Festival Jogja Gumregah

sinarlima.com-Festival Jogja Gumregah akan berlangsung Jumat 24 November 2017 di Sanggarbambu Dusun Tempuran, Tamantirto, Kasihan, Bantul dipastikan meriah, acara yang bertemakan “Srawung Jogja: Temu Komunitas Budaya” ini akan mempersembahkan 26 komunitas penampil dan 8 narasumber mewakili lintas komunitas. (23/11/17)
Awanglong melalui pesan pribadinya menyampaikan "kegiataan dibagi beberapa sesi, pertama pukul 09.00 sampai 12.00 diisi melukis bersama perupa Yogyakarta, Sanggarbambu, umum, dan SMSR out door class yang dikoordinasi perupa Kumbo Adiguna. Acara melukis bersama penampilan musik jimbe dari Sanggar Anak Alam Nitiprayan dan improvisasi gerak oleh seniman Gareng, pentas komunitas musik Gasebu, puisi Bunga Awanglong, musik akustik pinky boy, serta geguritan oleh komunitas Senja Bersastra di Malioboro".
"pukul 13.00 hingga 17.30 dibuka dengan arak-arakan Bregada Winata Manggala dari Ngestiharjo Kasihan, tarian naga, dan tarian Thionghoa dari Jogja Chinese & Art Culture Centre. Ada pula tarian jathilan anak dari dusun setempat, tarian garuda in Tedjo Badut, teaterikal oleh Liek Suyanto, pembacaan puisi Whani Darmawan dari komunitas Omah Kebon, dan pentas pencak koreo dari Paseduluran Angkringan Silat, dilanjutkan dengan talkshow menghadirkan Nanang dari Rumah Garuda, Ki Boyong dari Komunitas Pelestari Sungai, Katin Subiyantoro dari Gerakan Rakyat Cinta Pancasila, dan Sanggar Boneka Bagong Subardjo".
Sesi ketiga pukul 19.00 dibuka dengan penampilan kelompok kesenian Singir Kembaran asuhan seniman Otok Bima Sidarta. Disusul musikalisasi puisi Untung Basuki dari kelompok Sabu yang membawakan tiga repertoar yakni Wanagama, Nyanyian Subur, dan Rembulan & Matahari.
Acara dilanjutkan dengan talkshow menghadirkan Faiz Ahsoul dari Komunitas Radio Buku, Rizki Kurniawan dan Citra Siagian dari Jogja Berkebun, Adit dari Jogja Nyah Nyoh dan Kuat dari Jembatan Edukasi Siluk Imogiri.
Hadir pula display instalasi Wayang Republik koleksi Sekber Keistimewaan DIY dan Ki Catur Benyek Kuncoro berupa tokoh-tokoh wayang pejuang revolusi kemerdekaan Republik Indonesia. Di antaranya, Bung Karno, Bung Hatta, HB IX, PA VIII, Ki Hajar Dewantara dll yang akan disimping dengan tokoh antagonis Kolonel Van Langen dan prajurit kolonial Belanda.
“Pokja Penguatan Lembaga Pengelola dan Pelestari Warisan Budaya Dinas Kebudayaan DIY selaku penyelenggara acara berharap kegiatan Srawung Jogja yang menghadirkan lintas komunitas ini bisa saling menyemangati dan memberi inspirasi kiprah sosial kreatif berkelanjutan serta memperkokoh tekad semangat nyawiji golong gilig saiyeg saeko kapti dalam membangun Jogja Istimewa,” terang Widihasto. 
||bunga

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama