Sajak Muhammad Asqalani eNeSTe

 


Gerimis Gendut

gerimis turun sendirian, padahal gerimis lain turun beramai-ramai, bersamaan. gerimis itu gendut, gerimis lain kurus dan semampai.


gerimis gendut ingat pesan permaisuri langit, bahwa selama hidup, segalanya berubah.


gerimis gendut tersenyum, tertawa sendirian, seolah semua ikut senang. semua gerimis kurus dan semampai, mengatainya gila bukan kepalang.


30 hari gerimis gendut turun naik langit. satu hari di bumi, 700 ratus tahun di langit, 1 detik ukuran angkasa. 


gerimis gendut jadi kurus. gerimis gendut jadi semampai. gerimis gendut lebih kurus. gerimis gendut lebih semampai. 


gerimis-gerimis lain ingin turun bersamaan, menjadi ekor gerimis gendut, turun dengan sorak-sorai norak, penuh elu-eluan kurang kerjaan.


gerimis gendut tersenyum. dibagikannya coklat kesedihan, jika dimakan jadi bahagia tak kesudahan.


Kubang Raya, 1 Desember 2021 - 

TBM Cahaya Rumah, 24 Desember 2024

=======================================================================

Muhammad Asqalani eNeSTe. Menulis sejak 2006. Redaktur puisi Ranah Riau. Pemilik TBM Cahaya Rumah. Pendiri Community Pena Terbang (COMPETER). Mentor Menulis Puisi di Asqa Imagination School (AIS). IG: @muhammadasqalanie

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama