Dicerca Setumpuk Pertanyaan, Begini jawaban HMSL
buletinkapass.com-Ada beberapa pertanyaan yang diajukan oleh kepala desa dan tokoh masyarakat saat sosialisasi 5 program HMSL kemarin 28/01/18 di Pancor Muhajirin.
Persoalan pertama muncul dari Kepala dusun kalijaga yang mempersoalkan birokrasi pada dukcapil saat pembuatan surat-surat.
Persoalan pertama muncul dari Kepala dusun kalijaga yang mempersoalkan birokrasi pada dukcapil saat pembuatan surat-surat.
Hardi selaku, ketua RT dayan masjid, yang mempersoalkan berapa angka penghasilan seorang sehingga dinyatakan miskin.
Bagi Hardi, jabatan RT sebagai urutan paling ahir dari kepemerintahan dan jabatan ini yang tidak pernah memiliki kesejahteraan. katanya
Sementara itu tokoh masyarakat dari Pohgading, mempertanyakan nasib 117 orang tenaga sukarela yang saat ini bekerja di TK tempatnya dan persoalan-persoalan pedagang cilok, buruh bangunan.
Mendengar semua persoalan itu, HMSLkemudian memberikan jawaban gamblang
"tata kelola pemerintahan yang baik harus dibarengi dengan meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat, dan bagaimana supaya penangnan E KTP dan segala macam surat-surat tidak bertele-tele dengan menjadikan pelayanan berada dalam satu atap"
"jika diwilayah lain melakukan one day service, kami akan menerapkan itu akan tetapi tidak berani menjanjikan satu hari sebab persoalan alat selalu menjadi masalah. akan tetapi kami akan melakukan jauh lebih baik. dulu dimasa kami, kami sudah mencoba menggunakan satu atap dalam pengurusan surat menyurat, bapak ibu tidak perlu berpindah-pindah, akan tetapi saat ini sudah dipisahkan". tegas HMSL
Tentang persoalan kriteria miskin, HMSL menyatakan "kriteria miskin menurut BPS, sangat banyak diantaranya atap bukan terbuat dari genteng, kemudian lantai rumahnya adalah lantai tanah dan penghasilan di bawah UMR"
Sementara itu, persoalan 5 program unggulan. HMSL menyatakan dengan penuh keyakinan dan lantang
"bagi kami, harga mati untuk pengembangan wilayah Kabupaten Lombok Selatan"
||ysm

Tidak ada komentar