Pernyaatan Ketua Fraksi Gerinda DPRD NTB, H. Hamja soal indikasi politis pada penetapan Maulanasyeikh sebagai pahlawan Nasional, menuai reaksi keras. Kali ini datang dari pengurus organisasi Pemuda Nahdlatul Wathan (NW) NTB. mereka mengaku tersinggung dengan pernyataan itu dan berpkir untuk menempuh upaya hukum.
Ketua Pimpinan Pusat Pemuda NW mengaku “Panas” setelah membaca berita media online yang memuat pernyataan Hamja
“Menurut saya itu pernyaaan tidak pantas. Kami tersinggung,” (Halki)
Dia meminta untuk politisi Udayana agar berpikir sebelum mengeluarkan pernyataan, juga diminta untuk mempelajari sejarah sehingga faham bagaimana perjuangan TGKH M. Zainuddin Abdul Madjid sehingga pantas mendapat gelar pahlawan.
Dia sangat yakin dan tahu persis, bagaimana sejarah panjang sebelum gelar pahlawan ke Maulana Syeikh disematkan.
“Prosesnya sangat panjang dan melalui perjuangan panjang,” tegasnya.
Dalam pandangannya, Maulana Syaikh adalah Tuan Guru pertama di NTB, tidak bisa disamakan dengan tuan guru versi yang disampaikan Hamja
"Hamja tidak paham sejarah. Sebaiknya Hamja disarankannya uru bersyukur sebagai masyarakat NTB, dengan anugerah gelar pahalawan Maulana Syeikh itu".
Ketua Pimpinan Pusat Pemuda NW mengaku “Panas” setelah membaca berita media online yang memuat pernyataan Hamja
“Menurut saya itu pernyaaan tidak pantas. Kami tersinggung,” (Halki)
Dia meminta untuk politisi Udayana agar berpikir sebelum mengeluarkan pernyataan, juga diminta untuk mempelajari sejarah sehingga faham bagaimana perjuangan TGKH M. Zainuddin Abdul Madjid sehingga pantas mendapat gelar pahlawan.
Dia sangat yakin dan tahu persis, bagaimana sejarah panjang sebelum gelar pahlawan ke Maulana Syeikh disematkan.
“Prosesnya sangat panjang dan melalui perjuangan panjang,” tegasnya.
Dalam pandangannya, Maulana Syaikh adalah Tuan Guru pertama di NTB, tidak bisa disamakan dengan tuan guru versi yang disampaikan Hamja
"Hamja tidak paham sejarah. Sebaiknya Hamja disarankannya uru bersyukur sebagai masyarakat NTB, dengan anugerah gelar pahalawan Maulana Syeikh itu".
Pernyataan Hamja itu menurutnya bisa blunder, tidak saja kepada dirinya tapi Partai Gerindra tempat ia bercokol sekarang. Karena saat ini merupakan tahun politik. “Kami dari Pemuda NW berharap, ada klarifikasi apa maksudnya (Hamja)
. ||red

Posting Komentar