sinarlima.com-Sebanyak 13 dosen PTKI peserta Short Course Riset Berstandar Internasional berada di Leiden. Mereka adalah duta-duta penelitian yang nantinya akan mengikuti interntional short course research metodologi dan visiting proffesor di Leiden University, Belanda. (18/11/17)
Salah satu dosen Institut Agama Islam Hamzanwadi Nahdlatul Wathan Pancor Dony Handriawan, dosen yang mengajar di program studi Pendidikan Bahasa Arab, Fakultas Tarbiyah menyampaikan melalui pesan pribadinya bahwa
"Universitas Leiden menjadi destinasi pelaksanaan short course baru mulai sejak tahun 2009 yang mempunyai tujuan untuk mengekspos hasil penelitian atau proposal yang telah dilakukan. Program ini adalah momentum bagi dosen PTKI untuk meningkatkan kompetensi para peserta di bidang publikasi hasil penelitian pada jurnal internasional".
"saat ini publikasi internasional telah menjadi tolak ukur intelektualitas para akademisi di Indonesia. Harapannya, karya para dosen dapat dipublikasikan selanjutnya" lanjut dony.
"yang dilakukan di program ini adalah penguatan bahasa inggris, penulisan ilmiah, dan beberapa seminar ilmiah tentang keIslaman oleh para akademisi dari Universitas Leiden. Leiden Universiteit merupakan salah satu Univesitas tertua di Belanda. Kampus ini berdiri sekitar abad 16, tepatnya pada tahun 1575. Selain sebagai kampus tertua di Belanda, Leiden University masyhur dengan koleksi perpustakaannya yang mencapai 7 juta koleksi buku dan manuskrip kuno dari berbagai belahan dunia. 20 ribu koleksi di antaranya berasal dari Indonesia" (papar dony)
"program diselenggarakan dari tanggal 8 November sampai dengan 19 Desember 2017 ini, diharapkan akan lahir output berupa karya ilmiah yang siap diterbitkan pada Jurnal-jurnal internasional dari masing-masing peserta. Melepas ke 13 delegasi Kemenag RI beberapa waktu yang lalu, Dr. Muhammad Zain selaku Kepala Subdit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat memesankan agar seluruh peserta tidak menyiakan kesempatan emas ini. Oleh karena itu, peserta harus secara maksimal bisa mengeksplorasi sumber-sumber keilmuan yang memang sangat banyak di Universitas Leiden" (tegasnya)
Salah satu dosen Institut Agama Islam Hamzanwadi Nahdlatul Wathan Pancor Dony Handriawan, dosen yang mengajar di program studi Pendidikan Bahasa Arab, Fakultas Tarbiyah menyampaikan melalui pesan pribadinya bahwa
"Universitas Leiden menjadi destinasi pelaksanaan short course baru mulai sejak tahun 2009 yang mempunyai tujuan untuk mengekspos hasil penelitian atau proposal yang telah dilakukan. Program ini adalah momentum bagi dosen PTKI untuk meningkatkan kompetensi para peserta di bidang publikasi hasil penelitian pada jurnal internasional".
"saat ini publikasi internasional telah menjadi tolak ukur intelektualitas para akademisi di Indonesia. Harapannya, karya para dosen dapat dipublikasikan selanjutnya" lanjut dony.
"yang dilakukan di program ini adalah penguatan bahasa inggris, penulisan ilmiah, dan beberapa seminar ilmiah tentang keIslaman oleh para akademisi dari Universitas Leiden. Leiden Universiteit merupakan salah satu Univesitas tertua di Belanda. Kampus ini berdiri sekitar abad 16, tepatnya pada tahun 1575. Selain sebagai kampus tertua di Belanda, Leiden University masyhur dengan koleksi perpustakaannya yang mencapai 7 juta koleksi buku dan manuskrip kuno dari berbagai belahan dunia. 20 ribu koleksi di antaranya berasal dari Indonesia" (papar dony)
"program diselenggarakan dari tanggal 8 November sampai dengan 19 Desember 2017 ini, diharapkan akan lahir output berupa karya ilmiah yang siap diterbitkan pada Jurnal-jurnal internasional dari masing-masing peserta. Melepas ke 13 delegasi Kemenag RI beberapa waktu yang lalu, Dr. Muhammad Zain selaku Kepala Subdit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat memesankan agar seluruh peserta tidak menyiakan kesempatan emas ini. Oleh karena itu, peserta harus secara maksimal bisa mengeksplorasi sumber-sumber keilmuan yang memang sangat banyak di Universitas Leiden" (tegasnya)
||red

Posting Komentar