Kim LaCapria pada laman snopes.com (2016) menawarkan enam cara cepat untuk mengenali berita bohong. Pertama ialah dengan menelusuri tanggal kemunculan berita melalui jejaknya pada tautan yang dibagikan. Bisa jadi tautan yang dibagikan merupakan konten yang telah diperbaharui dengan tujuan menghasilkan like sebanyak-banyaknya. Apakah waktu berita tersebut sesuai dengan kondisi terkini? Atau jangan-jangan beritanya telah kadaluarsa namun baru diposting beberapa tahun setelahnya. Kedua, cara berikutnya untuk mendorong penyebaran berita bohong ialah dengan memanfaatkan efek dari beberapa situs populer yang secara serentak menayangkan berita viral yang sumber utamanya tidak melalui pemeriksaan keaslian berita. Artinya, tidak ada proses cek dan ricek baik terhadap isi maupun sumber berita.
Ketiga, dengan mengkonfirmasi daftar situs yang dikenal sebagai pemasok berita bohong. Artikel-artikel yang diberitakan oleh situs-situs tersebut kerap kali meraih respon yang signifikan di media sosial, terutama pada isu-isu nasional yang menonjol. Snopes.com diklaim memiliki unit yang bertugas melacak dan menyusun daftar hitam situs dengan kategori tersebut.
Keempat, the deception is in the details. Salah satu teknik yang kerap digunakan oleh situs berita bohong ialah dengan mendompleng nama situs berita populer sehingga berita yang mereka sajikan seolah-olah benar dan dengan cepat menimbulkan skepstisime di masyarakat. Muslihat ini terungkap setelah memperhatikan domain situs yang ternyata berbeda dengan situs aslinya. Misalnya antara washingtonpost.com dengan washingtonpost.com.co atau antara situs berita washingtonpost.com dengan washingtonpost.com.info. Kelima, manipulasi foto. Cara berikutnya yang kerap digunakan oleh suatu akun atau situs penyebar hoax ternyata melibatkan penggunaan manipulasi foto, termasuk deskripsi terhadap suatu foto yang konteks aslinya berbeda dengan yang diberitakan dapat menjadi contohnya. Indonesia akhir-akhir ini sedang melalui masa tersebut. Masyarakat yang sedang memasuki era gadget, saat tahap pengenalan dasar fotografi tidak dipahami selain opsi otomatis pada start up bawaan gadget masing-masing membuat kurangnya pengetahuan dan ketelitian terhadap keaslian suatu foto. Aslikah foto kerangka manusia raksasa yang diklaim sebagai jasad Nabi Adam itu dan dibagikan sebagai wallpaper sejak era 2000-an? Atau foto Ahok yang hadir dalam kegiatan suatu parpol padahal dirinya sedang ditahan di Mako Brimob? Atau beberapa foto tragedi Rohingya yang bagi sebagian kalangan diklaim sebagai foto palsu? Keenam, peristiwa tersebut terjadi di belahan dunia mana? Rusia dan China seringkali digunakan sebagai latar untuk berita yang sulit dikonfirmasi kebenarannya. Lokasi yang dipublikasikan ialah berupa nama-nama aneh atau daerah-daerah terpencil yang karena kendala bahasa atau budaya sulit untuk dilacak. Termasuk konten berita yang disajikan terkesan bombastis seperti suami yang dikebiri setelah ketahuan berselingkuh, seorang suami yang menuntut istrinya karena melahirkan anak yang buruk rupa, hingga rumor tentang seorang penambang yang berhasil diselamatkan setelah bertahan selama 17 tahun di bawah tanah. Di akhir artikelnya, LaCapria menyimpulkan bahwa omong kosong jika tautan-tautan yang kerap dibagikan di internet tidak mengikuti pola seperti dijelaskan di atas. Kredibilitas berita yang ditampilkan, imbasnya tidak lebih seperti mencari sensasi untuk meningkatkan traffic kunjungan pada situs yang dikelola.
Posting Komentar