktunya karena pemuda ini mengajar disekiolah swasta yang jauh dari kampungnya. Lain halnya denga pemuda yang berasal dari Provinsi Nusa Tenggara Barat yaitu BADRI pemuda yang berlatar belakang sarjana pendidikan biologi ini, menemukan dan mengembangkan inovasi baru berupa pupuk organik fungsi ganda yang mempermuda para petani merawat tanaman yang dibudidayakan. Inovasi baru ini ditemukan sejak tahun 2010 melalui percobaan-percobaan sederhanya agar mendapatkan hasil yang baik dan benar untuk membatu para petani.
Inovasi teknologi yang mereka kembangkkan adalah membuat kincir kemar tigo oleh pemuda dari Sumatra Barat (ANDRI), pakan Fermentasi kelinci dari daun dan buah tur dari Lampung (Galih Dwi Prasetyo), dan inovasi baru seorang pemuda dari Dusun Sukamulia, Desa Pohgading Timur, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat berhasil Menemukan dan Mengembangkan Pupuk Organik Fungsi Ganda dengan Nama Brand “ASA GREEN”.
Andri mencanakan kincir kembar tigo selama lima tahun, percoban demi percobaan dilakukan sampai akhirnya kincir kembar tigo terlaksana untuk mempermudah warga sekitar bisa mandi, masak dan nyuci. Seorang pemuda yang berlatar belakang pendidikan Sarjana Hukum Islam, masih duduk di bangku kuliah semester tujuh.
Begitu juga dengan pemuda yang berasla dari provinsi Lampung Galih Dwi Prasetyo berlatar belakang pendidikan guru bahasa Indonesia mampu membuat inovasi dari mikroorganime lokal yang di buat dari buah dan daun papaya menjadi pakan kelinci yang masyarakat budidayakan. Semua ini terjadi dan berlangsung dari penelitian sederhana yang dilakukan untuk mempermudah para peternak kelinci yang ada disekelilingnya.
Pemuda ini terus mengembangkan inovasi ini di selah waktunya karena pemuda ini mengajar disekiolah swasta yang jauh dari kampungnya. Lain halnya denga pemuda yang berasal dari Provinsi Nusa Tenggara Barat yaitu BADRI pemuda yang berlatar belakang sarjana pendidikan biologi ini, menemukan dan mengembangkan inovasi baru berupa pupuk organik fungsi ganda yang mempermuda para petani merawat tanaman yang dibudidayakan. Inovasi baru ini ditemukan sejak tahun 2010 melalui percobaan-percobaan sederhanya agar mendapatkan hasil yang baik dan benar untuk membatu para petani.

Tidak ada komentar