aku pernah
aku pernah mengenal luka,
seperti rambutmu yang lebat
aku pernah mengenal luka.
seperti
jumlah darah dalam tubuhmu
dan lukaluka telah lindap pada
malam ketika kau menggendong boneka panda itu
zizi. ingatkah kamu, ketika
malam purnama sabtu waktu itu? ramadhan, dimana kita habiskan waktu
entah, kemudian kau menjadi
asing. serupa jarak hongkong dengan kota kecilku
dan aku selalu bertanya,
mengapa kita tidak menjadi dua tangan saja. berbeda tetapi melengkapi
setidaknya, demikian perempuan
yang aku pernah akrabi
malam ke seratus
seingatku,
setelah bulan genap kau akan
pulang
dan kita bersepakat menyulam
pilu
jadi rindu
entah pada malam ke seratus itu

Posting Komentar