Sajak-sajak Laura Fitri Inderasari

ilustrasi

Yorkshire
Yorshire, alam yang ditanami bukit dibenami rumput hijau
petani bekerja tanpa jeda
pondokan dan kandang babi sapi yang berdekatan
ham serta sosis babi tergantung di tungku dapur
diisisakan lemak untuk waktu yang lama
demi kemiskinan yang diperjuangkan
susu dari puting yang terlepas dari kerisauan radang ambing
dibentuk keju
Darrowby memilih takdirnya sendiri
Heriot membantu kelahiran anak sapi yang sungsang
dini hari ia mengeluarkan sapi kembar
sesampainya di rumah
James Heriot mengganti pakaian kerja dengan piama
kemudian membaringkan tubuh, memejamkan mata
Ingatannya separuh terpejam, tiba-tiba telepon berdering
diujung telepon seseorang meminta pertolongan
buru-buru ia menghidupkan mobil melewati lekuk bukit
di ladang terbuka beratap arakan anak awan
kuda menyambut, pemiliknya entah kemana
kau masuk mengecek keadaannya
kuda menendang, membuatmu tersungkur
lalu meninggalkan mereka di padang
lain hari, menakutkan mengharuskan kunjungan yang kedua
ditemani lelaki berbadan tinggi
membantu melumpuhkan kuda dengan beberapa putaran mengitari padang
posisi kuda menginjak hulu dada, karapan yang menegangkan diakhiri lilit tali
situasi menghianati teori
dokter memutuskan suntikan dan peternak yang sangsi
Puasa 19, 2017



Minggu Sejuk
puji haru, sehabis hujan malam minggu
sejuk yang meresap dada
langit bergembira sebab mempertemukan rindu yang tersesat
dan menemukan petunjuk di sepanjang simpang dan gang
melewati daun, bunga segar sehabis mandi
diiringi nyanyian riak dalam tawa sungai
aliran melimpah airnya
Akar dianugrahi butiran alam
yang menentramkan tunas mulai tumbuh
bau bualan rembulan pada gelap
menambah renyah percintaan malam
kita masih duduk berdua dengan taburan bintang
dalam percakapan
2017



Mengenang Ibu
Kematian di jiwamu
dimulai dari sore
Kau mengantar anak yang serupa wajahnya
hanya kelamin yang berbeda
Duduk paling belakang diantara si kembar
Anak pertama yang mengendarai perjalanan ini
Ayahnya sakit, hingga kau mengantarkan darah dagingmu
dengan kasih sayang yang makin pekat menggantung di jantung
motor akan dibelokkan dengan hati
dikejauhan sedekat pandangan
motor lain menambrakmu dari belakang
kakimu patah, darah mengalir di kepala,
sepasang mata memerah
Hari ini bersaksi bahwa tubuhmu yang berusaha diobati bukan anakmu
di jalan sekijang yang bungkam
nyawamu melayang
kedua anakmu baik-baik saja tanpa luka
dan di hati mereka belum paham makna kepergian
hanya satu anakmu yang terluka sedikit di tangannya
mengenang ibunya adalah goresan yang membekas seumur hidupnya
: pergilah dengan tenang
2017




Laura Rafti, kelahiran 9 April 1991. Alumnus Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia – Universitas Islam Riau (UIR). Pernah mengajar di SMP IT Tebuireng 4 Al-Ishlah. Menjual buku-buku bagus di Eng & Ostra: Kucing Jual Buku. Puisinya dimuat di Riau Pos, Metro Riau, Posmetro Indragiri, Posmetroprabu.com, Detakpekanbaru.com, Majalah Frasa, Koran Cyber, Sayap Kata, KOMPAS.com, kuflet.com, Harian Rakyat Sumbar, Buletin Jejak, Sudut Aksara, Koran Dinamikanews. Bergiat di Community Pena Terbang (COMPETER) 

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama