Mentimun Obat Tradisional Menurunkan Hipertensi

Hipertensi merupakan penyakit yang terkenal dengan sebutan silent killer. Hal ini dikarenakan penderitanya tidak menyadari bahwa dirinya terkena hipertensi sehingga banyak diantara mereka meninggal secara mendadak akibat serangan penyakit tersebut. Hipertensi atau tekanan darah  tinggi adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg pada dua kali pengukuran dengan selang waktu lima menit dalam keadaan cukup istirahat/tenang. Peningkatan tekanan darah yang berlangsung dalam jangka waktu lama dapat menimbulkan kerusakan pada ginjal (gagal ginjal), jantung (penyakit jantung koroner) dan otak (stroke) bila tidak dideteksi secara dini dan mendapat pengobatan yang memadai.Hipertensi merupakan salah satu penyakit terbesar di Indonesia. Tidak hanya orang dewasa saja, namun hipertensi juga dapat terjadi pada remaja dan anak-anak. Tekanan darah pada anak-anak relatif lebih rendah, namun akan meningkat dengan pertambahan usia.
Hipertensi disebabkan oleh banyak faktor seperti obesitas, tingginya asupan garam (Natrium), stress, kurangnya aktivitas fisik atau olahraga, merokok, konsumsi alkohol dan lain-lain. Untuk  pengobatan hipertensi, dapat dilakukan dengan cara pengobatan farmakologi (obat-obatan) atau non-farmakologi. Cara non-farmakologi merupakan salah satu alternatif yang dapat digunakan sebagai pengobatan hipertensi karena obat-obatan memiliki efek samping bagi penderita hipertensi, seperti meningkatnya kadar gula dan kolestrol. Salah satu dari pengobatan non-farmokologi yang dapat dilakukan adalah dengan mengonsumsi buah mentimun atau dapat dikonsumsi dalam bentuk jus. Mentimun dijadikan sebagai obat non-farmakologi untuk menurunkan hipertensi karena memiliki kandungan magnesium dan kalium. Kandungan kalium dan magnesiumnya sebanyak 153 mg dan 11 mg dalam 100 gram mentimun.
Kalium merupakan sebuah komponen penting dari sel dan cairan tubuh yang membantu mengendalikan detak jantung dan tekanan darah. Kalium dalam mentimun mempunyai efek dalam pompa Na-K yaitu kalium dipompa dari cairan ekstraselular ke dalam sel. Ginjal sebagai regulator utama kalium dalam tubuh menjaga agar kadarnya tetap di dalam darah dengan mengontrol ekskresinya. Kalium berfungsi sebagai penyeimbang jumlah natruim dalam cairan sel. Kalium bersama magnesium berperan dalam memperbesar ukuran sel endotel, menghambat kontraksi otot halus pembuluh darah, menstimulasi produksi prostasiklin vasodilator dan meningkatkan produksi nitrit oxide yang akan memicu reaksi dilatasi dan reaktivas vaskuler yang akan menurunkan tekanan darah. Magnesium akan mempengaruhi stimulus di pusat saraf simpatetis agar penyempitan pembuluh darah tidak melewati batas yang dibutuhkan.
Selain kandungan magnesium dan kalium, mentimun juga memiliki kadar air yang tinggi dan bersifat diuretis bagi tubuh sehingga membantu menurunkan tekanan darah dan dapat meningkatkan buang air kecil. Kelebihan natrium dalam sel dapat dibebaskan melalui filtrasi lewat ginjal dan dikeluarkan bersama urin, mekanisme diuresis tersebut menyebabkan berkurangnya volume darah sehingga tekanan darah pun menjadi turun.
Mentimun dapat di konsumsi secara langsung atau diolah menjadi berbagai jenis olahan makanan atau minuman seperti jus dan pemisahan sari mentimun dengan cara diparut.  Dalam proses pembuatan jus metimun agar mampu mengurangi tekanan darah sistolik maupun diastolik maka takaran antara mentimun dan air berkisaran 1:1, mentimun 100 gram dengan air 100 cc yang dihaluskan.Hal ini telah terbukti melalui salah satu penelitian di daerah Jombang yang memberikan jus mentimun kepada 20 responden usia lanjut yang mengalami hipertensi tanpa penyakit penyerta, pelakuan ini dilakukan selama 5 hari. Hasilnya jus mentimun yang diberikan mampu menurunkan tekanan darah secara signifikan dimana tekanan darah sistolik menurun sebanyak 13 mmHg dan tekanan darah diastolic menurun sebanyak 3 mmHg. Bagi penderita hipertensi ringan (tekanan darah sistolik 140-159 mmHg, tekanan darah diastolic 90-99 mmHg) dapat mengonsusmi mentimun sebanyak 150 ml per hari dengan tambahan makanan lain sebagai alternatif atau komplementer dalam menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik.
Sumber:
Lebalado LP, Mulyati T. 2014. Pengaruh Pemberian Jus Mentimun (Cucumis Sativus L) Terhadap Tekanan Darah Sistolik dan Diastolik Pada Penderita Hipertensi. Jurnal of Nutritions College. Vol 3:3;396-404.  depkes.go.id

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama