Vitamin berasal dari kata vita dan amina yang berarti
senyawa-senyawa amina yang sangat diperlukan untuk mempertahankan hidup.
Klasifikasi vitamin, dibagi berdasarkan sifat kelarutan vitamin dalam dua jenis
pelarut, yaitu golongan vitamin yang larut dalam lemak dan golongan vitamin
yang larut dalam air. Vitamin larut lemak yaitu vitamin A, D, E, dan K. Sedangkan
vitamin larut air yaitu vitamin B-Kompleks dan C.
Vitamin yang akan dibahas kali ini adalah vitamin A yang sangat
penting untuh tubuh. Perlu diketahui berapa banyak kebutuhan vitamin A
seseorang karena jika kadarnya berlebihan maka akan menimbulkan masalah, begitu
juga jika kadarnya tidak mencukupi anjuran akan menimbulkan masalah pada
kesehatan.
Sumber Vitamin A
Preformed vitamin
A terdapat dalam bahan makanan yang berasal dari hewan. Sedangkan, provitamin
(prekursor) vitamin A terdapat dalam bahan makanan yang berasal dari nabati.
Sumber preformed vitamin A yang baik adalah hati, ginjal,
jumlahnya lebih sedikit terdapat pada paru, jantung. Sedangkan sumber
provitamin A yaitu sayur-sayuran dan buah-buahan berwarna oranye, merah dan
hijau seperti wortel, tomat, jeruk, bayam dan lain-lain.
Kebutuhan Vitamin A
Anak Balita : 1.200-1.800 IU/hari
Anak 6-9 Tahun : 1.800-2.400 IU/hari
Dewasa : 3.400-4.500 IU/hari
Wanita Hamil : 500 IU/hari
Wanita Menyusui : 2.500 IU/hari
*IU digunakan untuk satuan (International Unit)
Kekurangan Vitamin A
Defisiensi vitamin A terjadi akibat kekurangan asupan vitamin A
secara kronis dan kelaparan yang dibiarkan terlalu lama. Gejala pertama yang
timbul adalah rabun senja, diikuti kerusakan pada kornea. Rabun senja dapat
disembuhkan, namun tidak bagi kerusakan kornea. Kerusakan pada kornea meliputi konjungtiva
yang mengering, diikuti munculnya bintik putih buram yang dinamakan bintik
Bitot. Kecenderungan terhadap mengeringnya mata disebut xerosis.
Kerusakan kornea dan lensa mata yang tidak bisa disembuhkannsampai kebutaan
total merupakan bagian dari penyakit xerophthalamia.
Kelebihan Vitamin A
Asupan vitamin A sebanyak sepuluh kali RDA atau bahkan lebih oleh
ibu hamil dapat mengakibatkan kerusakan otak pada janin. Di tingkat ini dapat
menyebabkan gejala dan kerusakan pada mata pada anak-anak dan orang dewasa.
Konsumsi vitamin A harus dibatasi sebanyak 6000 IU setiap hari atau kurang.
Sementara itu, asupan β-karoten yang sangat tinggi tidak bersifat racun, hanya
menyebabkan tingginya konsentrasi di dalam plasma. Konsentrasi karotenoid
plasma yang tinggi hanya sedikit atau bahkan tak ada efek apapun pada tingkat
vitamin A plasma. Asupan tinggi β-karoten sekitar 30-300 mg setiap hari
berdampak pada simpanan komponen lemak yang meningkat sampai pada keadaan warna
kulit (lemak subkutan) berubah menjadi oranye.
Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai kebutuhan vitamin A,
sebaiknya anda berkonsultasi dengan ahli gizi atau dokter. ;)
SUMBER
Anne Marie Helmenstine, P. 2014. Vitamin A (Retinol). [online]
Available at: http://chemistry.about.com/od/imagesclipartstructures/ig/Vitamin-Chemical-
Structures/Vitamin-A--Retinol-.htm
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Ikhtisar Biokimia Dasar
A. 2000. Jakarta: Balai Penerbit FKUI.
Murray, R. K., Granner, D. K., Mayes, P. A. and Rodwell, V. W.
2003. Harper's Illustrated Biochemistry. 26th ed. New York: Mc-Graw-Hill.
Pubchem.ncbi.nlm.nih.gov. 2014. Vitamin A - PubChem. [online]
Available at: http://pubchem.ncbi.nlm.nih.gov/summary/summary.cgi?cid=445354
Iwik RA

Posting Komentar