Puisi-Puisi Yogis Memeth

















(ilustrasi)

MUSIM HUJAN
musim hujan
hari itu kita bertemu
kemudian menjatuhkan
rindu dengan begitu deras
mungkin kita lupa bagaima
kemarau mendekat dan sisa
dari rindu telah kita hatamkan

musim hujan, doadoa
musti di ramu
agar tak bergeser
dari cuaca kesumat
yang biru

TENTANG WAKTU
waktu telah menjadi asing
dan sepi lebi setia bersama
selain rambutmu dan aroma tubuhmu
apa lagi yang tersisa setelah kenangan
lupa jalan untuk kembali

bersama hujan, ia menguap setelah kemarau menyemai diri

APA YANG KAU CARI
pada malam yang paling ujung
kita menemukan sebuah kunci
dan bicara tentang pintu yang setengah mati


/apa yang kau cari/
ucapmu sambil menusuk
sebuah janji pada malam
paling sakti
dan kita, belum juga berhasil
menemukan ruang dengan kunci

PADA SEBUAH MALAM
telah kita rencanakan sebuah hari
dimana kita tidak lagi sendiri
dan pada sebuah malam
rencana itu aku temukan tertidur
entah berapa kali


kita mungkin perlu bicara
tanpa tidur, juga sekat yang jelaga
agar malam kita berencana
segala tak masuk mimpi

YONA DAN KEPALSUAN
apalagi yang diajarkan yona
selain kepalsuan
mungkin kau telah terlalu mencintai yona
menjadikan kepalsuan dan kamu tidak terpisahkan

demikianlah, yona dan segala yang palu telah menikah bersama kamu

DEMI APA
demi apa kau ladeni rindumu
jika sakit lebih setia bersama ngilu

demi apa kau ladeni mimpi
jika jarak tak mendekatkan aroma tubuhmu

pada malam kau janjikan kedatangan. api lilin mati sebelum kepulangan

lotim, 18/7/17

ys.m

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama