"tembok tebing yang dibangun dari Anggaran Dana Desa (ADD) senilai 103 juta, rubuh dan menimpa bangunan dan menyebabkan 3 sapi warga luka parah sehingga dijual dijagal dengan harga murah, satu mati tertimbun, kemudian kandang kolektif ukuran 9×10 m dan jeding ukuran 4x6 m rata dengan tanah. Tadi malem longsor susulan juga terjadi sekitar jam 2 dini hari sehingga saat ini warga takut untuk tidur di dalam rumahnya, takut juka terjadi longsor susulan" (ihsan)
"Dari desa hanya sebatas menjanjikan saja, belum jelas apakah ganti rugi atau santunan, sebab menurt info terbaru untuk pembuatan ulang tembok berasal dari dana BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah). Sepertinya itikat baik kepala desa selaku pemengang proyek belum ada sama sekali, sementara koramil yang berada di aikmel menuturkan dan menyayangkan tidak segeranya konfirmasi ke instansi-instansi terdekat" imbuh ihsan
Saat ditanya tentang bantuan yang didapat ihsan menerangkan "alat berat dan sejumlah bantuan datang dari kodim, sedangkan pihak desa hanya berjanji namun belum ada realisasinya, peristiwa ini terjadi sejak jum'at kemarin, namun hingga saat ini, pihak desa bel berbuat" (ucap ihsan melalui telpon)
"Selama proses pengerukan dari desa hanya nongol perangkat saja, pak kades berusaha di telpon tadi tidak di angkat sampai 3 kali ditelpon tapi tak di angkat juga apalagi mau ngawasi proses pengerukan" (imbuhnya)
||red


Posting Komentar