Puisi Yogismemeth


aku pernah

aku pernah mengenal luka, seperti rambutmu yang lebat
aku pernah mengenal luka. seperti
jumlah darah dalam tubuhmu
dan lukaluka telah lindap pada malam ketika kau menggendong boneka panda itu

zizi. ingatkah kamu, ketika malam purnama sabtu waktu itu? ramadhan, dimana kita habiskan waktu
entah, kemudian kau menjadi asing. serupa jarak hongkong dengan kota kecilku
dan aku selalu bertanya, mengapa kita tidak menjadi dua tangan saja. berbeda tetapi melengkapi
setidaknya, demikian perempuan yang aku pernah akrabi

malam ke seratus
seingatku,

setelah bulan genap kau akan pulang

dan kita bersepakat menyulam pilu

jadi rindu


entah pada malam ke seratus itu

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama