Berikut ini adalah 10 kebiasaan
sehari-hari yang bisa menurunkan jumlah sperma hingga mengakibatkan kemandulan.
Memakai celana dalam yang salah
David Beckam mungkin nampak keren dengan
brief ketatnya. Tapi, memakai pakaian dalam untuk sehari-hari bisa menyebabkan
penurunan jumlah sperma. Celana dalam yang sempit membuat skrotum tertekan.
Tentunya ini mengurangi sirkulasi udara dan menyebabkan suhu testis meningkat
di atas suhu normal. Hal ini menciptakan lingkungan yang tidak bersahabat untuk
produksi sperma. Riset dari National Institute of CHild Health and Human
Developmentmengungkap hubungan antara pilihan pakaian dalam dan kualitas
sperma, dari 500 pria selama satu tahun. Riset tersebut menemukan fakta, mereka
yang memakai celana dalam siang dan malam berisiko 75 persen lebih tinggi
mengalami kerusakan sperma, dibandingkan mereka yang memakai boxer pada siang
hari dan tidur telanjang pada malam hari. Beberapa ahli memperingatkan, celana
untuk bersepeda dan skinny jeans pun memiliki efek yang sama. Sementara itu,
boxer tidak berpengaruh dalam penurunan jumlah sperma ini. Jika Anda adalah
tipe orang yang berpikir "lebih baik mencari aman daripada menyesal",
maka kini saatnya beralih dari brief yang ketat ke boxer.
Melewatkan olahraga
Pria dengan indeks massa tubuh (BMI) 30
atau lebih tinggi, memiliki volume cairan semen atau air mani yang lebih
rendah. Selain itu, jumlah sperma juga rendah, motilitas sperma rendah, dan
risiko cacat sperma yang tinggi, dibanding pria dengan berat badan yang ideal.
Fakta itu ditemukan dalam sebuah studi yang diterbitkan dalam International
Journal of Andrology. Para ahli mengatakan, obesitas dapat mengganggu kadar hormon
yang menyebabkan masalah kesuburan dengan menurunkan kadar testeron dan
esterogen. Berat badan berlebih juga menurunkan kualitas sperma dengan cara
meningkatkan suhu testis karena timbunan lemak di sekitarnya. Tapi, ini bukan
berarti Anda harus melakukan olahraga berlebihan, demi menurunkan berat badan.
Olahraga berlebihan juga menyebabkan penurunan kadar testeron. Bahkan, pria
yang memiliki berat badan kurang juga bisa mengalami ketidaknormalan sperma dan
memiliki fungsi sperma yang buruk. Cukup lakukan olahraga dan konsumsi nutrisi
yang seimbang bagi tubuh.
Suhu yang panas Semua orang pasti suka mandi dengan air panas atau
berada di sauna. Namun, kedua hal tersebut ternyata dapat memicu kemandulan.
Apapun yang dapat meningkatkan suhu buah zakar dapat berdampak pada produksi
sperma, meski untuk sementara waktu. Bahkan, efeknya bisa bertahan sampai
berbulan-bulan. Tentu, "masa depan" Anda menggantung di luar tubuh.
Demi produksi sperma yang optimal, suhu testis harus dua derajat lebih rendah
dari suhu tubuh. Di sisi lain, berkat posisinya yang berada di luar tubuh
membuat "masa depan" pria tidak terpengaruh kondisi fluktuasi suhu
tubuh. Untungnya, efek kenaikan suhu ini tidak bertahan secara permanen. Namun,
bagi Anda yang ingin segera memiliki buah hati, tetap saja harus menjaga agar
suhu buah zakar Anda dalam kondisi stabil.
4. Terlalu banyak menonton TV
Hampir semua orang pasti gemar menonton
televisi. Jika Anda tidak memiliki rencana untuk mendapatkan buah hati, maka
lanjutkanlah kegemaran tersebut. Riset terbaru dari Denmark menunjukkan,
menonton televisi terlalu banyak dapat meningkatkan risiko kemandulan. Dalam
penelitian tersebut, peserta yang menghabiskan lima jam atau lebih waktu per
hari untuk menonton televisi memiliki konsentrasi sperma 29 persen lebih
rendah, dan jumlah sperma 34 persen lebih rendah daripada pria yang tidak
menonton televisi. Peneliti menduga, kemandulan tersebut akibat mereka yang
terlalu banyak menonton televisi menjadi tidak aktif bergerak. Inilah yang
menyebabkan mereka kekurangan enzim antioksidan dan peningkatan suhu skrotum,
karena aktivitas duduk yang terlalu banyak.
Stres
Stres dapat mengurangi potensi reproduksi
Anda. Stres memicu pelepasan hormon yang dapat menghambat produksi testeron dan
lambat laun menurunkan kuantitas dan kualitas sperma. Stres juga bisa
mengganggu libido dan mengurangi hasrat seksual. Selain itu, stres juga memicu
perilaku seperti makan terlalu banyak, konsumsi obat-obatan yang meningkat,
tubuh sering sakit-sakitan, dan membuat malas berolahraga. Ingin meningkatkan
kualitas sperma tanpa melakukan apa pun? Para ahli mengatakan, tidur dalam
waktu 7-8 jam setiap malam dapat meningkatkan kesehatan sperma. Kurang tidur
dapat membuat sperma berkurang. Tidur kurang dari 6,5 jam setiap malam bisa menurunkan
kesehatan sperma hingga 30 persen. Tidurlah selama sembilan jam setiap hari,
maka kesehatan sperma Anda akan meningkat hingga 41 persen.
Terlalu dekat dengan gadget
Beberapa ahli percaya, menaruh laptop pada pangkuan bisa
meningkatkan suhu di area genital. Meski, sebagian yang lain menyatakan hal
tersebut bukan masalah, namun lebih baik Anda bermain aman. Gunakanlah meja
saat Anda sedang menggunakan laptop. Lalu, bagaimana dengan smartphone yang
kini "menguasai" hari-hari Anda? Manusia modern kini memang tidak
bisa hidup tanpa smartphone. Namun, pertimbangkan kembali untuk menyimpan
ponsel pintar tersebut. Riset di Inggris yang meninjau kembali 10 studi perihal
radiasi menyimpulkan, radiasi ponsel dapat mempengaruhi perkembangan, fungsi,
dan viabilitas sperma. Jangan menyimpan ponsel pada kantong celana, terutama
pada kantong celana bagian depan. Ini bertujuan untuk mengurangi paparan sinar
radiasi pada area intim Anda.
Terlalu banyak mengonsumsi kedelai dan kafein
Selain menjauhkan diri dari skiinny jeans, pola makan Anda juga
harus dijaga agar kesuburan Anda juga terjaga. Kurangi konsumsi soda dan kopi
berkafein tinggi, juga kedelai. Selain itu, kandungan asam lemak dalam junk
food juga mampu menjadi pemicu kemandulan. Sebuah penelitian dari Denmark
menemukan fakta, asupan kafein berlebihan baik dari soda, kopi, atau minuman
berenergi dapat menurunkan jumlah produksi sperma hingga 30 persen. Sementara
itu, riset dari Harvard juga mengungkapkan, pria yang mengonsumsi makanan
mengandung kedelai dalam jumlah besar berisiko mengalami penurunan jumlah
sperma hingga 32 persen per mililiter. Riset ketiga menemukan, konsentrasi asam
lemak trans yang tinggi dapat menurunkan jumlah sperma secara drastis.
Sebaiknya, konsumsilah makanan tinggi antioksidan untuk meningkatkan jumlah dan
motilitas sperma. Makanan yang mengandung asam folat dan vitamin D juga baik
untuk kesuburan.
Paparan BPA
Racun lingkungan seperti pestisida, logam berat, radiasi, dan
bahan kimia industri lainnya juga berperan dalam kemandulan. Sayangnya, tanpa
sadar kita malah menggunakan racun-racun tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Waspadai botol plastik dan wadah makanan yang mungkin mengandung BPA atau
bisfenol A yang bisa mengganggu keseimbangan hormon Anda. Menurut sebuah
penelitian di Reproductive Toxicology, BPA dapat menurunkan jumlah sperma dan
motilitas. Penelitian tersebut juga menemukan fakta, pria yang terpapar BPA
dalam jumlah besar memiliki jumlah sperma sekitar 23 persen lebih rendah,
daripada pria yang tidak terpapar BPA. BPA juga bisa ditemukan pada makanan
kaleng, banyak di antaranya dilapisi dengan resin BPA yang bisa melelehkan
bahan kimia ke dalam makanan. Makanan bersifat asam dalam kaleng juga sangat
berisiko untuk mengundang kemandulan
Terlalu sering berpesta
Semua orang pasti suka pesta. Rokok dan minuman berakohol saat
pesta adalah bagian tak terlupakan dari keseruan sebuah pesta. Mungkin Anda
merasa keren saat merokok, atau saat mengangkat botol bir. Yah, semua pasti tahu
bahwa merokok dan minum bir adalah gaya hidup yang tidak sehat. Tentunya ini
juga berpengaruh pada kesuburan. Alkohol, rokok, dan penggunaan opiat yang
berlebihan dapat berdampak negatif pada sperma dan testeron. Menggunakan
steroid anabolik (obat pembentuk otot dan mempercepat penyembuhan luka) dapat
menyebabkan testis mengecil dan menurunkan produksi sperma.

Posting Komentar